Australia Berencana Larang Penggunaan Swastika dan Simbol Nazi Lainnya

Kamis, 08 Juni 2023 - 23:50 WIB
loading...
Australia Berencana...
Australia Berencana Larang Penggunaan Swastika dan Simbol Nazi Lainnya. FOTO/Reuters
A A A
SYDNEY - Pemerintah Australia merencanakan undang-undang untuk melarang swastika dan simbol Nazi lainnya secara nasional. “Undang-undang ini disusun karena peningkatan aktivitas sayap kanan,” kata Jaksa Agung Mark Dreyfus, Kamis (8/6/2023).

Menurutnya, sebagian besar negara bagian Australia telah melarang simbol Nazi semacam itu. Dan, undang-undang federal akan melangkah lebih jauh dengan juga melarang perdagangan materi semacam itu.

Baca juga: Pengemudi Truk Tabrak Penghalang Gedung Putih Ditahan, Penyelidik Temukan Bendera Nazi

“Ada peningkatan dalam aktivitas ekstrem kanan yang penuh kekerasan semacam ini. Kami pikir sudah saatnya ada undang-undang federal yang akan saya bawa ke Parlemen minggu depan," kata Dreyfus kepada televisi Nine Network, seperti dikutip dari AP.

“Kami punya tanggung jawab untuk impor dan ekspor. Kami ingin melihat diakhirinya perdagangan memorabilia semacam ini atau barang apa pun yang mengandung simbol Nazi itus. Tidak ada tempat di Australia untuk menyebarkan kebencian dan kekerasan,” lanjutnya.

Pemerintah Partai Buruh mengontrol Dewan Perwakilan Rakyat tetapi bukan Senat, dan tidak jelas kapan larangan itu akan disahkan atau diberlakukan. Undang-undang tersebut akan mencakup hukuman bagi orang yang menampilkan simbol Nazi hingga satu tahun penjara.

Baca juga: Polisi Paris Dikecam karena Izinkan Demonstrasi Neo-Nazi

Menampilkan simbol untuk tujuan keagamaan, pendidikan atau seni akan menjadi salah satu pengecualian dari larangan tersebut. Itu tidak akan mempengaruhi penggunaan swastika untuk orang-orang yang menjalankan agama Hindu, Budha dan Jainisme.

Dreyfus, seorang Yahudi, mengatakan, jumlah neo-Nazi kecil. Tetapi, agen mata-mata domestik utama, Organisasi Intelijen Keamanan Australia, telah menyuarakan keprihatinan tentang aktivitas mereka dalam tiga tahun terakhir.

“Ini adalah jumlah orang yang sangat sedikit. Saya berharap itu menjadi kecil dan pada akhirnya akan hilang,” katanya kepada Australian Broadcasting Corp.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Australia Sita 100.000...
Australia Sita 100.000 Kecoak Selundupan, Harganya Rp2,5 Miliar
Negara Tetangga Indonesia...
Negara Tetangga Indonesia Ini dan Sekutunya Kembangkan Drone Bawah Laut
THE Sustainability Impact...
THE Sustainability Impact Ratings 2026, Western Sydney University Raih Peringkat 3 Dunia
Mantan Menteri Kehakiman...
Mantan Menteri Kehakiman Korsel Divonis 25 Tahun Penjara Terkait Peran dalam Darurat Militer
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Melonjak Jadi 164 Orang, Hampir 1.000 Lainnya Luka
Rekomendasi
Sejarah! Cape Verde...
Sejarah! Cape Verde Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026 usai Tahan Arab Saudi
Salah Pilih Rekening...
Salah Pilih Rekening Tujuan? Cara Batalkan Pencairan Pinjaman Kredivo
Urutan Mandi Wajib Setelah...
Urutan Mandi Wajib Setelah Haid yang Benar agar Sah Melaksanakan Ibadah Fardhu Lagi
Berita Terkini
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved