5 Kesalahan Biden dalam Menilai Perang Ukraina, Nomor 2 Meremehkan Militer Rusia

Rabu, 31 Mei 2023 - 17:56 WIB
loading...
A A A
Pada 19 Mei 2023, pertemuan negara-negara G7 yang dipimpin AS di Hiroshima berjanji untuk memperbarui "komitmen mereka untuk memberikan dukungan finansial, kemanusiaan, militer, dan diplomatik yang dibutuhkan Ukraina selama diperlukan".

"Ini adalah indikasi lain bahwa AS dan sekutunya terjebak dalam misi merayap," tutur Bashara. Apa yang dimulai dengan pengiriman amunisi ke Ukraina, diperluas untuk memasok artileri dan tank Amerika dan Jerman, sistem pertahanan Patriot, dan drone, yang memungkinkan Ukraina melakukan perlawanan ke wilayah Rusia.

Baru-baru ini, AS telah menyetujui pengiriman jet tempur F-16 ke Ukraina untuk menantang superioritas udara Rusia. Moskow telah memperingatkan bahwa menyediakan Kiev dengan pesawat ini akan menyebabkan eskalasi yang berbahaya, sementara para ahli mempertanyakan kegunaan langsungnya untuk tentara Ukraina tanpa bantuan dari luar yang mengawakinya.

Kemudian, Timothy Naftali, seorang sejarawan di Universitas New York yang telah mempelajari kepresidenan AS dan Uni Soviet, mengatakan Bidan telah menjalankan peran tradisional Amerika sebagai pendukung NATO. “Itu menyusun kembali kepresidenannya,” katanya. “Dan ini memberinya kesempatan untuk menunjukkan argumen bahwa Anda membutuhkan seorang presiden yang memahami aliansi dan menyadari bahwa Anda tidak dapat melakukannya sendiri.”

5. Salah Kalkulasi Sanksi bagi Rusia


Terakhir, sama seperti Putin yang meremehkan persatuan Barat dalam mendukung Ukraina, Biden meremehkan ketidakpedulian dunia lainnya terhadap dampak perang tersebut. Saat seluruh dunia terus berdagang dengan Rusia, sanksi Barat gagal mengubah perhitungan Moskow. "Sementara itu, ketika perang berdampak pada keamanan dan stabilitas Rusia dan Barat, China muncul tanpa cedera," tutur Bishara.

Skenario suram telah memaksa Biden beralih ke rencana kompleks untuk menghukum Rusia secara ekonomi dan menunjukkan bahaya pemerintahan otoriter yang menjungkirbalikkan demokrasi tetangga. “Ini adalah pertarungan yang bisa memakan waktu bertahun-tahun,” kata Timothy Naftali. “Masa depan Eropa bergantung pada Kremlin yang membayar harga untuk kejahatan perang. Jika Putin lolos begitu saja, negara apa selanjutnya?”

Seperti diungkapkan Doug Bandow, pakar luar negeri dari Cato Institute, bahwa meskipun perang Rusia-Ukraina mungkin merupakan konflik terburuk di Eropa sejak Perang Dunia II, ini bukanlah yang terburuk di seluruh dunia. "Memang, anggapan otomatis orang Amerika dan Eropa bahwa kebakaran besar ini adalah yang paling penting di dunia, adalah salah satu alasan mengapa Global South menjauh," tuturnya. Konflik yang jauh lebih dahsyat telah terjadi di seluruh dunia berkembang karena dampak perang Ukraina tersebut.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
Keluarga Peter Crouch...
Keluarga Peter Crouch Cerita Susahnya Masuk AS saat Piala Dunia 2026
Blokade Laut Memanas,...
Blokade Laut Memanas, Houthi Gempur 2 Kapal Tanker Arab Saudi di Laut Merah
Iran Ancam Serang Fasilitas...
Iran Ancam Serang Fasilitas Energi Negara-Negara Arab, jika..
Rekomendasi
Dokter Tifa Sudah Pelajari...
Dokter Tifa Sudah Pelajari 10 Ribu Halaman Dokumen BAP sebelum Eksepsi Dikabulkan
Dokter Tifa Sudah Siapkan...
Dokter Tifa Sudah Siapkan 2.000 Pertanyaan untuk Jokowi jika Sidang Berlanjut
Energy Executive Award...
Energy Executive Award 2026 Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Wujudkan Ketahanan Energi
Berita Terkini
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Infografis
Tentara China Ikut Perang...
Tentara China Ikut Perang Bantu Rusia Melawan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved