RI Kembali Didapuk Jadi Presiden DK PBB
Kamis, 23 Juli 2020 - 15:32 WIB
loading...
Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi mengatakan, pada Agustus mendatang Indonesia akan memegang presidensi Dewan Keamanan (DK) PBB. Foto/Kemlu RI
A
A
A
JAKARTA - Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi mengatakan, pada Agustus mendatang Indonesia akan memegang presidensi Dewan Keamanan (DK) PBB. Ini adalah presidensi Indonesia yang kedua setelah Mei 2019, di mana saat itu Indonesia mengambil tema "Investing in Peace".
Retno menuturkan, perdamaian adalah sesuatu yang bisa hadir dengan sendirinya, namun harus terus disemai, dipelihara secara terus menerus. Oleh karena itu, tahun ini Indonesia mengambil tema "Memajukan Perdamaian yang Abadi".
( Baca juga: Antisipasi Banjir, DSDA DKI Jakarta Keruk Lumpur di Waduk Setiabudi Barat )
"Presidensi Indonesia tahun ini ingin menekankan bahwa saat hampir semua energi dan perhatian kita terpusat pada upaya penanganan pandemi, jangan sampai kita terlupa untuk terus memajukan perdamaian. Karena, perdamaian adalah prasyarat utama bagi kesuksesan kita menangani pandemi dan percepatan pemulihan ekonomi," ucapnya.
"Selama presidensi Indonesia akan melakukan tiga signature event, yaitu Meeting on the Linkage of Counter Terrorism and Organized Crime. Pertemuan ini akan membahas laporan perdana Sekertaris Jenderal PBB mengenai penanggulangan terorisme dan kejahatan lintas batas," sambungnya, saat menggelar konferensi pers virtual pada Kamis (23/7/2020).
Retno menuturkan, perdamaian adalah sesuatu yang bisa hadir dengan sendirinya, namun harus terus disemai, dipelihara secara terus menerus. Oleh karena itu, tahun ini Indonesia mengambil tema "Memajukan Perdamaian yang Abadi".
( Baca juga: Antisipasi Banjir, DSDA DKI Jakarta Keruk Lumpur di Waduk Setiabudi Barat )
"Presidensi Indonesia tahun ini ingin menekankan bahwa saat hampir semua energi dan perhatian kita terpusat pada upaya penanganan pandemi, jangan sampai kita terlupa untuk terus memajukan perdamaian. Karena, perdamaian adalah prasyarat utama bagi kesuksesan kita menangani pandemi dan percepatan pemulihan ekonomi," ucapnya.
"Selama presidensi Indonesia akan melakukan tiga signature event, yaitu Meeting on the Linkage of Counter Terrorism and Organized Crime. Pertemuan ini akan membahas laporan perdana Sekertaris Jenderal PBB mengenai penanggulangan terorisme dan kejahatan lintas batas," sambungnya, saat menggelar konferensi pers virtual pada Kamis (23/7/2020).
Lihat Juga :