Media Junta Myanmar: PBB Busuk dan Tidak Kompeten
Jum'at, 16 Juni 2023 - 16:24 WIB
loading...
A
A
A
"Di dalam, itu penuh dengan ego. Intinya busuk," bunyi penggalan opini tersebut, seperti dikutip AFP.
"Kesombongan, ketidaktahuan, dan kepentingan pribadi telah begitu mencemari pikiran mereka sehingga mereka menyangkal betapa tidak relevannya keberadaan mereka...atau tidak kompeten dan tidak mampu melihat kenyataan."
Utusan khusus PBB untuk Myanmar Noeleen Heyzer mengundurkan diri pekan ini setelah masa jabatan 18 bulan di mana dia dikritik oleh junta dan lawan-lawannya.
Sosiolog Singapura itu ditugaskan mendesak militer untuk terlibat dalam dialog politik dengan kelompok-kelompok oposisi, dan mengakhiri tindakan keras berdarah yang diluncurkan setelah menggulingkan pemerintahan Aung San Suu Kyi.
Dia mengunjungi Myanmar Agustus lalu dan bertemu dengan kepala junta Jenderal Min Aung Hlaing dan pejabat tinggi militer lainnya dalam sebuah langkah yang dikritik oleh kelompok hak asasi manusia (HAM) karena memberikan legitimasi kepada para jenderal.
"Minggu ini salah satu dari mereka 'menggigit debu', sehubungan dengan Myanmar," lanjut opini itu, tanpa menyebut nama Heyzer.
"Kesombongan, ketidaktahuan, dan kepentingan pribadi telah begitu mencemari pikiran mereka sehingga mereka menyangkal betapa tidak relevannya keberadaan mereka...atau tidak kompeten dan tidak mampu melihat kenyataan."
Utusan khusus PBB untuk Myanmar Noeleen Heyzer mengundurkan diri pekan ini setelah masa jabatan 18 bulan di mana dia dikritik oleh junta dan lawan-lawannya.
Sosiolog Singapura itu ditugaskan mendesak militer untuk terlibat dalam dialog politik dengan kelompok-kelompok oposisi, dan mengakhiri tindakan keras berdarah yang diluncurkan setelah menggulingkan pemerintahan Aung San Suu Kyi.
Dia mengunjungi Myanmar Agustus lalu dan bertemu dengan kepala junta Jenderal Min Aung Hlaing dan pejabat tinggi militer lainnya dalam sebuah langkah yang dikritik oleh kelompok hak asasi manusia (HAM) karena memberikan legitimasi kepada para jenderal.
"Minggu ini salah satu dari mereka 'menggigit debu', sehubungan dengan Myanmar," lanjut opini itu, tanpa menyebut nama Heyzer.
Lihat Juga :