Punya Anak, Perusahaan China Akan Bayar Karyawannya Rp2 Triliun
Sabtu, 01 Juli 2023 - 13:16 WIB
loading...
A
A
A
Beijing membatalkan kebijakan "satu anak" selama puluhan tahun pada tahun 2015, awalnya mengizinkan pasangan menikah untuk memiliki dua anak. Namun setelah kenaikan singkat pada tahun 2016, angka kelahiran nasional terus turun.
Masalah ini menjadi perhatian utama para pembuat kebijakan, karena dapat memiliki implikasi yang mendalam bagi negara. Ini menambah masalah populasi yang menua, dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, dan mengurangi pendapatan pajak dan iuran ke sistem pensiun yang sudah tegang.
Di Trip.com, semua karyawan penuh waktu yang telah bekerja untuk perusahaan selama tiga tahun akan memenuhi syarat untuk mendapatkan bonus, terlepas dari jenis kelamin, posisi, atau lokasi pekerjaan mereka, kata perusahaan itu dalam pernyataan kedua dalam bahasa China.
“Saya selalu menyarankan agar pemerintah memberikan uang kepada keluarga dengan anak-anak … untuk mengurangi biaya membesarkan anak keluarga dan membantu lebih banyak anak muda memenuhi keinginan mereka untuk memiliki banyak anak,” kata Liang dalam pernyataan itu.
“Perusahaan juga dapat berperan dalam kemampuan mereka sendiri untuk membangun lingkungan reproduksi yang menguntungkan,” tambahnya.
Ada contoh perusahaan lain yang memiliki kebijakan serupa. Beijing Dabeinong Technology, sebuah perusahaan pertanian, mengatakan tahun lalu akan memberikan bonus tunai 90.000 yuan (Rp186,6 juta) kepada karyawan jika mereka memiliki anak ketiga, menurut media pemerintah, termasuk China Securities Journal.
Baca Juga: Guru TK di Taiwan Dituduh Cekoki Anak-anak dengan Obat Bius
Masalah ini menjadi perhatian utama para pembuat kebijakan, karena dapat memiliki implikasi yang mendalam bagi negara. Ini menambah masalah populasi yang menua, dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, dan mengurangi pendapatan pajak dan iuran ke sistem pensiun yang sudah tegang.
Di Trip.com, semua karyawan penuh waktu yang telah bekerja untuk perusahaan selama tiga tahun akan memenuhi syarat untuk mendapatkan bonus, terlepas dari jenis kelamin, posisi, atau lokasi pekerjaan mereka, kata perusahaan itu dalam pernyataan kedua dalam bahasa China.
“Saya selalu menyarankan agar pemerintah memberikan uang kepada keluarga dengan anak-anak … untuk mengurangi biaya membesarkan anak keluarga dan membantu lebih banyak anak muda memenuhi keinginan mereka untuk memiliki banyak anak,” kata Liang dalam pernyataan itu.
“Perusahaan juga dapat berperan dalam kemampuan mereka sendiri untuk membangun lingkungan reproduksi yang menguntungkan,” tambahnya.
Ada contoh perusahaan lain yang memiliki kebijakan serupa. Beijing Dabeinong Technology, sebuah perusahaan pertanian, mengatakan tahun lalu akan memberikan bonus tunai 90.000 yuan (Rp186,6 juta) kepada karyawan jika mereka memiliki anak ketiga, menurut media pemerintah, termasuk China Securities Journal.
Baca Juga: Guru TK di Taiwan Dituduh Cekoki Anak-anak dengan Obat Bius
Lihat Juga :