7 Perbatasan Negara Paling Berbahaya di Dunia, Punya Riwayat Berdarah
Senin, 17 Juli 2023 - 13:54 WIB
loading...
A
A
A
Sudan merupakan negara yang terletak di wilayah utara Republik Sudan. Sebagai negara terpadu, Sudan terdiri dari berbagai kelompok etnis dan memiliki sejarah yang panjang. Namun, seiring berjalannya waktu, perbedaan politik, ekonomi, budaya, dan agama antara wilayah utara dan selatan semakin memunculkan ketegangan.
Pada tahun 2011, setelah serangkaian konflik yang berkepanjangan, Sudan Selatan memperoleh kemerdekaannya sebagai negara yang terpisah dari Sudan. Referendum kemerdekaan diselenggarakan pada bulan Januari 2011, dan sebagian besar penduduk Sudan Selatan memilih untuk memisahkan diri dari Sudan.
Sejak itu, Sudan dan Sudan Selatan telah menjadi dua negara yang berdaulat secara terpisah. Meskipun terdapat berbagai tantangan di kedua negara tersebut, baik Sudan maupun Sudan Selatan terus berusaha untuk membangun masa depan yang lebih stabil dan sejahtera bagi rakyat mereka.
Selain konflik kedua negara, perbatasan mereka juga diwarnai terror oleh kelompok pemberontak. Ulah kelompok pemberontak ini mengakibatkan jatuhnya korban jiwa di kalangan sipil. Selain itu, jutaan warga sipil lain juga terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
Israel dikenal memiliki riwayat konflik dengan negara-negara Arab, termasuk Suriah. Sejak didirikan pada 1948, Israel terlibat perang dengan Suriah.
Salah satu puncak perselisihan antara Israel dan Suriah adalah klaim Tel Aviv atas Dataran Tinggi Golan. Akibat konflik ini, banyak korban jiwa berjatuhan.
Yaman dan Arab Saudi memiliki perbatasan yang membentang lebih dari 1.000 mil. Mengutip World Atlas, kedua negara ini telah terlibat konflik kekerasan sejak beberapa dekade terakhir.
Melihat peningkatan senjata selundupan untuk kelompok teroris serta semakin banyaknya pengungsi (dari Ethiopia, Yaman, Somalia), Arab Saudi membangun tembok pembatas senilai miliaran dolar AS. Tujuannya untuk membatasi gerak kelompok bersenjata dan mengadang arus pengungsi.
Perbatasan Nigeria-Chad dikenal berbahaya karena keberadaan kelompok teror mematikan di dunia, yakni pemberontak Boko Haram. Eksistensi kelompok ini telah menimbulkan banyak kekerasan dan membuat lebih dari 17.000 orang mengungsi.
Kedua negara sejatinya telah melakukan berbagai langkah, seperti membuat operasi militer gabungan. Namun, keberadaan Boko Haram belum bisa ditumpas sepenuhnya dan masih kerap memunculkan teror.
Pada tahun 2011, setelah serangkaian konflik yang berkepanjangan, Sudan Selatan memperoleh kemerdekaannya sebagai negara yang terpisah dari Sudan. Referendum kemerdekaan diselenggarakan pada bulan Januari 2011, dan sebagian besar penduduk Sudan Selatan memilih untuk memisahkan diri dari Sudan.
Sejak itu, Sudan dan Sudan Selatan telah menjadi dua negara yang berdaulat secara terpisah. Meskipun terdapat berbagai tantangan di kedua negara tersebut, baik Sudan maupun Sudan Selatan terus berusaha untuk membangun masa depan yang lebih stabil dan sejahtera bagi rakyat mereka.
Selain konflik kedua negara, perbatasan mereka juga diwarnai terror oleh kelompok pemberontak. Ulah kelompok pemberontak ini mengakibatkan jatuhnya korban jiwa di kalangan sipil. Selain itu, jutaan warga sipil lain juga terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
5. Israel-Suriah
Israel dikenal memiliki riwayat konflik dengan negara-negara Arab, termasuk Suriah. Sejak didirikan pada 1948, Israel terlibat perang dengan Suriah.
Salah satu puncak perselisihan antara Israel dan Suriah adalah klaim Tel Aviv atas Dataran Tinggi Golan. Akibat konflik ini, banyak korban jiwa berjatuhan.
6. Yaman-Arab Saudi
Yaman dan Arab Saudi memiliki perbatasan yang membentang lebih dari 1.000 mil. Mengutip World Atlas, kedua negara ini telah terlibat konflik kekerasan sejak beberapa dekade terakhir.
Melihat peningkatan senjata selundupan untuk kelompok teroris serta semakin banyaknya pengungsi (dari Ethiopia, Yaman, Somalia), Arab Saudi membangun tembok pembatas senilai miliaran dolar AS. Tujuannya untuk membatasi gerak kelompok bersenjata dan mengadang arus pengungsi.
7. Nigeria-Chad
Perbatasan Nigeria-Chad dikenal berbahaya karena keberadaan kelompok teror mematikan di dunia, yakni pemberontak Boko Haram. Eksistensi kelompok ini telah menimbulkan banyak kekerasan dan membuat lebih dari 17.000 orang mengungsi.
Kedua negara sejatinya telah melakukan berbagai langkah, seperti membuat operasi militer gabungan. Namun, keberadaan Boko Haram belum bisa ditumpas sepenuhnya dan masih kerap memunculkan teror.
(mas)
Lihat Juga :