Coba Turunkan Bobot 200 Pound, Influencer Ini Tewas di Kamp Penurunan Berat

Kamis, 15 Juni 2023 - 10:51 WIB
loading...
Coba Turunkan Bobot...
Cuihua (21), influencer China tewas di kamp penurunan berat badan saat mencoba menurunkan bobotnya 200 pound. Foto/Weibo
A A A
BEIJING - Seorang influencer berusia 21 tahun bernama Cuihua meninggal di kamp penurunan berat badan di China saat dia berupaya menurunkan bobot 200 pound (lebih dari 90 kg).

Cuihua ditemukan meninggal pada hari Sabtu. Keluarga telah mengonfirmasi kematiannya dalam sebuah posting di halaman Douyin-nya, media sosial TikTok versi China.

“Terima kasih kepada semua orang atas dukungan dan cinta kalian untuk Cuihua,” tulis pihak keluarga, yang dilansir Sixth Tone, Kamis (15/6/2023).

“Anak kami sudah pergi ke surga, dan kami masih memproses semua ini," lanjut pihak keluarga.

Baca Juga: Lidah Robek saat Ciuman dengan Teman Kencan, Model Cantik Ini Jalani Operasi

Mereka menambahkan, “Kami berharap orang tidak akan disesatkan oleh individu jahat untuk hiburan mereka, yang dapat membahayakan orang tua dan keluarga. Biarkan anak kami beristirahat dengan tenang, terima kasih!”

Penyebab kematiannya belum jelas, namun influencer wanita tersebut telah melapor ke rumah sakit karena merasa tidak enak badan setelah berolahraga.

Cuihua, yang membanggakan hampir 9.000 penggemar di platform media sosial, telah bergabung dengan salah satu kamp penurunan berat badan di China, yang mendapat perhatian internasional beberapa tahun yang lalu di tengah tingkat obesitas yang meroket di negara itu.

Lembaga pelawan lemak khusus Cuihua di Xi'an, provinsi Shaanxi, menawarkan model tertutup yang terdiri dari pola makan sehat, istirahat dan tentu saja, banyak olahraga.

Rutinitas harian influencer, yang dia dokumentasikan dalam lebih dari 100 video di Douyin mulai tahun 2022, dilaporkan mencakup latihan kardio intensitas tinggi dan latihan kekuatan seperti battle ropes—mengayunkan tali secara berurutan—dan angkat beban.

Dia juga makan "sangat sedikit makanan", menurut Shanghai Morning News, dan menjalankan diet ketat biji-bijian kasar, kubis, telur, dan buah.

Selain latihan siang hari yang melelahkan, Cuihua juga melakukan latihan malam, yang juga disiarkan langsung untuk para penggemarnya. Seringkali, dia tampak berjuang melalui latihan.

Pada Selasa pagi waktu China, semua klip latihannya telah di-setting untuk pribadi.

Penggemar olahraga mengeklaim dia kehilangan 80 pound dalam enam bulan—di mana dia kehilangan 57 dalam dua yang pertama—dengan tujuan keseluruhan untuk menurunkan 200 pound.

Kematian Cuihua mengirimkan riak di media sosial China dengan banyak pengguna menuduh kamp telah mendorongnya agar menunurunkan bobot terlalu cepat tanpa penelitian ilmiah untuk mendukung metodenya.

“Kamp pelatihannya terlalu berantakan,” kata seorang kritikus di Weibo, situs microblogging China.

Para pengkritik menambahkan bahwa seseorang dengan "sosok" Cuihua tidak boleh melakukan latihan intensitas tinggi, menambahkan bahwa menerapkan diet yang masuk akal akan membuatnya jauh lebih kurus.

"Anda harus melakukannya perlahan untuk menjaga detak jantung Anda dalam kisaran aman aerobik," kata seorang pengkritik di media sosial. “Tidak bisa intensitas tinggi sekaligus, jantung dan lutut tidak tahan, dan mudah mati mendadak.”

Pengkritik lain menyatakan, "Pelatih ini benar-benar tidak memiliki pengetahuan yang komprehensif, dan mereka mengira mereka semua adalah pelajar sekolah olahraga."

Menariknya, keluarga tidak menyalahkan institusi tersebut atas kematian Cuihua.

“Itu tidak terjadi di [kamp pelatihan] Hornets, tolong jangan melakukan perundungan siber lagi terhadap kamp pelatihan, ini sudah berakhir, kami tidak ingin sedih,” tulis mereka di halaman Douyin-nya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Trump Segera Gunakan...
Trump Segera Gunakan Pesawat Air Force One Hadiah dari Qatar, Tiba di Lanud Andrews
Rekomendasi
Perkenalkan Budaya Aceh,...
Perkenalkan Budaya Aceh, Peserta Audisi Miss Indonesia 2026 Tampil dengan Tari Ratoh Jaroe
IHSG Sepekan Melonjak...
IHSG Sepekan Melonjak 2,82%, Kapitalisasi Pasar Bertambah Jadi Rp10.788 Triliun
Mengenal Terapi Regeneratif,...
Mengenal Terapi Regeneratif, Pendekatan Medis untuk Peremajaan dan Pemulihan Jaringan
Berita Terkini
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Infografis
Waspada! 4 Makanan Ini...
Waspada! 4 Makanan Ini Bisa Picu Kesemutan di Tangan dan Kaki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved