5 Senjata Wagner Group yang Bisa Membahayakan Putin

Senin, 26 Juni 2023 - 12:11 WIB
loading...
A A A
T-62 kurang rumit untuk dioperasikan dan membutuhkan perawatan yang lebih sedikit daripada T-72, menjadikannya pilihan optimal untuk tentara amatir.

T-62 pertama memasuki layanan pada tahun 1961 dengan mengintegrasikan senjata paling canggih di dunia, dua dekade lebih maju dari desain tank Barat dalam mengintegrasikan senjata dan putaran.

Senjata itu sendiri memberikan penetrasi lapis baja yang jauh lebih tinggi karena kecepatan moncongnya yang lebih besar. Tank pertama kali melihat pertempuran dalam konflik Arab-Israel pada awal 1970-an, di mana meskipun dikecewakan oleh pelatihan terbatas operator Mesir dan Suriah, mereka masih dianggap jauh lebih mampu daripada kendaraan Barat yang setara ketika ditangkap dan dianalisis oleh pasukan Israel.

Baca Juga: 5 Alasan Bos Wagner Menyerah, Nomor 4 Takut dengan Ramzan Kadyrov

3. Jet Tempur Su-25

5 Senjata Wagner Group yang Bisa Membahayakan Putin

Foto/Reuters

Melansir Insider, seberapa pilot Rusia itu mungkin bekerja untuk Wagner Group, kontraktor militer swasta yang terkenal karena kebrutalannya di Ukraina. Kelompok tentara bayaran menjadi terkenal karena menggunakan penjahat yang dibebaskan dari penjara Rusia dengan imbalan setuju untuk berperang di Ukraina.

Mantan pilot militer yang bekerja untuk Wagner termasuk dalam kategori terakhir. Seorang pensiunan jenderal angkatan udara Rusia bernama Kanamat Botashev adalah salah satunya.

Botashev ditembak jatuh dan dibunuh setelah dia mengajukan diri untuk menerbangkan jet serang Su-25 di Ukraina. Pada Juni 2022, seorang pilot jet serang Su-25 Rusia yang jatuh memberitahu para penculiknya di Ukraina bahwa dia dipekerjakan oleh Wagner.

4. Jet Tempur MiG-29

5 Senjata Wagner Group yang Bisa Membahayakan Putin

Foto/Reuters

Ukraina bukanlah konflik pertama bagi tentara bayaran udara Wagner. Perusahaan dilaporkan mengirim pilot dan mekanik untuk mendukung satu faksi dalam perang saudara Libya.

Komando Afrika AS mengatakan pada Mei 2020 bahwa Rusia telah mengirim setidaknya 14 MiG-29 dan beberapa pesawat tempur Su-24 ke Libya untuk mendukung tentara bayaran Grup Wagner.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Makin Kewalahan, Rusia...
Makin Kewalahan, Rusia Pilih Buru Operator Drone Ukraina
Jenderal Ini Klaim Ukraina...
Jenderal Ini Klaim Ukraina Akan Mengalami Kekalahan, Ini 4 Pemicunya
Meski Dihujani Puluhan...
Meski Dihujani Puluhan Rudal Rusia, Kenapa Jumlah Korban Tewas di Ukraina Tidak Banyak?
39 Rudal Rusia Hujani...
39 Rudal Rusia Hujani Ibu Kota Ukraina, Warga Sipil Ketakutan
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Jantung Kilang Minyak Rusia, Kelangkaan BBM Memburuk
Korban Tewas Gempa Venezuela...
Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 5.208 Jiwa, 16.740 Orang Terluka
Ngawur, Menteri Zionis...
Ngawur, Menteri Zionis Ini Klaim Gaza Milik Israel Sesuai Hukum Internasional
Rekomendasi
Piala Dunia 2026 Sukses...
Piala Dunia 2026 Sukses Digelar, Presiden FIFA Gianni Infantino Dapat Tawaran Jabatan dari Trump
Transaksi BI-FAST Capai...
Transaksi BI-FAST Capai 1,53 Miliar di Triwulan II 2026, Nilainya Tembus Rp3.777 Triliun
John Herdman Pede Timnas...
John Herdman Pede Timnas Indonesia Mampu Bersaing Juarai AFF 2026
Berita Terkini
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
CIA Akui Agresi AS ke...
CIA Akui Agresi AS ke Iran Gagal Total, Ini 4 Indikatornya
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
Infografis
Profil Andi Saputra,...
Profil Andi Saputra, Hakim Ad Hoc Tipikor yang Sampaikan Dissenting Opinion Vonis Nadiem
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved