Ukraina Tidak Bisa Beli Senjata China, Ini Alasannya

Senin, 03 Juli 2023 - 19:30 WIB
loading...
Ukraina Tidak Bisa Beli...
Drone quadcopters DJI Mavic buatan China. Foto/REUTERS
A A A
KIEV - Wakil Menteri Pertahanan Ukraina Vitaly Deinega menyatakan Kiev tidak membeli senjata China untuk menghindari merusak hubungan dengan Amerika Serikat (AS).

Pejabat itu berkomentar saat membahas pentingnya drone dalam peperangan modern.

"Sejauh yang dijelaskan kepada saya... kami tidak dapat membeli apa pun dari China agar tidak merusak hubungan kami dengan AS," papar Deinega kepada outlet berita Ukraina Leviy Bereg pada Senin (3/7/2023).

Pejabat itu sedang mendiskusikan penggunaan quadcopters DJI Mavic buatan China oleh pasukan Ukraina.

“Pasukan Kiev memiliki pesawat dalam jumlah besar tetapi bergantung pada pembelian oleh sukarelawan untuk persediaan, karena ada posisi Kementerian Pertahanan tidak dapat memperolehnya,” ujar Deinega.

Dia mengakui Rusia saat ini memiliki keunggulan drone melawan Ukraina, tetapi mengklaim situasinya pada akhirnya akan berubah.

“Setiap hari kami akan mendapatkan beberapa jenis drone baru. Mari kita lihat apa yang telah kami peroleh dalam satu setengah tahun perang: drone angkatan laut, drone darat,” papar Deinega.

Baca juga: Komandan Ukraina Mengeluh tentang Tank Prancis

Dia bersikeras drone akan menjadi faktor kunci dalam pertempuran di masa depan dan Ukraina akan menjadi sumber inovasi bagi Barat.

“(Di masa depan) kami dan Rusia akan memiliki perbedaan yang sama dengan kendaraan militer kami,” ungkap Deinega.

Dia menunjukkan bahwa perangkat keras Barat yang disediakan untuk Kiev lebih unggul daripada yang dimiliki Moskow.

“Drone Barat akan lebih mahal daripada drone dari 'poros kejahatan' Rusia, Iran, dan negara serupa lainnya. Mereka akan lebih mahal, lebih maju secara teknologi, dan lebih presisi,” ujar Deinega.

Laporan mengklaim ketakutan pembalasan dari Washington mendorong pemerintah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk menorpedo penjualan manufaktur raksasa Motor Sich kepada investor China.

Pembuat mesin helikopter militer era Soviet telah dijadwalkan dijual kepada pembeli asing selama bertahun-tahun, meskipun dinas keamanan Ukraina menentang langkah tersebut.

Kiev memberi sanksi kepada pembeli potensial Motor Sich dari China pada Januari 2021, memblokir transfer aset dan kemungkinan kontrol manajerial.

Ukraina menasionalisasi perusahaan satu tahun kemudian, sementara kepala lama Motor Sich Vyacheslav Boguslaev ditangkap karena diduga berurusan dengan Rusia Oktober lalu.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Trump Telah Teken Nota...
Trump Telah Teken Nota Kesepahaman AS-Iran, Ini Rincian 14 Poinnya
Langka, Trump Bela Hak...
Langka, Trump Bela Hak Iran Memiliki Rudal Balistik
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Trump Sebut Kesepakatan...
Trump Sebut Kesepakatan Damai dengan Iran Akan Ditandatangani pada Minggu, Ini Respons Teheran
Trump Ingin Buru-Buru...
Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran, Tak Menunggu 19 Juni
Rekomendasi
Kabar Duka, Mantan KSAL...
Kabar Duka, Mantan KSAL Laksamana TNI Purn Achmad Sutjipto Meninggal Dunia
Eksekusi Hotel Sultan...
Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, Simpatisan Lempari Polisi dan TNI dengan Batu
Biaya Pernikahan Jennifer...
Biaya Pernikahan Jennifer Coppen dan Justin Hubner Tembus Rp6 Miliar
Berita Terkini
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Infografis
J-36 China Diklaim Bisa...
J-36 China Diklaim Bisa Pecundangi Pesawat Pengebom B-21 AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved