Bersenjatakan Granat, Seorang Pria Sandera Polisi di Ukraina
Kamis, 23 Juli 2020 - 20:37 WIB
loading...
Seorang pria di kota Poltava, Ukraina, yang membawa granat dilaporkan lolos dari penangkapan dan berhasil menyandera seorang petugas polisi. Foto/REUTERS
A
A
A
KIEV - Seorang pria di kota Poltava, Ukraina, yang membawa granat dilaporkan lolos dari penangkapan. Bukan hanya lolos dari penangkapan, pria tersebut juga berhasil menyandera seorang petugas polisi.
Wakil Menteri Dalam Negeri Ukraina, Anton Gerashchenko mengatakan, polisi berusaha menangkap seorang pria yang diduga membajak sebuah kendaraan, ketika ia mengeluarkan sebuah granat dan mengancam akan membunuh salah seorang petugas.
( Baca juga: Bersenjatakan Bom dan Senpi, Pria Ukraina Bajak Bus Penumpang )
Setelah negosiasi selama beberapa waktu, pria tersebut akhirnya setuju untuk menukar petugas polisi yang sudah senior yang dia sandera dengan seorang polisi yang lebih muda. Pria itu akhirnya pergi dengan membawa petugas tersebut, dengan mobil yang disediakan polisi.Namun, Gerashchenko mengatakan bahwa negosiasi lanjutan saat ini tengah berlangsung agar pelaku bersedia menyerahkan diri.
"Saat ini negosiasi sedang berlangsung untuk memaksa penyerang menyerah kepada polisi tanpa merugikan dirinya sendiri atau orang lain," kata Gerashchenko dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters pada Kamis (23/7/2020).
( Baca juga: Masyarakat di Zona Merah Masih Abai Protokol Kesehatan )
Itu adalah aksi penyanderaan kedua yang terjadi di Ukraina dalam tiga hari terakhir. Pada hari Selasa, seorang pria bersenjata menahan 13 orang di dalam bis selama berjam-jam, sebelum akhirnya dibebaskan.
Wakil Menteri Dalam Negeri Ukraina, Anton Gerashchenko mengatakan, polisi berusaha menangkap seorang pria yang diduga membajak sebuah kendaraan, ketika ia mengeluarkan sebuah granat dan mengancam akan membunuh salah seorang petugas.
( Baca juga: Bersenjatakan Bom dan Senpi, Pria Ukraina Bajak Bus Penumpang )
Setelah negosiasi selama beberapa waktu, pria tersebut akhirnya setuju untuk menukar petugas polisi yang sudah senior yang dia sandera dengan seorang polisi yang lebih muda. Pria itu akhirnya pergi dengan membawa petugas tersebut, dengan mobil yang disediakan polisi.Namun, Gerashchenko mengatakan bahwa negosiasi lanjutan saat ini tengah berlangsung agar pelaku bersedia menyerahkan diri.
"Saat ini negosiasi sedang berlangsung untuk memaksa penyerang menyerah kepada polisi tanpa merugikan dirinya sendiri atau orang lain," kata Gerashchenko dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters pada Kamis (23/7/2020).
( Baca juga: Masyarakat di Zona Merah Masih Abai Protokol Kesehatan )
Itu adalah aksi penyanderaan kedua yang terjadi di Ukraina dalam tiga hari terakhir. Pada hari Selasa, seorang pria bersenjata menahan 13 orang di dalam bis selama berjam-jam, sebelum akhirnya dibebaskan.
(esn)
Lihat Juga :