5 Fakta Perang 500 Hari antara Rusia dan Ukraina

Sabtu, 08 Juli 2023 - 22:05 WIB
loading...
A A A
Sebuah laporan Bank Dunia pada bulan Maret 2023 menyatakan bahwa Ukraina akan membutuhkan biaya USD411 miliar selama 10 tahun ke depan untuk membangun kembali setelah perang tersebut. Itu mencapai dua kali produk domestik bruto sebelum perang.

Perekonomian dan bisnis telah mengalami kehancuran yang signifikan. Jumlah kerugian mencapai USD11,3 miliar.

Jumlah yang diperkirakan akan meningkat seiring dengan berlanjutnya perang. Biaya kerusakan sektor pertanian Ukraina yang biasanya tumbuh subur mencapai sekitar USD8,7 miliar.

5. 20% Wilayah Ukraina Dikuasai Rusia

5 Fakta Perang 500 Hari antara Rusia dan Ukraina

Foto/Reuters

Setahun yang lalu, lebih dari 20% wilayah Ukraina dianggap diduduki setelah Rusia merebut kota-kota utama dan pelabuhan strategis.

Namun, perkiraan itu sekarang kurang dari 20 persen dan menurut beberapa peneliti, bisa serendah 17%, karena Ukraina berjuang untuk membebaskan tanahnya.

Pada bulan-bulan pertama perang, pasukan Rusia bergerak cepat untuk merebut wilayah dari timur laut Ukraina, yaitu di sekitar ibu kota, Kyiv, dan kota terbesar kedua di negara itu, Kharkiv.

Di bagian lain Ukraina, Rusia telah menguasai daerah sekitar Kherson, Mariupol, dan banyak desa di timur. Namun, upaya Moskow terhambat oleh perlawanan kuat Ukraina, masalah logistik, dan masuknya senjata Barat untuk mendukung Ukraina.

Serangan balasan besar pertama Ukraina menghasilkan perebutan kembali wilayah di sekitar Kharkiv dan Kherson. Pada awal Juni, Ukraina meluncurkan serangan balasan lain yang diantisipasi secara luas untuk merebut kembali wilayah di timur dan selatan, tetapi sejauh ini kemajuannya lambat.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
AS dan Iran Kembali...
AS dan Iran Kembali Saling Serang Pasca-Tandatangani Perjanjian Damai
Efisiensi, Malaysia...
Efisiensi, Malaysia Tambah WFH bagi PNS Jadi 2 Hari Setiap Pekan
Rekomendasi
Bukan Perintah Menyerang,...
Bukan Perintah Menyerang, Ini Ayat Al-Quran yang Mengizinkan Perang
Indonesia Butuh Koalisi...
Indonesia Butuh Koalisi Advokasi untuk Percepat Adopsi Inovasi Kesehatan
Ancaman PHK Masih Mengintai,...
Ancaman PHK Masih Mengintai, Said Iqbal: Dipicu Kenaikan Harga BBM dan Relokasi Pabrik
Berita Terkini
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
8 Pangkalan Militer...
8 Pangkalan Militer AS Diserang Iran, IRGC: Selat Hormuz Milik Kita
AS dan Iran Saling Serang...
AS dan Iran Saling Serang Lagi, Apakah Masih Ada Harapan Perdamaian di Timur Tengah?
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved