Siap Menghadapi Ancaman Pertempuran Darat, India dan China Andalkan 3 Jenis Tank Ringan

Selasa, 04 Juli 2023 - 06:16 WIB
loading...
Siap Menghadapi Ancaman...
India dan China membeli dan mengembangkan tank ringan untuk bersiap dalam ekskalasi konflik di perbatasan. Foto/Reuters
A A A
NEW DELHI - Tiga tahun setelah bentrokan mematikan pertama di perbatasan Himalaya yang disengketakan India dan China dalam beberapa dekade, kedua negara tersebut tetap tegang.

Negosiasi berulang selalu gagal. Tentara China dan India terluka dalam perkelahian lain di bulan Desember. Kedua negara terus membangun kekuatan militer dan infrastruktur di sekitar titik panas di perbatasan.

Bagian penting dari konflik tersebut adalah pengerahan tank ringan China, yang dapat bermanuver dengan baik di daerah pegunungan dan menyebar dengan cepat dalam jumlah besar. Kehadiran mereka telah mengungkap kekurangan dalam persediaan lapis baja militer India, yang sangat bergantung pada tank tempur utama yang berjuang di ketinggian.

Baca Juga: 8 Alasan AS Butuh India, Nomor 3 Menghancurkan Aliansi BRICS

Berikut adalah 3 jenis kendaraan tempur yang dibeli India dan dikembangkan China untuk menyiapkan diri ketika terjadi perang antar kedua negara.

1. Tank Ringan

Siap Menghadapi Ancaman Pertempuran Darat, India dan China Andalkan 3 Jenis Tank Ringan

Foto/Reuters

Tank ringan dimaksudkan untuk memberikan dukungan langsung kepada infanteri melawan posisi musuh. Desain tank tersebut menekankan pada kecepatan dan kemampuan manuver dengan dengan fokus pada daya tembak.

Ketertarikan pada tank ringan tumbuh dan tidak terbatas pada India dan China — AS dan Jepang juga berinvestasi kembali dalam konsep tersebut. Tetapi kebutuhan China dan India sangat jelas, karena medan yang memisahkan mereka sangat sulit untuk tank tempur utama.

Hal ini dibuktikan pada tahun 2020 dan 2021, sebagai akibat dari bentrokan perbatasan yang mematikan di Ladakh yang menewaskan 20 tentara India dan setidaknya empat tentara China, kedua negara mengerahkan unit lapis baja ke bagian Himalaya dengan ketinggian 11.000 kaki atau lebih.

Insider melaporkan, tekanan udara rendah di ketinggian tersebut menghambat kinerja mesin tank, dan suhu beku memaksa tentara untuk menyalakan kendaraan lapis baja mereka hingga 30 menit setiap dua atau tiga jam untuk mencegah komponen mesin membeku. Kendaraan yang lebih berat juga bermasalah dengan medan.

Terlepas dari kesulitan untuk kendaraan lapis baja, tidak ada pihak yang mau mengerahkan pasukan ke daerah tersebut tanpa mereka, sebagian besar karena peran penting tank masih dimainkan di medan perang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
4 Operasi Militer Berani...
4 Operasi Militer Berani yang Berakhir Bencana, dari Invasi Teluk Babi hingga Cakar Elang
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
China Perluas Pengaruh...
China Perluas Pengaruh di Kirgizstan, Warga Khawatir soal Kedaulatan
Filipina dan China Bentrok,...
Filipina dan China Bentrok, 1 Tentara Terluka
Pendukung Partai Kecoa...
Pendukung Partai Kecoa Kembali Turun ke Jalan, Apa yang Dituntut?
Mengancam Bumi, China...
Mengancam Bumi, China Siap Pindahkan Asteroid 2015 XF261
UU Etnis Kontroversial...
UU Etnis Kontroversial China Mulai Diberlakukan, Berpotensi Hapus Identitas Budaya Minoritas
PM Jepang Takaichi:...
PM Jepang Takaichi: Akhirnya Saya Bisa Tidur 5 Jam, Nyetrika dan Jahit!
Rekomendasi
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
Berita Terkini
4 Fakta Gunung Pickaxe,...
4 Fakta Gunung Pickaxe, Fasilitas Rahasia Nuklir Iran yang Jadi Target Serangan AS
Siapa Khalil al-Hayya?...
Siapa Khalil al-Hayya? Pemimpin Baru Hamas yang Dikenal sebagai Tangan Kanan Iran di Gaza
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
Infografis
3 Jenis Orangutan yang...
3 Jenis Orangutan yang Ada di Indonesia dan Terancam Punah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved