Ketegangan Meningkat, AS-China Dikhawatirkan Memasuki Fase Perang Dingin
Senin, 27 Juli 2020 - 02:09 WIB
loading...
A
A
A
Oriana Skylar Mastro, seorang asisten profesor di Universitas Georgetown dan sarjana penduduk di American Enterprise Institute, mengatakan berbahaya berbicara tentang Perang Dingin dengan China.
"Situasi dengan China tidak seperti Perang Dingin. Di sisi positif, kami memiliki keterlibatan luas. Di sisi negatif, ada kemungkinan nyata perang panas antara kedua belah pihak ke tingkat yang tidak pernah ada dengan Uni Soviet," ungkapnya.
Dia mengatakan bahwa menggunakan lensa Perang Dingin mengarah pada tanggapan yang tidak efektif, termasuk Washington salah memandang Beijing sebagai ancaman ideologis. Mastro mengatakan bahwa China memiliki banyak pilihan untuk meredakan kekhawatiran AS, seperti menarik kembali sistem senjata di Laut Cina Selatan.
"Tapi, Beijing tidak akan melakukan ini karena secara fundamental salah paham terhadap penggerak kebijakan AS. Berpikir AS merespons penurunan kekuatannya sendiri, bahwa tidak peduli bagaimana Beijing bertindak, AS akan menyerang," katanya.
"Jadi, tidak ada dorongan untuk mencoba memodernasi ambisinya dan bagaimana upaya untuk mencapainya. Ini adalah kesalahan dan kegagalan China untuk melakukannya, untuk mencoba meyakinkan AS, dapat membawa kita ke dalam perang," ujarnya.
"Situasi dengan China tidak seperti Perang Dingin. Di sisi positif, kami memiliki keterlibatan luas. Di sisi negatif, ada kemungkinan nyata perang panas antara kedua belah pihak ke tingkat yang tidak pernah ada dengan Uni Soviet," ungkapnya.
Dia mengatakan bahwa menggunakan lensa Perang Dingin mengarah pada tanggapan yang tidak efektif, termasuk Washington salah memandang Beijing sebagai ancaman ideologis. Mastro mengatakan bahwa China memiliki banyak pilihan untuk meredakan kekhawatiran AS, seperti menarik kembali sistem senjata di Laut Cina Selatan.
"Tapi, Beijing tidak akan melakukan ini karena secara fundamental salah paham terhadap penggerak kebijakan AS. Berpikir AS merespons penurunan kekuatannya sendiri, bahwa tidak peduli bagaimana Beijing bertindak, AS akan menyerang," katanya.
"Jadi, tidak ada dorongan untuk mencoba memodernasi ambisinya dan bagaimana upaya untuk mencapainya. Ini adalah kesalahan dan kegagalan China untuk melakukannya, untuk mencoba meyakinkan AS, dapat membawa kita ke dalam perang," ujarnya.
Lihat Juga :