Sekjen NATO: Rusia Hancurkan Perdamaian di Eropa
Selasa, 06 Juni 2023 - 22:33 WIB
loading...
Sekretaris Jenderal (Sekjen) NATO Jens Stoltenberg. Foto/Sky News
A
A
A
BRATISLAVA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) NATO , Jens Stoltenberg, mengatakan bahwa perang agresi Presiden Rusia Vladimir Putin yang tidak beralasan terhadap Ukraina telah mengubah lingkungan keamanan untuk jangka panjang.
Berbicara pada KTT Bucharest Nine di Bratislava, dia menyoroti bahwa “Rusia telah menghancurkan perdamaian di Eropa.”
“Penghancuran bendungan Kakhovka hari ini membahayakan ribuan warga sipil dan menyebabkan kerusakan lingkungan yang parah. Ini adalah tindakan keterlaluan yang sekali lagi menunjukkan kebrutalan perang Rusia di Ukraina,” katanya.
“Keputusan yang kami ambil pada KTT NATO di Vilnius Juli ini akan sangat signifikan. Kami akan memperkuat dukungan kami untuk Ukraina dengan paket bantuan multi-tahun untuk membantu transisi dari era Soviet ke standar NATO dan membawa Ukraina lebih dekat ke NATO. Semua sekutu setuju bahwa pintu NATO tetap terbuka, bahwa Ukraina akan menjadi anggota aliansi dan Rusia tidak memiliki hak veto,” tambahnya seperti dikutip dari Al Jazeera, Selasa (6/6/2023).
Baca Juga: Senjatanya Digunakan untuk Serang Wilayah Rusia, Belgia Tuntut Penjelasan Ukraina
Berbicara pada KTT Bucharest Nine di Bratislava, dia menyoroti bahwa “Rusia telah menghancurkan perdamaian di Eropa.”
“Penghancuran bendungan Kakhovka hari ini membahayakan ribuan warga sipil dan menyebabkan kerusakan lingkungan yang parah. Ini adalah tindakan keterlaluan yang sekali lagi menunjukkan kebrutalan perang Rusia di Ukraina,” katanya.
“Keputusan yang kami ambil pada KTT NATO di Vilnius Juli ini akan sangat signifikan. Kami akan memperkuat dukungan kami untuk Ukraina dengan paket bantuan multi-tahun untuk membantu transisi dari era Soviet ke standar NATO dan membawa Ukraina lebih dekat ke NATO. Semua sekutu setuju bahwa pintu NATO tetap terbuka, bahwa Ukraina akan menjadi anggota aliansi dan Rusia tidak memiliki hak veto,” tambahnya seperti dikutip dari Al Jazeera, Selasa (6/6/2023).
Baca Juga: Senjatanya Digunakan untuk Serang Wilayah Rusia, Belgia Tuntut Penjelasan Ukraina
Lihat Juga :