5 Alasan Kenapa AS Bersikeras Mengirim Bom Cluster ke Ukraina

Selasa, 11 Juli 2023 - 14:36 WIB
loading...
A A A
Beberapa ahli mengatakan bahwa dengan menggunakan bom curah untuk menekan tembakan musuh dari parit, pasukan Ukraina dapat memperoleh waktu yang berharga untuk membantu mereka membersihkan jalan melalui ladang ranjau Rusia.

Tetapi yang lain mengatakan tidak perlu bagi mereka, dengan alasan bahwa berbagai jenis senjata konvensional dapat melakukan pekerjaan itu dengan baik.

Ini bukanlah keputusan yang mudah bagi Washington, dan sangat tidak disukai oleh banyak pendukung Demokrat dan hak asasi manusia. Perdebatan telah berlangsung setidaknya selama enam bulan.

5. Membongkar Kemunafikan AS


5 Alasan Kenapa AS Bersikeras Mengirim Bom Cluster ke Ukraina

Foto/Reuters

Efek langsungnya adalah merobohkan sebagian besar landasan moral yang diduduki Washington dalam perang ini.

Berbagai dugaan kejahatan perang Rusia didokumentasikan dengan baik, tetapi langkah ini kemungkinan akan menimbulkan tuduhan kemunafikan AS.

Bom cluster adalah senjata yang mengerikan dan sembarangan yang dilarang di sebagian besar dunia karena alasan yang baik.

Langkah AS ini pasti akan membuatnya agak berselisih dengan sekutu Baratnya dan setiap perpecahan yang dirasakan dalam aliansi itu adalah apa yang diinginkan dan dibutuhkan oleh Presiden RusiaVladimirPutin.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
RUU Integrasi Militer...
RUU Integrasi Militer AS-Israel Dianggap Ancaman Eksistensial, Anggota Kongres Diseru Menolak
Trump Setujui Kesepakatan...
Trump Setujui Kesepakatan Nuklir Arab Saudi yang Memungkinkan Pengayaan Uranium
Trump Ingin Terus Serang...
Trump Ingin Terus Serang Iran dari Pangkalan Militer Inggris
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Ledakan Dahsyat Runtuhkan...
Ledakan Dahsyat Runtuhkan Terowongan di India, Tewaskan 12 Pekerja
Perang Makin Sengit,...
Perang Makin Sengit, Iran Siapkan Kemungkinan Perang Darat Lawan AS
Rekomendasi
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
China Targetkan 1,6...
China Targetkan 1,6 Juta Truk Listrik pada Tahun 2030
Koalisi Sipil Tolak...
Koalisi Sipil Tolak Pelibatan Babinsa dalam Pengawasan Pajak, Dinilai Ancam Supremasi Sipil
Berita Terkini
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
CIA Akui Agresi AS ke...
CIA Akui Agresi AS ke Iran Gagal Total, Ini 4 Indikatornya
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved