Rusia Butuh Banyak Kapal Perang di Tengah Invasinya ke Ukraina

Kamis, 22 Juni 2023 - 11:10 WIB
loading...
Rusia Butuh Banyak Kapal...
Rusia membutuhkan lebih banyak kapal perang di tengah operasi militernya di Ukraina. Foto/REUTERS
A A A
MOSKOW - Kepala Angkatan Laut Rusia Laksamana Nikolay Yevmenov mengatakan militer Moskow membutuhkan lebih banyak kapal perang sekarang.

Operasi militer di Ukraina, kata dia, telah menunjukkan bahwa semua ide inovatif terbaik harus segera diterapkan.

“Operasi militer khusus telah menunjukkan bahwa kita perlu mempercepat,” katanya kepada saluran televisi Zvezda pada hari Rabu, berbicara di sela-sela International Maritime Defense Show di kota Kronstadt, yang dilansir Russia Today, Kamis (22/6/2023).

“Semua [ide] terbaik harus diadopsi segera,” katanya, menyerukan untuk mempersingkat fase desain dan pengembangan serta penelitian dan rekayasa yang panjang.

Baca Juga: Ukraina Klaim Hancurkan Kapal Perang Besar Rusia di Pelabuhan Berdiansk

Armada Laut Hitam Rusia mengambil bagian dalam kampanye di Ukraina. Menurut komandan armada, Wakil Laksamana Viktor Sokolov, kapal armada telah meluncurkan total 180 serangan rudal di fasilitas militer utama Ukraina.

Yevmenov juga mengatakan bahwa industri pertahanan Rusia berencana untuk meningkatkan kemampuan pembuatan kapal mereka agar dapat memproduksi tiga kapal penyapu ranjau per tahun, bukan satu.

Tahun ini saja, Angkatan Laut Rusia mengharapkan untuk menerima 44 kapal baru, termasuk kapal perang dan kapal pendukung.

Sebelumnya pada hari Rabu, Presiden Vladimir Putin mengatakan bahwa penguatan lebih lanjut Angkatan Bersenjata Rusia tetap menjadi salah satu prioritas utama negara.

Di bawah rencana peningkatan dan modernisasi, Angkatan Laut diharapkan menerima lebih banyak rudal anti-kapal hipersonik Zircon, serta kapal selam kelas Borei dan Borei-A berkemampuan nuklir baru, yang masing-masing dilengkapi dengan 16 rudal balistik antarbenua.

Angkatan Laut Rusia saat ini memiliki total enam kapal selam kelas Borei dan Borei-A. Kapal kelas Borei-A pertama memasuki dinas militer pada tahun 2020, sementara satu lagi sedang menjalani uji coba laut.

Jumlah mereka diperkirakan akan meningkat menjadi 12 di masa mendatang.

Pernyataan laksamana itu muncul di tengah berlanjutnya serangan balik Ukraina yang dimulai awal bulan ini.

Operasi tersebut telah digembar-gemborkan oleh pejabat Ukraina dan Barat selama berbulan-bulan tetapi tidak membawa perubahan yang berarti ke garis depan selama beberapa minggu terakhir.

Menurut Kementerian Pertahanan Rusia, pasukan Ukraina menderita banyak korban saat menyerang posisi Rusia.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Pangeran George Resmi...
Pangeran George Resmi Masuk Eton College, Biayanya Rp1,4 Miliar per Tahun!
Rekomendasi
Frans Antoni Pengendali...
Frans Antoni Pengendali Uang Fredy Pratama Digiring ke Bareskrim usai Ditangkap di Malaysia
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
Di Hadapan Pimpinan...
Di Hadapan Pimpinan DPR, Mahasiswa Minta Pemerintah Tak Mainkan Isu Perut Rakyat
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved