Kuba Tepis Laporan China Bangun Pangkalan Mata-mata Rahasia

Jum'at, 09 Juni 2023 - 17:56 WIB
loading...
Kuba Tepis Laporan China...
Kuba tepis laporan China bangun pangkalan mata-mata rahasia. Foto/Ilustrasi
A A A
HAVANA - Sebuah laporan di Wall Street Journal menyatakan bahwa China berencana untuk membangun sebuah pangkalan mata-mata di Kuba. Namun klaim itu dibantah oleh pemerintah Kuba .

Adalah Wakil Menteri Luar Negeri Kuba Carlos Fernandez de Cossio yang menolak artikel WSJ.

"Benar-benar bohong dan tidak berdasar," katanya, menyebutnya sebagai isapan jempol Amerika Serikat (AS) yang dimaksudkan untuk membenarkan embargo ekonomi selama puluhan tahun Washington terhadap pulau di Karibia itu.

Dia mengatakan pulau itu menolak semua kehadiran militer asing di Amerika Latin dan Karibia seperti dikutip dari Al Jazeera, Jumat (9/6/2023).

Sementara itu seorang juru bicara kedutaan China di Washington menolak berkomentar.

"Kami tidak mengetahui kasus ini dan akibatnya, kami tidak dapat memberikan komentar sekarang," ujarnya.

Bantahan juga disampaikan pihak AS.

“Kami sudah melihat laporannya. Itu tidak akurat,” kata John Kirby, juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih, kepada kantor berita Reuters tanpa merinci aspek mana dari laporan itu yang tidak benar.

Baca Juga: China Bangun Pangkalan Mata-mata Rahasia di Dekat AS, Gedung Putih Meremehkan

“Kami memiliki keprihatinan nyata tentang hubungan China dengan Kuba, dan kami telah prihatin sejak hari pertama pemerintahan tentang aktivitas China di belahan bumi kita dan di seluruh dunia,” kata Kirby dari Gedung Putih.

Brigadir Jenderal Patrick Ryder, juru bicara departemen pertahanan AS, mengatakan: "Kami tidak mengetahui China dan Kuba mengembangkan stasiun mata-mata jenis baru."

Sebelumnya dalam laporan eksklusuf, surat kabar yang berbasis di New York itu menggambarkan perjanjian rahasia bagi China untuk mendirikan fasilitas penyadapan elektronik di Kuba.

Mengutip pejabat AS yang tidak disebutkan namanya yang akrab dengan "intelijen sangat rahasia", artikel itu mengatakan pangkalan yang diusulkan itu akan memungkinkan China untuk melakukan "sinyal intelijen", semacam spionase yang memungkinkannya mencegat email, panggilan telepon, dan data lain dari AS.

Wall Street Journal melaporkan fasilitas itu akan memungkinkan Beijing untuk mengumpulkan komunikasi elektronik dari AS tenggara, yang menampung banyak pangkalan militer AS, serta memantau lalu lintas kapal.

Markas Komando Pusat AS berbasis di Tampa. Fort Liberty, sebelumnya Fort Bragg, pangkalan militer AS terbesar, berada di North Carolina.

Wall Street Journal mengatakan pada prinsipnya kesepakatan telah dicapai dengan Beijing setuju untuk membayar Kuba "beberapa miliar dolar" untuk mendirikan fasilitas tersebut.

Baca Juga: Bersitegang dengan China, ASEAN Sepakat Gelar Latihan Gabungan di LCS

Dengan jarak Kuba kira-kira 150 kilometer dari pantai Florida, laporan tersebut mengirimkan riak melalui lingkungan politik AS, terutama di sayap kanan.

“Bulan ini saja, China telah melecehkan dan mengancam jet tempur dan kapal angkatan laut AS. Sekarang, itu menempatkan basis mata-mata di Kuba,” tulis calon presiden dari Partai Republik Nikki Haley di Twitter.

Perwakilan Ohio Jim Jordan menggemakan kemarahannya, menyalahkan Presiden AS Joe Biden dan mengaitkan berita tersebut dengan insiden awal tahun ini yang diidentifikasi intelijen AS sebagai balon mata-mata China yang melintasi wilayah udaranya.

“Pertama, balon mata-mata China. Sekarang, basis mata-mata China. Tidak terjadi di bawah Presiden Trump. Tapi terjadi sekarang di bawah Presiden Biden,” tulisnya.

Kesepakatan yang dilaporkan itu muncul ketika Washington dan Beijing tampaknya mengambil langkah tentatif untuk meredakan ketegangan yang telah meningkat terkait isu-isu mulai dari Taiwan hingga Laut China Selatan, hak asasi manusia, dan dugaan balon mata-mata.

Kehebohan di bulan Februari atas kemunculan balon mata-mata mendorong Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken untuk membatalkan rencana kunjungan ke Beijing dan ada kemungkinan bahwa hal itu sekarang dapat dilakukan dalam beberapa minggu mendatang.

Baca Juga: Terbuka Kemungkinan Menlu AS Melakukan Lawatan ke China
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Viral! Kebun Binatang...
Viral! Kebun Binatang China Cari Pemeran Beruang Hitam, Gajinya Rp263,6 Juta
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
Jepang Sangkal Militernya...
Jepang Sangkal Militernya Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk China
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Sebulan Ditahan di Libya,...
Sebulan Ditahan di Libya, Tiga Aktivis Pro Palestina Akhirnya Bebas
Heboh, Menteri Perempuan...
Heboh, Menteri Perempuan Swedia Bawa Bayi ke Pertemuan Uni Eropa
Rekomendasi
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
Sejak 2023, Kabel Udara...
Sejak 2023, Kabel Udara Sepanjang 11 Kilometer di Jakarta Barat Direlokasi
Kawal Transformasi Terintegrasi...
Kawal Transformasi Terintegrasi untuk Perkuat Bio Farma Group
Berita Terkini
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Infografis
Arab Saudi Bangun Jalur...
Arab Saudi Bangun Jalur Kereta Api Landbridge Rp116 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved