Zelensky Minta Para Pemimpin Afrika Desak Rusia Bebaskan Tahanan Politik

Minggu, 18 Juni 2023 - 06:00 WIB
loading...
Zelensky Minta Para...
Zelensky Minta Para Pemimpin Afrika Desak Rusia Bebaskan Tahanan Politik. FOTO/Reuters
A A A
KIEV - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky melakukan pertemuan dengan sekelompok pemimpin Afrika di Kiev. Dalam kesempatan itu ia mendesak para pemimpin Afrika agar meminta mitranya dari Rusia, Vladimir Putin untuk membebaskan tahanan politik dari Krimea dan sekitarnya.

Menurut Zelensky, itu akan menjadi "langkah penting" selama perjalanan mereka ke Rusia. Tujuh pemimpin Afrika itu – presiden Komoro, Senegal, Afrika Selatan dan Zambia, serta perdana menteri Mesir dan utusan tinggi dari Republik Kongo dan Uganda – mengunjungi Ukraina pada Jumat (16/6/2023).

Baca juga: Mengenal 4 Rudal NATO untuk Membantu Ukraina Melawan Rusia

Kunjungan ini sebagai bagian dari “misi perdamaian” gadungan untuk kedua belah pihak yang bertikai, Ukraina dan Rusia. Afrika mencoba membantu mengakhiri perang mereka yang telah berlangsung hampir 16 bulan.

Misi ke Ukraina, yang pertama kali dilakukan oleh para pemimpin Afrika ini, terwujud setelah inisiatif perdamaian lainnya, seperti yang dilakukan oleh China.

"Konflik ini mempengaruhi Afrika secara negatif," kata Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa pada konferensi pers bersama Zelensky.

Perjalanan itu dipandang penting, karena banyak negara Afrika bergantung pada pengiriman makanan dan pupuk dari Rusia dan Ukraina, yang perangnya telah membahayakan dan menghambat ekspor dari salah satu keranjang roti terpenting dunia.

Baca juga: Putin: Berlagak Buta pada Neo-Nazi, Zelensky Aib bagi Orang-orang Yahudi

“Saya percaya bahwa orang Ukraina merasa bahwa mereka harus berjuang dan tidak menyerah. Jalan menuju perdamaian sangat sulit,” tambah Ramaphosa.

“Hari ini, kami bahkan memberi tahu Presiden Zelensky bahwa kami tidak hanya mengakui sudut pandang [Ukraina] mereka, tetapi kami juga menghargai perasaan mereka tentang perang yang sedang terjadi. Tapi kami juga mengatakan ada kebutuhan untuk mengakhiri konflik ini lebih cepat daripada nanti,” jelasnya.

Sementara Zelensky mengatakan kepada wartawan setelah pertemuan dengan delegasi para pemimpin Afrika, pihaknya bersedia untuk melakukan negosiasi jika Rusia telah menarik pasukan mereka dari tanah Ukraina.

"Saya dengan jelas mengatakan beberapa kali pada pertemuan kami, bahwa mengizinkan negosiasi apa pun dengan Rusia sekarang karena penjajah ada di tanah kami berarti membekukan perang, membekukan rasa sakit dan penderitaan," tegasnya.

Baca juga: Zelensky Tegaskan Tidak Ada Negosiasi Damai Kecuali...

Dia juga mengatakan bahwa pembicaraan damai dengan Rusia hanya mungkin dilakukan setelah Moskow menarik pasukannya dari wilayah Ukraina yang diduduki.

“Kami membutuhkan perdamaian sejati, dan oleh karena itu, penarikan nyata pasukan Rusia dari seluruh tanah kami yang merdeka,” lanjutnya.

Suasana konferensi pers menjadi tegang ketika Presiden Komoro, Azali Assoumani melontarkan gagasan "peta jalan" menuju perdamaian. Ini memicu pertanyaan dari Zelensky yang mencari klarifikasi dan bersikeras bahwa dia tidak menginginkan "kejutan apa pun" dari kunjungan mereka dengan Putin.

Zelensky kemudian mendesak para pemimpin Afrika itu untuk membantu membebaskan tahanan politik dari Krimea, yang dicaplok Rusia secara ilegal pada 2014.

"Maukah Anda meminta Rusia untuk membebaskan para tahanan politik?" kata Zelenskyy. "Mungkin ini akan menjadi hasil penting dari misi Anda, dari 'peta jalan' Anda."
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Delegasi Iran Berangkat...
Delegasi Iran Berangkat ke Swiss Negosiasi dengan AS, Perang Bakal Berakhir?
Gempa Venezuela, Badan...
Gempa Venezuela, Badan Geologi AS Bikin Pemodelan Korban Tewas 10.000 hingga 100.000 Orang
Rekomendasi
Tanpa Kompensasi, Harga...
Tanpa Kompensasi, Harga Asli Pertamax Tembus Rp20.000 per Liter
Kantongi Pendanaan USD11,3...
Kantongi Pendanaan USD11,3 Juta, FLOQ Pacu Integrasi Teknologi Blockchain
Padi Reborn hingga Mahalini...
Padi Reborn hingga Mahalini Bakal Hibur Warga pada Puncak HUT Jakarta
Berita Terkini
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Infografis
Presiden Ukraina Zelensky:...
Presiden Ukraina Zelensky: China Memasok Senjata ke Rusia!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved