5 Fakta Menarik Uganda, Negara Mayoritas Kristen yang Menerapkan Hukuman Keras Terhadap LGBT
Rabu, 21 Juni 2023 - 13:51 WIB
loading...
A
A
A
Dalam rangka menepis pelanggaran hak asasi manusia, pihak Uganda mengungkap bahwa diterbitkannya undang-undang tersebut adalah untuk menekan angka penderita HIV/AIDS di negara tersebut yang sudah merebak.
PBB yang turut angkat suara khawatir akan langkah Uganda ini dapat mendorong anggota parlemen di negara tetangga, Kenya dan Tanzania untuk menerapkan tindakan serupa.
Baca juga: Uganda Sahkan UU Hukuman Mati untuk LGBT, Kantor HAM PBB Sebut Aturan Kejam
Dikutip dari BBC, Presiden Yoweri Museveni telah memerintah Uganda sejak 1986 ketika Gerakan Perlawanan Nasional merebut kekuasaan. Museveni kembali terpilih dalam pemilu presiden Januari 2021 lalu.
Pria yang kini telah berusia 78 tahun tersebut memenangkan 58% suara sementara bintang pop yang menjadi politisi Bobi Wine memiliki 35%. Dari pemilu itu, pihak oposisi menuduh adanya kecurangan.
Namun, sejak awal memerintah, Museveni memang kerap dipuji karena memulihkan stabilitas relatif dan kemakmuran ekonomi setelah bertahun-tahun perang saudara dan penindasan di bawah Milton Obote dan Idi Amin.
Sebelum menjadi negara republik pada tahun 1963, Uganda dulunya merupakan sebuah Kerajaan bernama Buganda. Kerajaan ini bersatu di bawah raja pertamanya, Kato Kintu pada abad ke-13.
Pada masa kerajaan ini, Buganda telah banyak mengalami konflik dan penjajahan. Mulai dari serangkaian perang agama setelah pedagang Arab mulai pindah ke wilayah tersebut pada 1886, yang melibatkan Muslim dan Kristen.
Hingga pada tahun 1894 Pemerintah Inggris mulai menganeksasi Buganda dan wilayah-wilayah yang bersebelahan untuk membentuk protektorat Uganda guna melindungi jalur perdagangan sungai Nil.
PBB yang turut angkat suara khawatir akan langkah Uganda ini dapat mendorong anggota parlemen di negara tetangga, Kenya dan Tanzania untuk menerapkan tindakan serupa.
Baca juga: Uganda Sahkan UU Hukuman Mati untuk LGBT, Kantor HAM PBB Sebut Aturan Kejam
3. Presiden Uganda Telah Memimpin Sejak 1986
Dikutip dari BBC, Presiden Yoweri Museveni telah memerintah Uganda sejak 1986 ketika Gerakan Perlawanan Nasional merebut kekuasaan. Museveni kembali terpilih dalam pemilu presiden Januari 2021 lalu.
Pria yang kini telah berusia 78 tahun tersebut memenangkan 58% suara sementara bintang pop yang menjadi politisi Bobi Wine memiliki 35%. Dari pemilu itu, pihak oposisi menuduh adanya kecurangan.
Namun, sejak awal memerintah, Museveni memang kerap dipuji karena memulihkan stabilitas relatif dan kemakmuran ekonomi setelah bertahun-tahun perang saudara dan penindasan di bawah Milton Obote dan Idi Amin.
4. Uganda Dulunya Sebuah Kerajaan
Sebelum menjadi negara republik pada tahun 1963, Uganda dulunya merupakan sebuah Kerajaan bernama Buganda. Kerajaan ini bersatu di bawah raja pertamanya, Kato Kintu pada abad ke-13.
Pada masa kerajaan ini, Buganda telah banyak mengalami konflik dan penjajahan. Mulai dari serangkaian perang agama setelah pedagang Arab mulai pindah ke wilayah tersebut pada 1886, yang melibatkan Muslim dan Kristen.
Hingga pada tahun 1894 Pemerintah Inggris mulai menganeksasi Buganda dan wilayah-wilayah yang bersebelahan untuk membentuk protektorat Uganda guna melindungi jalur perdagangan sungai Nil.
Lihat Juga :