Demonstran Lebanon Lempari Bank Setelah Parlemen Gagal Memillih Presiden

Jum'at, 16 Juni 2023 - 08:30 WIB
loading...
Demonstran Lebanon Lempari...
Demonstran Lebanon Lempari Bank Setelah Parlemen Gagal Memillih Presiden. FOTO/Anadolu Agency
A A A
BEIRUT - Para pengunjuk rasa merusak beberapa bank dan membakar ban di pinggiran kota sekitar 8 km sebelah timur Beirut, Lebanon pada Kamis (15/6/2023). Mereka frustrasi karena tidak diberi akses ke uang tabungan mereka di bank.

Serangan tersebut menargetkan cabang Bank Audi, Bank Beirut dan Bank Byblos di Sin El-Fil di Kegubernuran Gunung Lebanon. Tentara dan pasukan keamanan internal dikerahkan di beberapa bank di Beirut karena takut akan serangan serupa.

Baca juga: Demonstran Lebanon Bentrok Melawan Pasukan Israel di Perbatasan

Seperti dilaporkan Arab News, kelompok lain menggelar aksi protes di depan Masjid Al-Amin di pusat kota Beirut. Mereka mengibarkan spanduk yang mengutuk perambahan dana mereka dan menuduh pengadilan melakukan korupsi.

Demonstran menuntut pengembalian uang mereka dan meminta Gubernur Bank Sentral Riad Salameh, asosiasi bank dan pejabat lain yang terlibat korupsi untuk diadili.

Bergabung dengan para pengunjuk rasa adalah Issam Charafeddine, menteri sementara pengungsi, yang mewakili Partai Demokrat Lebanon yang dipimpin oleh Talal Arslan, sekutu Hizbullah dan rezim Suriah.

Protes terjadi hanya 24 jam setelah parlemen Lebanon gagal memilih presiden untuk ke-12 kalinya. Seorang pengamat politik, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya, mengatakan protes di jalan-jalan di wilayah mayoritas Kristen memiliki pesan politik.

Baca juga: Lebanon Ajukan Protes ke Dewan Keamanan PBB atas Agresi Israel

“Protes di depan cabang bank bertujuan mengirim pesan politik untuk menekan oposisi, yang menolak calon presiden Hizbullah, Suleiman Frangieh,” katanya. “Protes serupa terjadi setelah setiap sesi pemungutan suara,” tambahnya.

Hassan Moghnieh, kepala Asosiasi Deposan Lebanon, mengatakan kepada Arab News: “Kami menahan diri untuk tidak turun ke jalan untuk menghindari tuduhan bermotivasi politik.

“Hari ini, saya tidak tahu mengapa kelompok ini, yang merupakan kumpulan deposan lain, turun ke jalan. Mereka terdiri dari tidak lebih dari 50 atau 60 orang, sedangkan jumlah deposan di Lebanon melebihi 2 juta,” ungkapnya.

Lebanon saat ini mengalami polarisasi yang intens karena kekuatan politik menyelaraskan diri dalam dua kubu yang mirip dengan aliansi 8 Maret dan 14 Maret sebelumnya.

Kekuatan politik Kristen dengan kepentingan yang saling bertentangan bersatu untuk mendukung satu kandidat, Jihad Azour, yang bertentangan dengan kandidat Hizbullah dan Gerakan Amal, juga dikenal sebagai duo Syiah.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Apakah Gerakan Amal...
Apakah Gerakan Amal Bisa Menggantikan Hizbullah?
Ancaman Nyata Zionis...
Ancaman Nyata Zionis Bukan Iran, Industri Militer Israel Berlomba Melawan Drone Hizbullah
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pemimpin Hizbullah Tegaskan...
Pemimpin Hizbullah Tegaskan Israel Harus Tinggalkan Lebanon Tanpa Syarat
Dubes Iran Tegas Tolak...
Dubes Iran Tegas Tolak Gencatan Senjata di Gaza: Palestina Harus Dibebaskan!
Hadiri LCAW 2026, Menteri...
Hadiri LCAW 2026, Menteri Jumhur Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Raja Charles di London
Mantan Kepala Staf IDF...
Mantan Kepala Staf IDF Ini Siap "Gulingkan" Netanyahu sebagai PM Israel
Rekomendasi
Forum GPI4 di Peru,...
Forum GPI4 di Peru, Indonesia Tegaskan Komitmen Lindungi Gambut Dunia
Aturan Tutup Mulut FIFA...
Aturan Tutup Mulut FIFA Kembali Makan Korban
Apresiasi Catatan Seskab...
Apresiasi Catatan Seskab Letkol Teddy, TII Minta Perluasan Kuota Magang Tetap Transparan
Berita Terkini
Sanksi Dicabut, Iran...
Sanksi Dicabut, Iran Jual Minyak 20% Lebih Mahal
Iran Bersiap Berperang...
Iran Bersiap Berperang Lagi jika MoU Tidak Dilaksanakan, AS dan Sekutunya Ketar-ketir
Jelang Pemilu, Netanyahu...
Jelang Pemilu, Netanyahu Ngotot Usir Warga Palestina dari Gaza
China akan Bawa AI ke...
China akan Bawa AI ke Setiap Ruang Kelas, dari SD hingga Universitas
Mahkamah Agung Batalkan...
Mahkamah Agung Batalkan Perintah Kewarganegaraan Berdasarkan Kelahiran Trump
Militer Israel Kembangkan...
Militer Israel Kembangkan Senjata Laser Antariksa untuk Serang Satelit
Infografis
8 Agenda Prioritas Presiden...
8 Agenda Prioritas Presiden Prabowo Subianto di 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved