5 Kesalahan Biden dalam Menilai Perang Ukraina, Nomor 2 Meremehkan Militer Rusia
Rabu, 31 Mei 2023 - 17:56 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Mantan Perdana Menteri: Zelensky Ubah Ukraina Jadi Afghanistan Baru
Biden meremehkan kekuatan nasionalisme Rusia dan menolak ketakutan Moskow akan ekspansi NATO ke perbatasannya sebagai alasan tak berdasar untuk imperialisme Rusia.
Beberapa bulan menjelang perang, Biden merusak upaya untuk mengimplementasikan perjanjian Minsk yang ditandatangani pada 2014 dan 2015 untuk mengakhiri konflik di wilayah Donbas. "Pada perjanjian Minsk itu untuk membuka jalan bagi pembentukan dua wilayah Rusia yang otonom di Ukraina timur dan mencegah perluasan intervensi Rusia di negara tersebut," papar Bishara.
Padahal, baik Ukraina dan Rusia telah menandatangani Minsk, tetapi Prancis dan Jerman, yang membantu menyelesaikan dan menyempurnakan perjanjian ini, gagal mendorong implementasinya dengan cukup keras.
Biden juga meremehkan ketahanan militer Rusia, bertaruh pada Ukraina yang mampu mengalahkannya. Biden beranggapan Ukraina sama seperti Afghanistan yang mengalahkan Uni Soviet dengan bantuan dari AS.
Tetapi bagi Moskow, Ukraina jauh lebih penting dan strategis daripada Afghanistan, mengingat kesamaan sejarah dan kedekatan geografisnya. Dari sudut pandang Putin, Ukraina sangat penting bagi keamanan nasional Rusia dan kelangsungan rezimnya. Jelas, dia lebih suka menghancurkannya daripada melihatnya bergabung dengan aliansi Barat.
Selama tahun pertama perang, kemunduran Rusia dari Kiev ke Kharkiv menunjukkan tekad dan ketahanan Ukraina. Namun gelombang perang mulai berubah tahun ini. Seperti yang ditunjukkan oleh jatuhnya Bakhmut setelah pertempuran sengit selama berbulan-bulan, Rusia tidak kalah ulet atau bertekad untuk menang. "Itu adalah resep untuk kebuntuan yang menghancurkan," tutur Bishara.
![5 Kesalahan Biden dalam Menilai Perang Ukraina, Nomor 2 Meremehkan Militer Rusia]()
Foto/Reuters
Biden juga melebih-lebihkan kemampuan perang Ukraina. Ini jangan disamakan dengan keberanian dan ketabahan yang memungkinkan mereka melancarkan serangan balasan yang sukses tahun lalu.
Tetapi perang sejauh ini telah dilakukan secara konvensional di wilayah Ukraina. Kemunduran ini tidak menghalangi AS dan sekutunya untuk meningkatkan bantuan militer kepada Ukraina.
2. Meremehkan Nasionalisme Rusia
Biden meremehkan kekuatan nasionalisme Rusia dan menolak ketakutan Moskow akan ekspansi NATO ke perbatasannya sebagai alasan tak berdasar untuk imperialisme Rusia.
Beberapa bulan menjelang perang, Biden merusak upaya untuk mengimplementasikan perjanjian Minsk yang ditandatangani pada 2014 dan 2015 untuk mengakhiri konflik di wilayah Donbas. "Pada perjanjian Minsk itu untuk membuka jalan bagi pembentukan dua wilayah Rusia yang otonom di Ukraina timur dan mencegah perluasan intervensi Rusia di negara tersebut," papar Bishara.
Padahal, baik Ukraina dan Rusia telah menandatangani Minsk, tetapi Prancis dan Jerman, yang membantu menyelesaikan dan menyempurnakan perjanjian ini, gagal mendorong implementasinya dengan cukup keras.
3. Meremehkan Ketahanan Militer Rusia
Biden juga meremehkan ketahanan militer Rusia, bertaruh pada Ukraina yang mampu mengalahkannya. Biden beranggapan Ukraina sama seperti Afghanistan yang mengalahkan Uni Soviet dengan bantuan dari AS.
Tetapi bagi Moskow, Ukraina jauh lebih penting dan strategis daripada Afghanistan, mengingat kesamaan sejarah dan kedekatan geografisnya. Dari sudut pandang Putin, Ukraina sangat penting bagi keamanan nasional Rusia dan kelangsungan rezimnya. Jelas, dia lebih suka menghancurkannya daripada melihatnya bergabung dengan aliansi Barat.
Selama tahun pertama perang, kemunduran Rusia dari Kiev ke Kharkiv menunjukkan tekad dan ketahanan Ukraina. Namun gelombang perang mulai berubah tahun ini. Seperti yang ditunjukkan oleh jatuhnya Bakhmut setelah pertempuran sengit selama berbulan-bulan, Rusia tidak kalah ulet atau bertekad untuk menang. "Itu adalah resep untuk kebuntuan yang menghancurkan," tutur Bishara.
4. Melebih-lebihkan Kemampuan Perang Ukraina

Foto/Reuters
Biden juga melebih-lebihkan kemampuan perang Ukraina. Ini jangan disamakan dengan keberanian dan ketabahan yang memungkinkan mereka melancarkan serangan balasan yang sukses tahun lalu.
Tetapi perang sejauh ini telah dilakukan secara konvensional di wilayah Ukraina. Kemunduran ini tidak menghalangi AS dan sekutunya untuk meningkatkan bantuan militer kepada Ukraina.
Lihat Juga :