Bos Kalashnikov Ungkap Mengapa Dia Membuat Senjata

Kamis, 01 Juni 2023 - 14:01 WIB
loading...
Bos Kalashnikov Ungkap...
Presiden Grup Kalashnikov, Alan Lushnikov. Foto/rt
A A A
MOSKOW - Dalam wawancara eksklusif dengan RT, Presiden Grup Kalashnikov, Alan Lushnikov, berbicara tentang pembukaan pabrik senapan di India.

Dia juga menjelaskan bagaimana senjata baru itu bekerja dalam pertempuran, dan apa yang memotivasi perusahaan melakukan apa yang dilakukannya.

“Bagi saya, pertama-tama ini adalah kesempatan untuk memberikan apa yang dibutuhkan negara saya untuk keamanannya,” ujar Lushnikov kepada RT, dalam wawancara yang pertama kali ditayangkan pada Senin (29/5/2023).

Dia menjelaskan, “Alasan utama mengapa kami melakukan semua ini adalah untuk membuat negara kami mampu mempertahankan dirinya sendiri. Jika Anda berkomitmen untuk tugas ini, semua hal lainnya akan datang dengan sendirinya.”

Kalashnikov, menurutnya, membuat "produk terbaik dunia", yang dijual baik di dalam maupun luar negeri.

Namun, perusahaan tidak melakukannya untuk memuaskan beberapa ambisi atau ego pribadi. “Anda harus membuat produk terbaik dunia untuk memastikan ibu pertiwi Anda aman,” ungkap dia.

Baca juga: Senjata AS untuk Ukraina Terlihat di Tangan Anggota Kartel Narkoba Meksiko

Selain desain senapan otomatis yang “sederhana dan andal”, Kalashnikov juga membuat senapan sniper, drone seperti Lancet yang banyak digunakan, dan bahkan seragam tempur untuk militer Rusia.

Baru pekan lalu, perusahaan mengumumkan telah membentuk divisi terpisah yang didedikasikan untuk merancang dan membuat drone.

Lushnikov tidak akan mengomentari perkembangan Lancet tertentu, bercanda bahwa ini akan dirahasiakan.

Namun dia mengatakan perusahaan itu "secara aktif mengembangkan" berbagai UAV pengintaian dan serangan.

“Keunggulan utama kami adalah keandalan mutlak dari produk kami,” papar dia.

“Semua senjata yang dikirim ke militer Rusia langsung dikirim ke garis depan, di mana mereka diuji dalam pertempuran, dan ditingkatkan berdasarkan umpan balik pengguna,” ujar dia.

Operasi militer di Ukraina telah menunjukkan keefektifan "pendekatan klien-sentris" Kalashnikov, menurut Lushnikov kepada RT.

Perusahaan percaya dalam mengembangkan solusi teknis untuk kebutuhan taktis. “Jadi itu taktik, teknologi, dan kemudian kemampuan,” ungkap dia.

Awal bulan ini, Kalashnikov memulai pengiriman massal senapan sniper Chukavin SVCh, sebagai pengganti Dragunov SVD, yang sudah ada sejak tahun 1960-an.

Polisi Rusia juga mulai mengadopsi pistol Lebedev kompak (PLK-15) sebagai senjata dinas mereka, sementara Garda Nasional memilih PL-15 modular yang lebih berat.

Lushnikov juga menegaskan India telah mulai memproduksi salah satu senapan seri AK-200 di dalam negeri, sebagai bagian dari kesepakatan transfer teknologi dengan Rusia.

Memperhatikan bahwa India adalah mitra strategis bukan hanya Kalashnikov tetapi juga Rusia sendiri, Lushnikov mengatakan tujuan Moskow adalah “untuk sepenuhnya memenuhi permintaan senjata api India.”

Lushnikov menunjukkan membuat senapan di India bukanlah ancaman bagi lapangan kerja Rusia, karena permintaan New Delhi “secara signifikan melebihi kapasitas kami saat ini.”

Dia juga mencatat pengaturan lisensi dapat direplikasi di negara lain, tetapi itu tergantung pada pemerintah di Moskow untuk mengaturnya.

“Pabrik Kalashnikov di Rusia sudah berjalan dengan kapasitas penuh,” ujar Lushnikov kepada RT, dan perusahaan berinvestasi untuk meningkatkan produksi.

Pada kuartal pertama 2023, perusahaan meningkatkan produksinya sebesar 38%, mencapai rekor 10 tahun.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Gempa Dahsyat Venezuela,...
Gempa Dahsyat Venezuela, Bandara Internasional Ditutup hingga Warga Berhamburan ke Jalan
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Melonjak Jadi 164 Orang, Hampir 1.000 Lainnya Luka
Rekomendasi
Pesan Menyentuh di Ruang...
Pesan Menyentuh di Ruang Ganti Timnas Iran: Bermain Jujur adalah Jiwa Sepak Bola
Jokowi Pakai Baju Berlogo...
Jokowi Pakai Baju Berlogo PSI: Artinya Tahu Sendiri
Transisi Net Zero Ubah...
Transisi Net Zero Ubah Peran CFO Menjadi Penggerak Transformasi Bisnis
Berita Terkini
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Pakar Militer Ini Ungkap...
Pakar Militer Ini Ungkap AS dan Iran Masih Berusaha Raih Klaim Kemenangan
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Iran Akan Selalu Cepat dan Tegas Setiap Serangan AS
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Infografis
Siapa John Ternus, Bos...
Siapa John Ternus, Bos Baru Apple Pengganti Tim Cook?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved