Kembali Gabung UNESCO, AS Tantang China di Pertempuran Budaya

Senin, 12 Juni 2023 - 21:30 WIB
loading...
Kembali Gabung UNESCO,...
Logo UNESCO terlihat bersama bendera negara-negara anggota di kantor pusat mereka di Paris, Prancis. Foto/REUTERS/Philippe Wojazer
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) berencana bergabung kembali dengan Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO).

Departemen Luar Negeri AS mengkonfirmasi langkah tersebut pada Minggu (11/6/2023). Bertahun-tahun setelah keluar dari badan tersebut, para pejabat AS sekarang melihatnya sebagai platform penting dalam persaingan multi-ranah Washington dengan China.

Departemen Luar Negeri (Deplu) AS mengirim surat ke badan yang berbasis di Paris pada 8 Juni, menguraikan keinginannya kembali ke organisasi tersebut setelah absen selama lima tahun.

“Kami memahami bahwa kepemimpinan UNESCO akan menyampaikan proposal kami kepada anggota dalam beberapa hari mendatang,” papar Deplu AS mengkonfirmasi kepada AP.

Washington memotong pendanaannya untuk UNESCO di era Presiden Barack Obama saat itu setelah Palestina menjadi anggota penuh organisasi tersebut pada 2011.

Washington secara resmi meninggalkan UNESCO di era pemerintahan Presiden AS Donald Trump pada 2017, diikuti oleh Israel, dengan alasan dugaan "bias pro-Palestina" dalam lembaga itu.

“China saat ini adalah satu-satunya penyumbang terbesar bagi UNESCO,” papar Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mencatat pada Maret.

Baca juga: Wilayah Kherson Rusia Akui Ukraina sebagai Bahasa Resmi

Diplomat itu mendesak Kongres menyisihkan sekitar USD150 juta untuk potensi kembali ke lembaga itu, karena AS berhutang banyak dalam pembayaran yang terlewatkan.

“Mereka sedang mengerjakan aturan, norma, dan standar untuk kecerdasan buatan. Kami ingin berada di sana,” ungkap Blinken.

“Langkah ini akan membantu mengatasi kesenjangan kritis dalam perangkat dan kapasitas kepemimpinan global kami, dan juga akan membantu kami mengatasi biaya peluang utama yang ditimbulkan oleh ketidakhadiran kami dalam persaingan global kami dengan China,” ungkap Wakil Menteri Luar Negeri untuk Manajemen AS John Bass pada saat itu.

“Jika kita benar-benar serius tentang persaingan era digital dengan China… kita tidak dapat lagi absen dari salah satu forum utama di mana standar seputar pendidikan untuk sains dan teknologi ditetapkan,” ujar dia.

Dia beralasan, ketidakhadiran AS melemahkan kemampuan Washington “untuk menjadi seefektif dalam mempromosikan visi kita tentang dunia yang bebas.”

Pada tahun 2021, tiga tahun setelah pemogokan yang sama dramatisnya atas dugaan bias anti-Israel, AS bergabung kembali dengan Dewan Hak Asasi Manusia PBB.

AS juga khawatir akan pengaruh China yang semakin besar terhadap badan global tersebut saat Washington meninggalkannya.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Jujur Saja, Kita Menyerah'
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Trump: Jika Iran Tak...
Trump: Jika Iran Tak Berperilaku Baik, Kita Akan Jatuhkan Bom di Kepala Mereka
Rekomendasi
Navigasi Kompleksitas...
Navigasi Kompleksitas Bisnis 2026, Grab For Business Dorong Pelaku Usaha Scale Smarter dan Execute Faster
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Penggunaan LPG Non Subsidi di Jakarta Fair
Gelar Unjuk Rasa di...
Gelar Unjuk Rasa di Monas, Ini Pernyataan Sikap BEM Persatuan Indonesia
Berita Terkini
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Infografis
Megawati Hangestri Gabung...
Megawati Hangestri Gabung Hyundai Hillstate di Liga Voli Korea Selatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved