Perang Rusia-Ukraina Berkecamuk, NATO Kerahkan 250 Pesawat Simulasikan Pasal 5
Selasa, 13 Juni 2023 - 07:06 WIB
loading...
NATO menggelar manuver besar-besaran di Jerman dengan mengerahkan 250 pesawat dan mensimulasikan skenario bantuan Pasal 5. Latihan ini digelar saat perang Rusia-Ukraina terus berkecamuk. Foto/REUTERS
A
A
A
BERLIN - NATO menggelar latihan Angkatan Udara terbesar dalam sejarah aliansi itu sejak Senin ketika perang Rusia dan Ukraina terus berkecamuk. Manuver besar-besaran aliansi tersebut melibatkan 250 pesawat dan sekitar 10.000 tentara.
Menurut militer Berlin, latihan yang dijuluki "Air Defender 23" tersebut diselenggarakan oleh Jerman antara 12 dan 23 Juni. Operasinya berlangsung di sebagian besar wilayah udara Jerman, Belanda dan Republik Ceko.
Dari 250 pesawat yang dikerahkan, 100 di antaranya diterjunkan oleh Amerika Serikat (AS).
Selain AS, manuver besar-besaran ini juga dihadiri oleh 24 negara lain, termasuk tidak hanya anggota NATO, tetapi juga Swedia dan Jepang.
Baca Juga: NATO Unjuk Kekuatan, 250 Pesawat Militer Ikut Latihan Udara Terbesar
Fokus dari latihan ini adalah untuk mengoptimalkan dan memperluas kerja sama antara negara-negara peserta, dengan rencana untuk memodelkan skenario bantuan Pasal 5 NATO.
Klausul tersebut, yang terletak di jantung blok militer pimpinan AS, menetapkan bahwa serangan terhadap satu anggota aliansi akan menjadi serangan terhadap mereka semua.
Menurut militer Berlin, latihan yang dijuluki "Air Defender 23" tersebut diselenggarakan oleh Jerman antara 12 dan 23 Juni. Operasinya berlangsung di sebagian besar wilayah udara Jerman, Belanda dan Republik Ceko.
Dari 250 pesawat yang dikerahkan, 100 di antaranya diterjunkan oleh Amerika Serikat (AS).
Selain AS, manuver besar-besaran ini juga dihadiri oleh 24 negara lain, termasuk tidak hanya anggota NATO, tetapi juga Swedia dan Jepang.
Baca Juga: NATO Unjuk Kekuatan, 250 Pesawat Militer Ikut Latihan Udara Terbesar
Fokus dari latihan ini adalah untuk mengoptimalkan dan memperluas kerja sama antara negara-negara peserta, dengan rencana untuk memodelkan skenario bantuan Pasal 5 NATO.
Klausul tersebut, yang terletak di jantung blok militer pimpinan AS, menetapkan bahwa serangan terhadap satu anggota aliansi akan menjadi serangan terhadap mereka semua.
Lihat Juga :