Mengapa Rusia Tenggelamkan Kapal Perang Terakhir Ukraina Tak Masalah

Sabtu, 03 Juni 2023 - 02:32 WIB
loading...
Mengapa Rusia Tenggelamkan...
Rusia klaim telah menghancurkan dan menenggelamkan kapal perang terkhir Ukraina, Yuri Olefirenko. Foto/Twitter via Al Arabiya
A A A
KYIV - Klaim Rusia telah menggelamkan kapal perang terakhir Ukraina hampir tidak berdampak pada kekuatan Angkatan Laut Kyiv. Demikian penilaian para pakar, Jumat (2/6/2023).

Pada hari Rabu, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan kapal perang Ukraina Yuri Olefirenko telah dihancurkan dan ditenggelamkan dalam serangan presisi tinggi.

Menurut kementerian tersebut, kapal itu dibawa keluar pada 29 Mei di pelabuhan Odesa, Ukraina selatan.

Ukraina belum mengonfirmasi klaim tersebut, tetapi Angkatan Laut Ukraina menolak berkomentar kepada media.

Baca Juga: Pasukan Rusia Hancurkan Kapal Perang Terakhir Ukraina

Menurut Naval News, Yuri Olefirenko—kapal pendarat yang digunakan untuk mengangkut pasukan dan kendaraan, termasuk tank—dibangun di Polandia pada tahun 1970. Ia dipindahkan ke Angkatan Laut Ukraina pada periode pasca-Soviet.

Tapi itu bukan kapal amfibi besar, menurut Frederik Mertens dari Den Haag Center for Strategic Studies (HCSS).

"Tenggelamnya Yuri Olefirenko hampir tidak berdampak pada potensi ofensif Angkatan Laut Ukraina dan tidak berdampak sama sekali pada pertahanan pantai Ukraina," kata Mertens kepada Newsweek.

“Kemampuan amfibi nyata yang dimiliki Ukraina jauh berbeda: kapal penyerbu cepat kecil,” imbuh dia.

Yuri Olefirenko, kata Mertens, hanya akan mampu membawa sekitar empat tank Ukraina, dibandingkan dengan kapal serupa tetapi lebih besar yang dikerahkan selama abad ke-20, yang dapat memuat empat kali lipat jumlah itu.

Menurut Mertens, itu juga tidak akan banyak berguna dalam meluncurkan serangan amfibi di semenanjung Crimea yang dicaplok Rusia.

Menurut para pakar, Ukraina tidak memiliki kemampuan seperti itu, bahkan dengan kapalnya sekalipun.

Paul van Hooft, analis HCSS lainnya, mengatakan kepada Newsweek bahwa banyak informasi kontras telah beredar tentang Yuri Olefirenko, di mana Rusia sebelumnya mengeklaim telah merebut dan menghancurkan kapal tersebut.

Menurutnya, Rusia dapat menyerang kapal secara langsung, tanpa menenggelamkannya. Dia menambahkan bahwa beberapa informasi sumber terbuka juga menunjukkan bahwa kapal yang dirujuk Moskow tidak sesuai dengan deskripsi fisik Yuri Olefirenko.

Namun, menurut Mertens, itu berpotensi dihancurkan oleh rudal anti-kapal Rusia.

"Sangat mungkin kapal itu dihantam," kata Mark Grove, dosen senior di Pusat Studi Maritim Universitas Lincoln di Britannia Royal Naval College di Dartmouth, Inggris. "Tetapi kapal tua itu tidak begitu berharga bagi Ukraina," ujarnya.

"Kehancurannya memiliki nilai simbolis atau propaganda," katanya kepada Newsweek.

Pada April 2022, kapal Armada Laut Hitam Rusia, Moskva, tenggelam dalam kerugian paling besar bagi Angkatan Laut Rusia sejak dimulainya perang di Ukraina pada Februari 2022.

Rusia menyalahkan kebakaran dan ledakan amunisi—kemudian cuaca—atas tenggelamnya kapal itu, meskipun banyak analis Barat dan intelijen Amerika Serikat menduga rudal anti-kapal Neptune milik Kyiv mungkin bertanggung jawab.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Update Korban Gempa...
Update Korban Gempa Venezuela: 235 Orang Tewas dan 70.000 Keluarga Terdampak
Wow, Putin Ngobrol dengan...
Wow, Putin Ngobrol dengan Presiden Belarusia Lukashenko 24 Jam Lebih
Rekomendasi
JKF Fun Padel Competition...
JKF Fun Padel Competition 2026 Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Instansi di Jakarta
Awkarin Penuhi Panggilan...
Awkarin Penuhi Panggilan Polisi, Diperiksa Terkait Kasus Dugaan Penipuan Umrah Hanania Travel
Pigai Desak Kematian...
Pigai Desak Kematian 5 Peserta SPPI Diusut Tuntas: Ini Peristiwa yang Serius
Berita Terkini
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
1.300 Orang Tewas Akibat...
1.300 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Eropa
Infografis
Ukraina Mengharapkan...
Ukraina Mengharapkan 3 Juta Peluru Sekutu untuk Akhiri Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved