Perang Ukraina Bakal Jadi Pertempuran Depleted Uranium AS-Inggris vs Rusia

Kamis, 15 Juni 2023 - 14:36 WIB
loading...
A A A
Namun, menurut beberapa klaim yang dibuat oleh pakar militer Rusia, kendaraan lapis baja Moskow, termasuk tank T-14 Armata, menyertakan sistem proteksi aktif dan lapis baja komposit yang di-upgrade—yang dimaksudkan untuk mengurangi ancaman yang ditimbulkan oleh senjata anti-tank, terutama yang menggunakan amunisi DU.

Pada bulan Maret 2023, Kementerian Pertahanan Inggris mengonfirmasi akan memberi Ukraina amunisi penembus lapis baja yang mengandung DU, yang pada dasarnya dikembangkan oleh AS selama Perang Dingin untuk menghancurkan tank Soviet dan dapat ditembakkan oleh tank Challenger-2 Inggris.

Namun, pengumuman itu memicu pembalasan sengit dari Kremlin.

Menyusul pengumuman bahwa amunisi DU dapat segera digunakan Ukraina untuk melawan pasukan dan tank Rusia, Moskow mengancam akan meningkatkan serangan terhadap Ukraina.

Setelah keputusan AS baru-baru ini, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa Moskow juga akan menggunakan senjata DU jika diperlukan.

“Kami memiliki banyak amunisi seperti itu, dengan DU, dan jika mereka [Angkatan Bersenjata Ukraina] menggunakannya, kami juga berhak menggunakan amunisi yang sama,” kata Putin.

Namun, ini bisa mendatangkan malapetaka karena sifat berbahaya dari amunisi DU.

Depleted uranium adalah produk sampingan dari proses pengayaan uranium, yang diperlukan untuk membuat senjata nuklir.

Pengumuman AS dan Rusia telah memicu diskusi intens di kalangan militer dan pengamat kebijakan yang sebagian besar mengecam langkah tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
Timnas Iran Pulang Tanpa...
Timnas Iran Pulang Tanpa Kekalahan
Gempa Guncang Venezuela,...
Gempa Guncang Venezuela, 18 Orang Diselamatkan dari Reruntuhan
Helikopter Perusahaan...
Helikopter Perusahaan Minyak Arab Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Rekomendasi
All-Stars Kudus Pertahankan...
All-Stars Kudus Pertahankan Gelar MLSC All-Stars, 34 Talenta Terbaik Siap Tampil di SingaCup 2026
Teknologi Chery Super...
Teknologi Chery Super Hybrid Bikin Biaya Mobilitas hanya Rp13 Ribuan Sehari
Ketum PB Akuatik Optimistis...
Ketum PB Akuatik Optimistis Skema Anggaran Pelatnas Multiyears Lahirkan Atlet Berprestasi
Berita Terkini
5 Fakta Kim Jong-un...
5 Fakta Kim Jong-un Enggan Berbicara tentang Ibunya, Dijuluki Anak Haram dari Seorang Selir
Ancaman Nyata Zionis...
Ancaman Nyata Zionis Bukan Iran, Industri Militer Israel Berlomba Melawan Drone Hizbullah
3 Alasan Iran Serang...
3 Alasan Iran Serang Kuwait dan Bahrain, Ada Pergerakan Membantu Militer AS
7 Pemimpin yang Mengubah...
7 Pemimpin yang Mengubah Dunia, Fatima al Fihri yang Mendirikan Kampus Pertama di Dunia
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved