Tragisnya Kawin Sedarah Keluarga di AS: Anak-anaknya Tak Bisa Bicara, Hanya Menggonggong
Selasa, 11 Juli 2023 - 09:22 WIB
loading...
Generasi hasil kawin sedarah dari keluarga Whittaker di Amerika Serikat. Kerabat mereka menderita cacat genetik karena orangtua mereka bersaudara atau kawin sedarah. Foto/Soft White Underbelly/Youtube
A
A
A
WASHINGTON - Sebuah keluarga di Amerika Serikat (AS) memiliki anak-anak yang menderita cacat genetik yang memilukan akibat kawin sedarah antarsaudara.
Alih-alih mampu berbicara, sebagian dari anak itu hanya bisa mendengus dan menggonggong ketika berkomunikasi.
Kondisi itu dialami oleh keluarga Whittaker di Virginia, AS.
Perkawinan sedarah dimulai dengan sepasang saudara kembar identik, Henry dan John Whittaker, yang anak-anaknya menikah dan memiliki total 15 anak—sebagian menderita cacat fisik dan mental.
Baca Juga: Jatuh Cinta dan Berhubungan Seks, Pria dan Adik Kandungnya Miliki 4 Anak
Tinggal di desa Odd, yang berjarak 75 mil dari Charleston, keluarga Whittaker tidak dapat mengingat banyak tentang orang tua atau anggota keluarga lainnya dan tidak mengetahui bahwa masalah genetika mereka disebabkan oleh perkawinan sedarah.
![Tragisnya Kawin Sedarah Keluarga di AS: Anak-anaknya Tak Bisa Bicara, Hanya Menggonggong]()
Foto/Mail Online
Henry dan istrinya; Sally, memiliki tujuh anak, termasuk John Emory Whittaker pada tahun 1913.
Sementara John dan pasangannya; Ada Riggs, yang merupakan sepupu pertamanya, memiliki sembilan anak, termasuk Gracie Irene Whittaker pada tahun 1920.
John dan Gracie, yang merupakan sepupu ganda dan berbagi kedua pasang kakek-nenek, menikah pada tahun 1935 dan memiliki 15 anak.
Banyak dari anak-anak mereka memiliki sejumlah gangguan fisik dan mental yang parah, yang diyakini sebagai akibat perkawinan sedarah.
Anak sulung mereka, Aileen, meninggal dunia pada Juni 1997 setelah menderita serangan jantung, sedangkan anak laki-laki tertua Emery meninggal sebulan setelah lahir pada 1938 setelah menderita radang paru-paru.
Betty, yang lahir pada tahun 1952, telah mengambil peran sebagai ibu keluarga dan berjanji kepada ibunya bahwa dia tidak akan menikah agar dia dapat menjaga 14 saudara kandungnya.
Ray dan Lorene, yang memiliki seorang putra bernama Timmy yang lahir pada tahun 1979, keduanya tampaknya tidak dapat berbicara dan hanya dapat berkomunikasi melalui dengusan dan gonggongan.
Alih-alih mampu berbicara, sebagian dari anak itu hanya bisa mendengus dan menggonggong ketika berkomunikasi.
Kondisi itu dialami oleh keluarga Whittaker di Virginia, AS.
Perkawinan sedarah dimulai dengan sepasang saudara kembar identik, Henry dan John Whittaker, yang anak-anaknya menikah dan memiliki total 15 anak—sebagian menderita cacat fisik dan mental.
Baca Juga: Jatuh Cinta dan Berhubungan Seks, Pria dan Adik Kandungnya Miliki 4 Anak
Tinggal di desa Odd, yang berjarak 75 mil dari Charleston, keluarga Whittaker tidak dapat mengingat banyak tentang orang tua atau anggota keluarga lainnya dan tidak mengetahui bahwa masalah genetika mereka disebabkan oleh perkawinan sedarah.

Foto/Mail Online
Henry dan istrinya; Sally, memiliki tujuh anak, termasuk John Emory Whittaker pada tahun 1913.
Sementara John dan pasangannya; Ada Riggs, yang merupakan sepupu pertamanya, memiliki sembilan anak, termasuk Gracie Irene Whittaker pada tahun 1920.
John dan Gracie, yang merupakan sepupu ganda dan berbagi kedua pasang kakek-nenek, menikah pada tahun 1935 dan memiliki 15 anak.
Banyak dari anak-anak mereka memiliki sejumlah gangguan fisik dan mental yang parah, yang diyakini sebagai akibat perkawinan sedarah.
Anak sulung mereka, Aileen, meninggal dunia pada Juni 1997 setelah menderita serangan jantung, sedangkan anak laki-laki tertua Emery meninggal sebulan setelah lahir pada 1938 setelah menderita radang paru-paru.
Betty, yang lahir pada tahun 1952, telah mengambil peran sebagai ibu keluarga dan berjanji kepada ibunya bahwa dia tidak akan menikah agar dia dapat menjaga 14 saudara kandungnya.
Ray dan Lorene, yang memiliki seorang putra bernama Timmy yang lahir pada tahun 1979, keduanya tampaknya tidak dapat berbicara dan hanya dapat berkomunikasi melalui dengusan dan gonggongan.
Lihat Juga :