Kuba Sebut Kapal Selam Nuklir AS di Teluk Guantanamo Eskalasi Provokatif

Rabu, 12 Juli 2023 - 04:23 WIB
loading...
Kuba Sebut Kapal Selam...
Kuba sebut keberadaan kapal selam nuklir AS di Teluk Guantanamo eskalasi provokatif. Foto/Ilustrasi
A A A
HAVANA - Pihak berwenang Kuba mengatakan Amerika Serikat (AS) baru-baru ini memiliki kapal selam bertenaga nuklir di pangkalan militernya di Teluk Guantanamo. Kuba menyebut tindakan itu sebagai "eskalasi provokatif" ketegangan beberapa minggu setelah Washington menuduh bahwa ada pangkalan mata-mata China di Pulau.

"Kehadiran kapal selam nuklir di sana pada saat ini membuat kita perlu bertanya-tanya apa alasan militer di balik tindakan ini di wilayah dunia yang damai ini," kata Kementerian Luar Negeri Kuba dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari Channel News Asia, Rabu (12/7/2023).

Kementerian Kuba tidak merinci apakah kapal selam itu dipersenjatai. Dikatakan kapal selam itu berada di pangkalan angkatan laut AS di Teluk Guantanamo dari 5 Juli hingga 8 Juli.

Pernyataan kementerian Kuba memperingatkan bahaya beredar kapal selam nuklir dan angkatan bersenjata di seluruh Karibia, menambahkan bahwa sejarah pangkalan militer AS di seluruh wilayah mengancam kedaulatan rakyatnya.

Kementerian itu juga menegaskan kembali seruan kepada Amerika Serikat untuk mengakhiri kehadiran militernya di pulau itu, dengan mengatakan bahwa hal itu hanya akan membuat marah hak kedaulatan Kuba dan melakukan tindakan penahanan, penyiksaan, dan pelanggaran hak asasi manusia secara sistemik.

Baca Juga: China Bangun Pangkalan Mata-mata Rahasia di Dekat AS, Gedung Putih Meremehkan

Kementrian itu menambahkan bahwa para pemimpin militer AS telah membuat rencana publik untuk menggunakan "kemampuan perang" mereka untuk mewujudkan ambisi AS atas sumber daya alam di kawasan itu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Trump: Kesepakatan Nuklir...
Trump: Kesepakatan Nuklir Batal Jika Arab Saudi Tak Normalisasi Hubungan dengan Israel
Iran Serang Fasilitas...
Iran Serang Fasilitas CIA di Arab Saudi dan Irak, AS Curiga Rusia Terlibat
Rekomendasi
Hasil Piala AFF 2026:...
Hasil Piala AFF 2026: Vietnam Pesta 7 Gol ke Gawang Timor Leste
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Tanamkan Peduli Lingkungan Usia Dini
Wajah Baru Lotte Mart...
Wajah Baru Lotte Mart Wholesale Serang Tawarkan Pengalaman Belanja dan Kuliner dalam Satu Destinasi
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved