Putin Bersih-bersih Wagner, Anak Buah Prigozhin di Suriah Dilaporkan Ditangkap

Kamis, 29 Juni 2023 - 15:17 WIB
loading...
Putin Bersih-bersih...
Polisi militer Rusia dilaporkan tangkapi para komandan tentara bayaran Wagner Group ketika kelompok ini melakukan pemberontakan di Rusia. Foto/REUTERS
A A A
DAMASKUS - Sejumlah komandan tentara bayaran Wagner Group pimpinan Yevgeny Prigozhin dilaporkan telah diangkap dan ditahan di Suriah ketika Presiden Rusia Vladimir Putin mulai "bersih-bersih" kelompok tersebut atas upaya pemberontakannya.

Surat kabar Rusia, Kommersant, mengutip media Arab Saudi; Al-Hadat, melaporkan kepala unit Wagner Group ditangkap oleh polisi militer Rusia di kota As-Suwayda, Suriah barat daya. Tiga komandan Wagner Group berpangkat tinggi juga dilaporkan ditahan di Pangkalan Udara Khmeimim.

Menurut laporan Kommersant,Kamis (29/6/2023), polisi militer mendatangi markas besar Wagner di kota-kota Suriah; Deir ez-Zur, Hama, dan Damaskus.

Baca Jugaa: Bos Wagner Tinggalkan Kotak Berisi Uang Rp700 Miliar usai Kudeta Militer Rusia

Surat kabar itu juga melaporkan bahwa sebuah pesan muncul di saluran Telegram milik Dmitry Utkin, salah satu pendiri Wagner, yang membantah bahwa para komandan Wagner telah ditangkap di Suriah.

Situs web New Arab secara terpisah melaporkan pada hari Selasa lalu bahwa polisi militer Rusia, bersama dengan intelijen rezim Suriah, melakukan kampanye penangkapan terhadap para pemimpin, personel, dan pejabat perekrutan yang bekerja untuk Wagner Group di Suriah.

Wael Alwan, seorang peneliti di Bridges for Studies Center, mengatakan bahwa sekitar pukul 22.00 malam waktu setempat pada Sabtu—ketika upaya pemberontakan Prigozhin dimulai—polisi militer Rusia dan kelompok keamanan militer yang berafiliasi dengan rezim Suriah menangkap seorang perwakilan, dan tiga perwira—satu kolonel dan dua berpangkat letnan kolonel—Wagner Group di Pangkalan Udara Khmeimim.

Pada Sabtu pagi, para pemimpin, delegasi, dan perekrut Wagner ditangkap di Deir ez-Zur di Suriah timur, di Ibu Kota Suriah; Damaskus, dan di Al-Suqaylabiyah, sebuah kota Suriah yang didominasi Kristen Ortodoks Yunani.

Sore harinya, perwakilan perekrutan Wagner di wilayah As-Suwayda, di selatan negara itu, ditangkap.

Mereka semua, kata Alwan, dipindahkan ke Pangkalan Udara Khmeimim.

Wagner Group, yang didirikan pada 2014, telah dituduh melakukan "pekerjaan kotor" Rusia di berbagai negara termasuk Suriah, Libya, Republik Afrika Tengah, Sudan, Mozambik, dan Ukraina timur. Kontraktornya menghadapi tuduhan melakukan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) saat melakukannya.

Penggunaan tentara bayaran adalah ilegal menurut konstitusi Rusia. Negara itu telah membantah adanya hubungan antara pemerintah Rusia dan Wagner Group hingga Selasa ketika Putin secara terbuka mengakui bahwa Kremlin sepenuhnya mendanai dan memasok perusahaan militer swasta yang dijalankan oleh Prigozhin tersebut.

Putin sekarang mendorong untuk menegaskan kembali kendali setelah pemberontakan Prigozhin yang dibatalkan pada 24 Juni, yang berlangsung kurang dari 24 jam. Kelompok itu sempat melakukan apa yang mereka sebut "pawai untuk keadilan", bergerak maju dari Rusia selatan ke dalam jarak 120 mil dari Moskow.

Pasukan Wagner mundur dari pawai mereka ke ibu kota setelah Kremlin mengatakan kesepakatan telah ditengahi oleh Presiden Belarusia Alexander Lukashenko untuk menghindari "pertumpahan darah".

Kremlin mengatakan Prigozhin akan berangkat ke Belarusia dan tuntutan pidana terhadapnya akan dibatalkan.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Runtuhkan Dolar AS,...
Runtuhkan Dolar AS, Putin Kumpulkan 11 Pemimpin ASEAN Termasuk Indonesia
Mantan Menteri Kehakiman...
Mantan Menteri Kehakiman Korsel Divonis 25 Tahun Penjara Terkait Peran dalam Darurat Militer
Iran: Israel Ingin Sabotase...
Iran: Israel Ingin Sabotase Perjanjian Damai Iran-AS
Rekomendasi
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
Peserta Jumtek PMR-Relawan...
Peserta Jumtek PMR-Relawan Antusias Adu Tangkas Tandu Darurat hingga Belajar Bahasa Isyarat
Membangun Revolusi Pembiayaan...
Membangun Revolusi Pembiayaan Sosial Nasional Tanpa Membebani APBN
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
10 Negara dengan Jam...
10 Negara dengan Jam Kerja Terpendek di Dunia, Suriah Paling Singkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved