3 Tujuan Utama yang Dicapai Rusia dengan Kuasai Bakhmut

Selasa, 23 Mei 2023 - 08:04 WIB
loading...
A A A
Pengamat militer Rusia Alexey Leonkov mengatakan pentingnya kota itu dalam perang proksi Rusia-NATO yang lebih luas di Ukraina dapat dibagi menjadi tiga bagian: operasional-taktis militer, strategis militer, dan politik.

Dalam pengertian operasional-taktis, pertempuran untuk Artemovsk menyebabkan hilangnya sejumlah besar pasukan Ukraina dan peralatan militer dalam jumlah besar, dan membuka salah satu kubu berbenteng utama Kiev di Donbass, dengan yang lainnya termasuk pengelompokan Avdeevka-Mariinsk-Gorlovka dan pengelompokan kekuatan Severodonetsk-Kramatorsk.

"Dua pengelompokan ini, di mana permusuhan yang lebih terkonsentrasi akan dilancarkan, akan membuka (jalur pasukan Rusia) ke Pavlograd, setelah itu bentangan yang disebut stepa operasional dimulai, di mana kamuflase akan menjadi masalah, dan di mana konsentrasi pasukan musuh akan menjadi usaha yang sangat sulit dan mahal," ujar Leonkov.

"Jelas bahwa kami tidak akan membatasi diri pada pembebasan Republik Rakyat Donetsk ke perbatasan administratifnya," ujar Leonkov, mencatat pertempuran akan berlanjut di Kherson dan Zaporozhye, dan upaya akan dilakukan untuk "memindahkan bahaya yang berasal dari senjata yang diterima Ukraina jauh dari perbatasan kami."

"Saat ini ini berkaitan dengan jangkauan rudal Storm Shadow yang memiliki jangkauan 560 km. Ambil seluruh garis kontak, ukur 560 km dan gambar titik di mana kita harus berhenti. Saya pikir ini bukan hanya Kherson dan wilayah Zaporozhye, tetapi wilayah Odessa, Nikolayev, Krivoy Rog, Poltava, Sumy, Chernigov, dan sebagainya. Plus, tentu saja, wilayah Kharkov. Dengan kata lain, (Kiev) sendiri telah menunjukkan kepada kami di mana perbatasan tempat kami harus pindah, karena itu jarak yang kita jauhkan dari bahaya dari perbatasan kita," papar pengamat itu.

Nilai Penting Strategis Militer


Pada tingkat strategis, ujar Leonkov, konsentrasi pertempuran di dalam dan sekitar Artemovsk selama beberapa bulan terakhir ini memberi Rusia waktu untuk melatih pasukannya yang dimobilisasi dan untuk merekrut pejuang kontrak tambahan, sementara kompleks industri militer Rusia mendapat waktu untuk memobilisasi sumber dayanya dan meningkatkan produksi ke tingkat masa perang.

“Artinya, jumlah amunisi yang kami produksi sekarang jauh lebih tinggi daripada saat awal operasi militer khusus,” papar pengamat tersebut.

Dia menambahkan, “Selain itu, produksi senjata yang pada awalnya…dinomori dalam satu digit meningkat. Ambil contoh sistem artileri roket presisi tinggi Tornado-S, pesaing langsung HIMARS dan yang melampaui sistem AS dalam banyak aspek karakteristik teknis. Pada awal operasi militer khusus hanya ada sekitar 20 unit dari sistem ini, sementara sekarang ada lebih dari 100, dan jumlah ini terus bertambah."

“Sepanjang pertempuran untuk Artemovsk, musuh mengira dia sedang membatasi pasukan kita, padahal sebenarnya kitalah yang membatasi pasukannya untuk melakukan pengaturan ulang (yang disebutkan di atas), untuk meningkatkan daya tembak dan kekuatan kita dengan cara yang tenang dan terencana," ungkap Leonkov menekankan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia, China dan Rusia Bersaing Ketat
Perlombaan Senjata Nuklir...
Perlombaan Senjata Nuklir Baru Telah Tiba, AS dan China Paling Ugal-ugalan
Inggris Makin Tak Berdaya!...
Inggris Makin Tak Berdaya! Seluruh Armada Kapal Selam Serang Tak Bisa Beroperasi
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Krisis Demografi China:...
Krisis Demografi China: Pemerintah Dorong Gerakan Lansia Merawat Lansia
Trump Tuduh Iran Mengulur...
Trump Tuduh Iran Mengulur Waktu Kesepakatan Damai: Mereka Harus Bayar Mahal!
Rekomendasi
Hari Ini, Timnas Indonesia...
Hari Ini, Timnas Indonesia vs Australia Berebut Tiket Final di Piala AFF U-19 2026
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
Ketum All Cipayung Nusantara...
Ketum All Cipayung Nusantara Berharap Sidang Kasus Ijazah Jokowi Digelar Terbuka
Berita Terkini
Tembak Jatuh Helkopter...
Tembak Jatuh Helkopter Apache AS, Ini Pesan yang Hendak Disampaikan Iran
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
4 Pemicu Kerusuhan di...
4 Pemicu Kerusuhan di Irlandia Utara, dari Agitator Sayap Kanan Picu hingga Warisan Sejarah
5 Fakta Krisis Timur...
5 Fakta Krisis Timur Tengah Membara, Apache Ditembak Jatuh hingga 3 Negara Arab Dirudal Iran
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
Infografis
8 Negara dengan Aturan...
8 Negara dengan Aturan Berpakaian Paling Ketat, Ada yang Melarang Sandal Jepit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved