Pemberontakan Berakhir, Bos Wagner Grup Mengasingkan Diri ke Belarusia

Minggu, 25 Juni 2023 - 09:40 WIB
loading...
Pemberontakan Berakhir,...
Pemberontakan berakhir, bos kelompok tentara bayaran Rusia Wagner Grup Yevgeny Prigozhin akan ke Belarusia untuk mengasingkan diri. Foto/RNZ
A A A
MOSKOW - Tantangan terbesar bagi Presiden Rusia Vladimir Putin dalam lebih dari dua dekade kekuasaannya gagaldan berakhir dengan damai. Pemimpin kelompok tentara bayaran Wagner, Yevgeny Prigozhin, yang sebelumnya memerintahkan pasukannya untuk menuju Moskow tiba-tiba mencapai kesepakatan dengan Kremlin untuk pergi ke pengasingan dan menyerukan mundur.

Pemberontakan singkat yang dramatis mengubah lanskap Kremlin dan perang 16 bulan di Ukraina serta mendorong Rusia untuk menarik tentara kembali dari medan perang untuk mempertahankan ibu kota, pengakuan yang menakjubkan atas ancaman yang ditimbulkan oleh tentara Grup Wagner di bawah komando Yevgeny Prigozhin.

Di bawah kesepakatan yang diumumkan oleh juru bicara Kremlin Dmitry Peskov, Prigozhin akan pergi ke negara tetangga Belarusia dan tuduhan melakukan pemberontakan bersenjata akan dicabut. Pemerintah Rusia juga mengatakan tidak akan menuntut para pejuang yang ikut serta, sementara mereka yang tidak bergabung akan ditawari kontrak oleh Kementerian Pertahanan.

Baca Juga: Rakyat Rusia Diseru Bersatu Hadapi Pemberontakan Bersenjata Wagner

"Dengan membiarkan Prigozhin dan pasukannya bebas, tujuan tertinggi Presiden Putin adalah untuk menghindari pertumpahan darah dan konfrontasi internal dengan hasil yang tidak dapat diprediksi," kata Peskov seperti dikutip dari AP, Minggu (25/6/2023).

Putin sebelumnya telah bersumpah untuk menghukum mereka yang berada di belakang pemberontakan bersenjata yang dipimpin oleh mantan anak didiknya, yang pasukannya merebut fasilitas militer utama di Rusia selatan sebelum maju ke ibu kota. Dalam pidato yang disiarkan televisi kepada warga Rusia, dia menyebut pemberontakan itu sebagai "pengkhianatan" dan "menikam dari belakang".

Eskalasi dimulai pada hari Jumat, ketika Prigozhin mengklaim bahwa Kementerian Pertahanan menargetkan kamp belakang Wagner, dan mengumumkan bahwa pasukan Wagner akan pergi ke Moskow untuk "menyelesaikan" apa yang sebenarnya menyebabkan serangan tersebut.

Baca Juga: Ledakan Keras Terdengar Dekat Markas Besar Militer Rusia Selatan

Kementerian Pertahanan Rusia membantah laporan semacam itu, menganggapnya sebagai provokasi, sementara otoritas Layanan Keamanan Federal menuduh Prigozhin mencoba menghasut pemberontakan bersenjata.

Pasukan Wagner dan peralatan militer melakukan perjalanan dari pangkalan mereka ke kota Rusia Rostov-on-Don, di mana mereka menduduki markas besar militer, berjanji untuk pergi ke Moskow.

Menyusul mediasi Lukashenko, Prigozhin setuju untuk menghentikan eskalasi, mengatakan dia tidak ingin melakukan pembantaian berdarah di tanah airnya dan memerintahkan pasukan Wagner untuk kembali ke markas mereka di Republik Rakyat Lugansk.

Baca Juga: Para Pemimpin Barat Respons Upaya Kudeta Wagner di Rusia
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia, China dan Rusia Bersaing Ketat
Perlombaan Senjata Nuklir...
Perlombaan Senjata Nuklir Baru Telah Tiba, AS dan China Paling Ugal-ugalan
Inggris Makin Tak Berdaya!...
Inggris Makin Tak Berdaya! Seluruh Armada Kapal Selam Serang Tak Bisa Beroperasi
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Laporan SIPRI: India...
Laporan SIPRI: India untuk Pertama Kalinya Kerahkan Senjata Berhulu Ledak Nuklir
Panas! Iran Gempur 18...
Panas! Iran Gempur 18 Target Milliter AS di Timur Tengah
Rekomendasi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Korea Selatan vs Republik...
Korea Selatan vs Republik Ceko: Konsistensi Kontra Jago Bola Mati
Mahasiswa Turun ke Jalan...
Mahasiswa Turun ke Jalan Hari Ini, 4.151 Personel Gabungan Dikerahkan
Berita Terkini
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Trump Mendadak Batal...
Trump Mendadak Batal Bombardir Iran Besar-besaran, Israel Terkejut
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
Infografis
Putin Nonton Konser...
Putin Nonton Konser saat Pesawat Jatuh Diduga Tewaskan Bos Wagner
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved