AS Terganggu dengan Rencana Israel Bangun 4.000 Rumah Baru di Tepi Barat
Selasa, 20 Juni 2023 - 02:00 WIB
loading...
AS tidak menyetujui rencana Israel bangun permukiman baru di Tepi Barat. FOTO/Reuters
A
A
A
TEPI BARAT - Amerika Serikat (AS) mengaku "sangat terganggu" oleh pengumuman rencana pemerintah Israel untuk menyetujui lebih dari 4.000 unit pemukiman baru di Tepi Barat . Hal itu diungkapkan juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Matthew Miller, Minggu (18/6/2023).
“AS sangat terganggu oleh pengumuman rencana pemerintah Israel untuk memajukan lebih dari 4.000 unit permukiman baru di Tepi Barat dan perubahan pada sistem perencanaannya yang dapat mempercepat persetujuan. Perluasan pemukiman merupakan hambatan bagi perdamaian,” kata Miller di Twitter, seperti dikutip dari Anadolu Agency.
Baca juga: China Kepada Israel: Berhenti Melanggar Batas di Tanah Palestina
Dia menambahkan bahwa AS menentang tindakan sepihak yang membuat solusi dua negara lebih sulit dicapai. Selain AS, dunia internasional juga mengecam rencana Israel untuk memperluas permukiman di wilayah pendudukan.
Miiler juga meminta pemerintah Israel untuk memenuhi komitmen yang dibuatnya di Aqaba, Yordania dan Sharm el-Sheikh, Mesir untuk kembali ke dialog yang ditujukan untuk de-eskalasi.
“AS sangat terganggu oleh pengumuman rencana pemerintah Israel untuk memajukan lebih dari 4.000 unit permukiman baru di Tepi Barat dan perubahan pada sistem perencanaannya yang dapat mempercepat persetujuan. Perluasan pemukiman merupakan hambatan bagi perdamaian,” kata Miller di Twitter, seperti dikutip dari Anadolu Agency.
Baca juga: China Kepada Israel: Berhenti Melanggar Batas di Tanah Palestina
Dia menambahkan bahwa AS menentang tindakan sepihak yang membuat solusi dua negara lebih sulit dicapai. Selain AS, dunia internasional juga mengecam rencana Israel untuk memperluas permukiman di wilayah pendudukan.
Miiler juga meminta pemerintah Israel untuk memenuhi komitmen yang dibuatnya di Aqaba, Yordania dan Sharm el-Sheikh, Mesir untuk kembali ke dialog yang ditujukan untuk de-eskalasi.
Lihat Juga :