3 pemimpin yang Mengundurkan Diri karena Burnout, Nomor Buncit Sangat Bersinar
Senin, 29 Mei 2023 - 14:58 WIB
loading...
A
A
A
Partai Buruh sekarang memegang 53 dari 59 kursi di majelis rendah negara bagian. Partai tersebut diperkirakan akan kembali berkuasa dalam pemilihan yang dijadwalkan pada 2025. "Meskipun skala besar dari kemenangan pemilihan terakhirnya membuatnya mendapat tempat dalam sejarah politik Australia, saya tahu definisi kesuksesan Mark selalu tentang memberikan kepada orang-orang, meningkatkan kehidupan dan menciptakan kemajuan yang bertahan lama," kata Perdana Menteri Australia Anthony Albanese memberikan komentar atas pengunduran diri McGowan.
2. Menteri Pertama Skotlandia Nicola Sturgeon
![3 pemimpin yang Mengundurkan Diri karena Burnout, Nomor Buncit Sangat Bersinar]()
Foto/Reuters
Nicola Sturgeon mengumumkan pengunduran dirinya pada Februari 2023. Alasannya, dia mengaku kelelahan atau burnout karena "kebrutalan" kehidupan politik.
Sturgeon mengungkapkan dirinya sebenarnya memiliki "banyak yang tersisa di dalam otaknya". Keputusan itu setelah delapan tahun sebagai menteri pertama, tujuh tahun sebagai wakil dan seumur hidup dalam politik.
"Memberikan segalanya dari diri Anda untuk pekerjaan ini adalah satu-satunya cara untuk melakukannya. Negara ini tidak kurang dari itu. Tapi sebenarnya itu hanya bisa dilakukan, oleh siapa saja, selama ini," kata Sturgeon. "Seorang menteri pertama tidak pernah berhenti bertugas. Di era ini hampir tidak ada privasi," tuturnya.
Sturgeon mengaku untuk pergi minum kopi dengan teman-teman atau berjalan-jalan sendirian menjaid hal sulit ketika menjadi pejabat publik. Dan dia juga menyebutkan ingin menghabiskan lebih banyak waktu dengan keponakannya.
Baca Juga: Mahasiswa Program Doktor UGM Kembangkan Pandemic Burnout Inventory
3. PM Selandia Baru Jacinda Ardern
2. Menteri Pertama Skotlandia Nicola Sturgeon

Foto/Reuters
Nicola Sturgeon mengumumkan pengunduran dirinya pada Februari 2023. Alasannya, dia mengaku kelelahan atau burnout karena "kebrutalan" kehidupan politik.
Sturgeon mengungkapkan dirinya sebenarnya memiliki "banyak yang tersisa di dalam otaknya". Keputusan itu setelah delapan tahun sebagai menteri pertama, tujuh tahun sebagai wakil dan seumur hidup dalam politik.
"Memberikan segalanya dari diri Anda untuk pekerjaan ini adalah satu-satunya cara untuk melakukannya. Negara ini tidak kurang dari itu. Tapi sebenarnya itu hanya bisa dilakukan, oleh siapa saja, selama ini," kata Sturgeon. "Seorang menteri pertama tidak pernah berhenti bertugas. Di era ini hampir tidak ada privasi," tuturnya.
Sturgeon mengaku untuk pergi minum kopi dengan teman-teman atau berjalan-jalan sendirian menjaid hal sulit ketika menjadi pejabat publik. Dan dia juga menyebutkan ingin menghabiskan lebih banyak waktu dengan keponakannya.
Baca Juga: Mahasiswa Program Doktor UGM Kembangkan Pandemic Burnout Inventory
3. PM Selandia Baru Jacinda Ardern
Lihat Juga :