Belarusia Tawarkan Tampung Biarawan Jika Diusir Ukraina dari Kiev-Pechersk Lavra

Rabu, 05 Juli 2023 - 10:01 WIB
loading...
Belarusia Tawarkan Tampung...
Umat mengikuti prosesi keagamaan di Kiev-Pechersk Lavra, Ukraina. Foto/sputnik
A A A
MINSK - Gereja Ortodoks Belarusia pada Selasa (4/7/2023) menawarkan menampung para biarawan yang menghadapi pengusiran oleh Ukraina dari kompleks biara bersejarah Kiev-Pechersk Lavra.

"Sinode Gereja Ortodoks Belarusia menegaskan jika terjadi pengusiran paksa dari Kiev-Pechersk Lavra, para biarawan dapat melanjutkan kehidupan monastik mereka di dalam biara Gereja Ortodoks Belarusia," papar pernyataan Gereja Ortodoks Belarusia.

Dewan Gereja mendesak Ukraina melindungi biara gua dari penjarahan dan pendetanya dari penggusuran setelah tinggal di sana selama beberapa dekade.

Akses ke Kiev-Pechersk Lavra di Kiev akan dibatasi mulai 5 Juli, dan orang akan diizinkan mengunjungi wilayah Lavra mulai pukul 09.00 hingga 18.00, menurut situs web resmi biara.

Kepala Departemen Informasi dan Pendidikan Sinode Gereja Ortodoks Ukraina, Metropolitan Clement, mengatakan pada Rabu bahwa keputusan untuk membatasi akses ke Lavra merupakan hambatan bagi kegiatan keagamaan dan pelaksanaan ritual keagamaan.

"Pertama-tama, peraturan ini ilegal. Banyak biarawan tinggal di biara dan telah terdaftar untuk tinggal di sana selama beberapa dekade. Tidak ada yang berhak membatasi akses mereka ke tempat tinggal mereka tanpa keputusan pengadilan," ungkap Metropolitan Clement kepada outlet berita Ukraina Strana.

Baca juga: Ukraina Ingin Lebih Banyak Jet Tempur Barat, Bukan Hanya F-16

Mereka menambahkan, keputusan itu tidak akan mengizinkan umat beriman untuk menghadiri awal liturgi yang dimulai sebelum jam 9, serta para peziarah tidak bisa beribadah di dalam gua.

Ketegangan antara pemerintah Ukraina dan Gereja Ortodoks Ukraina kanonik meningkat tahun lalu setelah Rusia meluncurkan operasi militernya di Ukraina pada Februari 2022.

Pintu masuk "bawah" ke biara akan ditutup secara permanen mulai Rabu.

Kiev menuduh para biksu melanggar kontrak sewa dan memerintahkan mereka untuk mengosongkan Lavra.

Menteri Kebudayaan Ukraina Oleksandr Tkachenko mengatakan para biarawan dapat tinggal di Lavra selama mereka bergabung dengan Gereja Ortodoks Ukraina non-kanonik yang baru didirikan, yang ditolak para biarawan.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Skandal Kerajaan, Putra...
Skandal Kerajaan, Putra dari Putri Mahkota Norwegia Divonis Penjara atas Tuduhan Pemerkosaan
8 Fakta Eton College,...
8 Fakta Eton College, Sekolah Elite Pilihan Pangeran George yang Biayanya Rp1,4 Miliar!
Rekomendasi
Refly Harun Ungkap Dokter...
Refly Harun Ungkap Dokter Tifa Pakai Baju Tahanan atas Kesadaran Sendiri: Biar Dunia Tahu Kalau Kezaliman Terjadi
Dokter Tifa Pakai Kursi...
Dokter Tifa Pakai Kursi Roda hingga Dibopong usai Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri
PPM sebagai Solusi Ketahanan...
PPM sebagai Solusi Ketahanan Nasional di Bawah Naungan Bacadnas
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved