Senator Graham: Rusia Sekarat Berkat Dukungan Militer AS ke Ukraina

Senin, 29 Mei 2023 - 12:13 WIB
loading...
Senator Graham: Rusia...
Senator Amerika Serikat Lindsey Graham mengatakan Rusia sedang sekarat berkat dukungan militer Amerika ke Ukraina. Foto/REUTERS
A A A
KIEV - Senator Amerika Serikat (AS) Lindsey Graham mengatakan Rusia sedang sekarat berkat dukungan militer Amerika ke Ukraina yang dia gambarkan sebagai "uang terbaik yang dihabiskan".

Hal itu disampaikan selama pertemuan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Kiev pada pekan lalu.

Komentar senator asal South Carolina itu untuk mengungkapkan solidaritas Amerika dengan Ukraina di tengah invasi Rusia yang sedang berlangsung.

Video dari komentar Graham telah menyebar di media sosial.

Baca Juga: Sekutu Putin: Negara yang Memihak Rusia Akan Diberi Senjata Nuklir

Amerika Serikat telah memberi Ukraina bantuan militer senilai USD46,6 miliar antara Januari 2022 hingga Februari 2023. Angka itu menurut hitungan lembaga think tank Council on Foreign Relations, yang menilai persenjataan Amerika memainkan peran kunci dalam pertahanan negara Ukraina.

Namun, bakal calon presiden dari Partai Republik untuk pemilihan presiden AS tahun 2024; Donald Trump dan Ron DeSantis, mempertanyakan tingkat dukungan Amerika ke Ukraina.

Video dari pertemuan Graham dan Zelensky juga dirilis oleh Layanan Pers Kepresidenan Ukraina, menunjukkan keduanya sedang bercakap-cakap dari seberang meja bundar.

Zelensky berterima kasih kepada sang senator dalam bahasa Inggris atas dukungan yang diberikan Amerika kepada Ukraina, sebelum menyatakan: "Bebas atau mati, sekarang kita bebas."

Graham menyela, berkomentar: "Dan Rusia sedang sekarat."

Video kemudian beralih ke sudut kamera yang berbeda, dan Graham menambahkan: "Uang terbaik yang pernah kami keluarkan."

Komentar Graham tersebut dikecam oleh juru bicara Kremlin Dmitry Peskov.

"Sulit membayangkan rasa malu yang lebih besar bagi negara daripada memiliki senator seperti itu," kata Peskov seperti dikutip kantor berita TASS, Senin (29/5/2023).

Ucapan Graham itu juga memicu respons geram dari juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova.

Dalam sebuah posting di Telegram, di mana dia memiliki 521.000 pengikut, Zakharova mengulangi pernyataan Graham, sebelum mengeklaim investasi keuangan oleh perusahaan Amerika ke Nazi Jerman menyebabkan Perang Dunia II dan Holocaust.

"Sekarang, miliaran dolar AS mengalir ke tenggorokan rezim neo-Nazi Kiev yang tak terpuaskan. Dalam hal ini, saya ingin mengingatkan para senator dan semua penerima manfaat Amerika bagaimana petualangan sebelumnya berakhir," kata Zakharova.

Rusia bersikeras bahwa Ukraina diperintah oleh rezim Nazi, meskipun negara tersebut memiliki presiden Yahudi yang dipilih secara demokratis. Klaim Moskow telah ditolak secara luas oleh pemerintah Barat dan para pakar kebijakan luar negeri.

Awal pekan ini Panglima Angkatan Bersenjata Ukraina Jenderal Valery Zaluzhny mem-posting video emosional berjudul, "Saatnya merebut kembali milik kita," yang menggambarkan pasukan Ukraina bersiap untuk berperang.

Pasukan Ukraina diperkirakan sedang mempersiapkan serangan balasan setelah melawan pasukan Rusia di kota Bakhmut selama berbulan-bulan.

Pada hari Minggu pembaruan intelijen terbaru dari Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan beberapa media dan kelompok bisnis yang didukung negara Rusia menyerukan enam hari kerja seminggu untuk negara itu, untuk mendukung invasi ke Ukraina.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Catat! Biaya Visa Masuk...
Catat! Biaya Visa Masuk Jepang Naik 5 Kali Lipat, Jadi Rp1,7 Juta
Rekomendasi
Ketua BEM FH Abdimaludin...
Ketua BEM FH Abdimaludin Akui Terima Uang Rp20 Juta dari Alumni, Diberikan oleh Polisi
Momen Haru, Sarwendah...
Momen Haru, Sarwendah Antar Anak Temui Ruben Onsu Jelang Berangkat Umrah
Gus Falah Desak Pelaku...
Gus Falah Desak Pelaku Penyekapan dan Penyiksaan Brutal Wanita di Bandung Dihukum Seberat-Beratnya
Berita Terkini
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Dosen Ini Donorkan Organnya...
Dosen Ini Donorkan Organnya untuk Selamatkan 5 Orang, Staf RS Berbaris Beri Penghormatan Terakhir
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved