Tentara Bayaran Wagner Bocorkan Lokasi Sekutu Putin yang Terluka di Ukraina
Kamis, 15 Juni 2023 - 09:16 WIB
loading...
A
A
A
Ketua Parlemen Rusia Vyacheslav Volodin membantah laporan bahwa Delimkhanov telah terbunuh atau terluka di Ukraina.
"Saya baru saja berbicara dengannya. Dia masih hidup dan sehat. Bukan hanya itu, tetapi dia berharap Anda semua sehat," kata Volodin kepada para anggota Parlemen pada hari Rabu.
Sebaliknya, saluran televisi Kementerian Pertahanan Rusia, Zvezda, melaporkan bahwa Delimkhanov terluka, tanpa menjelaskan lebih lanjut.
Majelis rendah Parlemen Rusia, Duma Negara, juga mengatakan Delimkhanov terluka di Ukraina.
Sementara itu, pemimpin Chechnya Kadyrov menulis di Telegram bahwa dia tidak dapat menghubungi Delimkhanov, dan meminta kepada intelijen Ukraina untuk membantunya menemukan sekutunya, menawarkan "hadiah yang murah hati".
"Saya meminta intelijen Ukraina untuk memberikan informasi tentang situs dan posisi yang diserang sehingga saya akhirnya dapat menemukan saudara saya yang terkasih. Saya menjanjikan hadiah yang besar dan saya meminta bantuan Anda," tulis Kadyrov.
Kremlin mengatakan pihaknya khawatir dan sedang menunggu klarifikasi tentang masalah tersebut.
"Saya baru saja berbicara dengannya. Dia masih hidup dan sehat. Bukan hanya itu, tetapi dia berharap Anda semua sehat," kata Volodin kepada para anggota Parlemen pada hari Rabu.
Sebaliknya, saluran televisi Kementerian Pertahanan Rusia, Zvezda, melaporkan bahwa Delimkhanov terluka, tanpa menjelaskan lebih lanjut.
Majelis rendah Parlemen Rusia, Duma Negara, juga mengatakan Delimkhanov terluka di Ukraina.
Sementara itu, pemimpin Chechnya Kadyrov menulis di Telegram bahwa dia tidak dapat menghubungi Delimkhanov, dan meminta kepada intelijen Ukraina untuk membantunya menemukan sekutunya, menawarkan "hadiah yang murah hati".
"Saya meminta intelijen Ukraina untuk memberikan informasi tentang situs dan posisi yang diserang sehingga saya akhirnya dapat menemukan saudara saya yang terkasih. Saya menjanjikan hadiah yang besar dan saya meminta bantuan Anda," tulis Kadyrov.
Kremlin mengatakan pihaknya khawatir dan sedang menunggu klarifikasi tentang masalah tersebut.
(mas)
Lihat Juga :