Sulit Dijual karena Terlarang, AS Kirim Bom Cluster ke Ukraina

Selasa, 11 Juli 2023 - 12:45 WIB
loading...
A A A
Dilihat dari perkembangan konflik dan prospek perdamaian, imbuh dia, penggunaan bom curah, seperti ranjau pada umumnya, bisa menjadi taktik medan perang yang membekukan wilayah daratan dan jalur transportasi, serta menghancurkan menghancurkan penggunaan wilayah di mana mereka ditempatkan atau digunakan.

“Penggunaan bom cluster tampaknya menjadi bagian dari tahap terakhir pertempuran darat tradisional, sebuah fase yang memfasilitasi pembentukan perbatasan baru, dan berakhirnya pertempuran aktif,” kata Kwiatkowski.

Ukraina, sementara itu, kata Kwiatkowski, sejauh ini menunjukkan catatan pengekangan dan akuntabilitas yang buruk dalam penggunaan semua sistem senjata lain yang dipasok oleh Amerika Serikat dan sekutunya dan tidak ada alasan untuk menganggap itu akan menunjukkan tanggung jawab atau perhatian lebih dalam penggunaan munisi tandan.

Kwiatkowski juga membidik standar ganda yang digunakan oleh media Barat dalam cara mereka memutarbalikkan penggunaan amunisi.

“Pada tahun 2022, media Barat berulang kali membahas bagaimana laporan penggunaan bom curah oleh Rusia di wilayah Ukraina lebih sering membunuh, melukai, dan meneror penduduk sipil,” kenang Kwiatkowski.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Trump: Kesepakatan Nuklir...
Trump: Kesepakatan Nuklir Batal Jika Arab Saudi Tak Normalisasi Hubungan dengan Israel
6 Calon Sekjen PBB Debat,...
6 Calon Sekjen PBB Debat, Paparkan Atasi Konflik Global di Masa Depan
Rekomendasi
Tingkatkan Nilai Jual...
Tingkatkan Nilai Jual TBS, 133 Pekebun Muara Enim Ikuti Pelatihan Panen Sawit
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
Wajah Baru Lotte Mart...
Wajah Baru Lotte Mart Wholesale Serang Tawarkan Pengalaman Belanja dan Kuliner dalam Satu Destinasi
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
15 Perang yang Melibatkan...
15 Perang yang Melibatkan Tentara AS, Pernah Kalah karena 60.000 Pasukan Tewas Sia-sia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved