China Ancam Tolak Paspor Nasional Luar Negeri Inggris
Jum'at, 24 Juli 2020 - 01:50 WIB
loading...
A
A
A
“Secara terang-terangan melanggar komitmennya, melanggar hukum internasional dan norma dasar hubungan internasional, dan mencampuri urusan Hong Kong dan urusan dalam negeri China. Kami dengan tegas menentang ini," tegasnya.
"Sejak pihak Inggris melanggar komitmennya terlebih dahulu, China akan mempertimbangkan untuk berhenti mengakui paspor BNO sebagai dokumen perjalanan yang sah, dan berhak untuk mengambil tindakan lebih lanjut," tukasnya seperti dikutip dari ITV, Jumat (24/7/2020). (Baca: China Murka Inggris Tawarkan Kewarganegaraan pada Penduduk Hong Kong )
Menanggapi pernyataan Beijing, Menteri Luar Negeri bayangan dari Partai Buruh, Lisa Nandy, mengatakan dia ingin melihat Raab "membela pemegang paspor BNO" dan menyerukannya memanggil duta besar China atas komentar tersebut.
“Pemerintah tidak boleh goyah dalam komitmennya terhadap Hong Kong dan jutaan orang yang berpotensi menjadi sasaran undang-undang keamanan nasional yang baru.
“Berbeda dengan Menteri Luar Negeri yang mengatakan 'tidak banyak yang bisa dilakukan Inggris', Partai Buruh ingin melihat pemerintah membela pemegang paspor BNO di Hong Kong dan menuntut jaminan dari China bahwa perjalanan mereka tidak dibatasi dengan alasan tidak sah" kata Nandy.
"Sejak pihak Inggris melanggar komitmennya terlebih dahulu, China akan mempertimbangkan untuk berhenti mengakui paspor BNO sebagai dokumen perjalanan yang sah, dan berhak untuk mengambil tindakan lebih lanjut," tukasnya seperti dikutip dari ITV, Jumat (24/7/2020). (Baca: China Murka Inggris Tawarkan Kewarganegaraan pada Penduduk Hong Kong )
Menanggapi pernyataan Beijing, Menteri Luar Negeri bayangan dari Partai Buruh, Lisa Nandy, mengatakan dia ingin melihat Raab "membela pemegang paspor BNO" dan menyerukannya memanggil duta besar China atas komentar tersebut.
“Pemerintah tidak boleh goyah dalam komitmennya terhadap Hong Kong dan jutaan orang yang berpotensi menjadi sasaran undang-undang keamanan nasional yang baru.
“Berbeda dengan Menteri Luar Negeri yang mengatakan 'tidak banyak yang bisa dilakukan Inggris', Partai Buruh ingin melihat pemerintah membela pemegang paspor BNO di Hong Kong dan menuntut jaminan dari China bahwa perjalanan mereka tidak dibatasi dengan alasan tidak sah" kata Nandy.
Lihat Juga :