Kesal Pesawatnya Dicegat AS, Iran Tuntut Penyelidikan Internasional

Sabtu, 25 Juli 2020 - 03:37 WIB
loading...
Kesal Pesawatnya Dicegat...
Iran menuntut dilakukannya penyelidikan internasional atas insiden pecegatan pesawat komersilnya oleh jet tempur AS di wilayah udara Suriah. Foto/Kolase/Sindonews
A A A
TEHERAN - Iran menuntut Amerika Serikat (AS) bertanggung jawab karena jet-jet tempurnya mencegat pesawat komersilnya yang penuh dengan penumpang di atas wilayah udara Suriah. Iran menyebutnya sebagai tindakan terorisme yang pantas diselidiki oleh otoritas penerbangan sipil pimpinan PBB .

Menteri Pembangunan Jalan dan Perkotaan Iran, Mohammad Eslami, mengutuk insiden di udara yang membuat pesawat Mahan Air jenis Airbus A310 manuver darurat setelah pertemuan jarak dekat dengan jet tempur F-15 AS.

"Bagaimana mungkin sebuah pesawat penumpang yang terbang di sepanjang rute komersial sesuai dengan protokol penerbangan diserang dan diancam oleh jet tempur beberapa negara?" ujarnya kesal ketika berbicara dengan kantor berita IRNA.

"Menyerang pesawat penumpang adalah tindakan teroris," cetusnya seperti dilansir dari Russia Today, Sabtu (25/7/2020). (Baca: Iran Marah Besar dengan Aksi ‘Ugal-ugalan’ Pilot Jet Tempur AS )

Eslamim mengatakan lima penumpang mengalami luka-luka karena pilot harus membuat pesawat menukik tajam, tampaknya berusaha menghindari tabrakan. Pesawat Airbus A310 yang bernasib buruk itu, melintasi wilayah udara Suriah ketika insiden tersebut terjadi, akhirnya mendarat di bandara Beirut di mana penumpang yang terluka mendapatkan perawatan medis.

"Teheran berhak untuk mengejar tindakan hukum atas perilaku AS," Eslami berjanji, mendorong pemerintah Suriah dan Libanon untuk mengikutinya.

Sementara itu, Organisasi Penerbangan Sipil Iran mengatakan pelecehan terhadap pesawat Mahan Air merupakan pelanggaran yang jelas terhadap hukum internasional serta standar dan peraturan penerbangan, sebagaimana dikutip oleh kantor berita Tasnim. Badan tersebut telah mendesak Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) untuk menyelidiki insiden di langit Suriah itu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kenapa Perdamaian Iran...
Kenapa Perdamaian Iran Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan?
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Swiss Gelar Referendum...
Swiss Gelar Referendum untuk Batasi Populasi hingga 10 Juta Jiwa
Harga Minyak Dunia Anjlok...
Harga Minyak Dunia Anjlok ke Level Terendah dalam 3 Bulan usai Kesepakatan Damai AS-Iran
Rekomendasi
Messi Kejar Sejarah,...
Messi Kejar Sejarah, Aljazair Jadi Korban Pertama?
Peringati Tahun Baru...
Peringati Tahun Baru Islam, DPP PSI Santuni 100 Anak Yatim dan Duafa
Aliansi BEM Bersatu...
Aliansi BEM Bersatu Endus Dugaan Keterlibatan Politikus PDIP dalam Aksi Tolak MBG
Berita Terkini
Kenapa Perdamaian Iran...
Kenapa Perdamaian Iran Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan?
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved