Ukraina pada Penentang Bom Tandan: Pergilah ke Neraka!
Senin, 10 Juli 2023 - 18:01 WIB
loading...
A
A
A
Menjelaskan keputusannya, Biden mengutip kekurangan amunisi konvensional karena tingkat konsumsi Ukraina yang tinggi selama serangan balasan yang sedang berlangsung.
Pergeseran kebijakan Biden dikritik beberapa sekutu NATO Amerika, termasuk Kanada, Spanyol, dan Inggris.
Melnik bereaksi dengan marah terhadap tweet Stenger. "Persetan dengan saran Anda, Ralph Stegner dan lainnya," tweet diplomat Ukraina itu pada Sabtu.
“Kamu tidak tahu apa yang kamu bicarakan. Pernahkah Anda berperang di Ukraina selama 500 hari? Apakah Anda merasakan penderitaan rakyat? Jika tidak, tetaplah duduk di sofa Biedermeier Anda,” tegas Melnik.
Melnik menjabat sebagai duta besar Ukraina untuk Jerman dari 2015 hingga Oktober lalu, ketika dia dipanggil kembali ke Kiev setelah dia secara terbuka menyatakan kekagumannya pada Stepan Bandera, seorang kolaborator Nazi Ukraina yang dianggap sebagai pahlawan oleh kaum nasionalis Ukraina.
Sebelum pemecatannya, Melnik berulang kali menuduh pemerintah Jerman terlalu lambat untuk memberikan bantuan militer, dan menyebut Kanselir Scholz sebagai "sosis hati yang tersinggung" atas keengganannya mengunjungi Kiev.
Pergeseran kebijakan Biden dikritik beberapa sekutu NATO Amerika, termasuk Kanada, Spanyol, dan Inggris.
Melnik bereaksi dengan marah terhadap tweet Stenger. "Persetan dengan saran Anda, Ralph Stegner dan lainnya," tweet diplomat Ukraina itu pada Sabtu.
“Kamu tidak tahu apa yang kamu bicarakan. Pernahkah Anda berperang di Ukraina selama 500 hari? Apakah Anda merasakan penderitaan rakyat? Jika tidak, tetaplah duduk di sofa Biedermeier Anda,” tegas Melnik.
Melnik menjabat sebagai duta besar Ukraina untuk Jerman dari 2015 hingga Oktober lalu, ketika dia dipanggil kembali ke Kiev setelah dia secara terbuka menyatakan kekagumannya pada Stepan Bandera, seorang kolaborator Nazi Ukraina yang dianggap sebagai pahlawan oleh kaum nasionalis Ukraina.
Sebelum pemecatannya, Melnik berulang kali menuduh pemerintah Jerman terlalu lambat untuk memberikan bantuan militer, dan menyebut Kanselir Scholz sebagai "sosis hati yang tersinggung" atas keengganannya mengunjungi Kiev.
Lihat Juga :