7 Negara yang Dulunya Kaya Sekarang Miskin, Nomor 2 Tetangga Indonesia

Senin, 22 Mei 2023 - 15:15 WIB
loading...
7 Negara yang Dulunya...
Warga Timor Leste mengalami berbagai perubahan sosial, politik dan ekonomi. Foto/REUTERS
A A A
DILI - Negara-negara yang dulunya kaya namun sekarang miskin mengalami perubahan ekonomi yang signifikan. Berbagai faktor mengakibatkan perubahan tersebut.

Berikut adalah beberapa contoh negara dengan perubahan Produk Domestik Bruto (PDB) yang menggambarkan pergeseran dari kemakmuran ke kemiskinan:

1. Haiti


Haiti adalah contoh negara yang dulunya relatif kaya di Amerika Tengah. Namun, bencana alam, konflik politik, dan kurangnya stabilitas ekonomi telah menyebabkan penurunan signifikan dalam kondisi ekonomi negara ini.

PDB per kapita Haiti pada tahun 1990 sekitar USD1.355, sedangkan pada tahun 2019, angkanya turun menjadi sekitar USD819.

2. Republik Demokratik Timor-Leste



Republik Demokratik Timor-Leste (RDTL) adalah negara yang memperoleh kemerdekaannya dari Indonesia pada tahun 2002 setelah referendum.

Meskipun memiliki potensi sumber daya alam yang signifikan, termasuk minyak dan gas, negara ini masih menghadapi tantangan pembangunan ekonomi.

PDB per kapita RDTL pada tahun 2000 sekitar USD1.024, namun pada tahun 2019, angkanya turun menjadi sekitar USD1.011.

3. Venezuela


Venezuela adalah contoh yang signifikan. Negara ini memiliki sumber daya alam yang melimpah, terutama minyak, dan pada masa lalu, merupakan salah satu ekonomi terkaya di Amerika Latin.

Namun, faktor-faktor seperti kebijakan pemerintah yang buruk, korupsi, sanksi internasional, dan penurunan harga minyak global telah menyebabkan negara ini mengalami krisis ekonomi yang parah.

PDB per kapita Venezuela pada tahun 1990 sekitar USD7.718, tetapi pada tahun 2019, angkanya turun menjadi sekitar USD2.265.

4. Angola


Angola adalah negara yang kaya akan sumber daya alam, terutama minyak. Setelah berakhirnya perang saudara pada tahun 2002, negara ini mengalami pertumbuhan ekonomi yang signifikan.

Namun, kesenjangan sosial yang luas, korupsi, kurangnya diversifikasi ekonomi, dan fluktuasi harga minyak telah menyebabkan negara ini menghadapi tantangan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.

PDB per kapita Angola pada tahun 1990 sekitar USD4.447, tetapi pada tahun 2019, angkanya turun menjadi sekitar USD3.638.

5. Republik Kongo


Republik Kongo (atau disebut juga sebagai Kongo-Brazzaville) adalah negara di Afrika Tengah yang dulunya memiliki sumber daya alam yang melimpah, termasuk minyak, gas alam, dan kayu tropis.

Namun, kebijakan pemerintah yang tidak efektif, korupsi, dan konflik bersenjata telah berdampak negatif terhadap perekonomian negara ini.

PDB per kapita Republik Kongo pada tahun 1990 sekitar USD3.457, tetapi pada tahun 2019, angkanya turun menjadi sekitar USD1.964.

6. Suriah


Suriah adalah negara di Timur Tengah yang mengalami perang saudara yang berkepanjangan sejak tahun 2011.

Konflik ini telah menyebabkan kerusakan infrastruktur yang parah, migrasi besar-besaran, dan penurunan ekonomi yang signifikan.

PDB per kapita Suriah pada tahun 2010 sekitar USD2.807, tetapi pada tahun 2019, angkanya turun menjadi sekitar USD1.043.

7. Libya


Libya adalah negara di Afrika Utara yang pada masa lalu dikenal sebagai salah satu produsen minyak terbesar di dunia.

Namun, setelah terjadinya revolusi pada tahun 2011 dan konflik internal yang berkepanjangan, perekonomian negara ini mengalami kemunduran yang signifikan.

Gangguan keamanan, penurunan produksi minyak, dan ketidakstabilan politik telah menyebabkan penurunan PDB dan kemiskinan yang meningkat di Libya.

Data PDB per kapita Libya pada tahun 1990 sekitar USD9.716, tetapi pada tahun 2019, angkanya turun menjadi sekitar USD5.300.

Libya adalah contoh lain negara yang dulunya kaya namun mengalami penurunan ekonomi yang signifikan dan perubahan ke kondisi yang lebih miskin.

Sumber data PDB yang disebutkan di atas berasal dari World Bank, lembaga internasional yang menyediakan data ekonomi global.
World Bank mengumpulkan dan menganalisis data ekonomi dari berbagai negara di seluruh dunia.

Data PDB yang disajikan mencerminkan perubahan ekonomi dan perbandingan PDB per kapita dari tahun ke tahun.

PDB per kapita merupakan ukuran standar yang digunakan untuk membandingkan tingkat kemakmuran atau kekayaan relatif antara negara-negara di dunia.

PDB per kapita dihitung dengan membagi PDB suatu negara dengan jumlah penduduknya. Data ini memberikan gambaran tentang tingkat produksi dan pendapatan per individu dalam suatu negara.

PDB per kapita digunakan sebagai indikator umum untuk melacak perubahan ekonomi suatu negara dari waktu ke waktu.

Data ini penting dalam memahami perkembangan ekonomi dan kemungkinan pergeseran dari status kemakmuran ke kemiskinan dalam suatu negara.

Namun, penting untuk dicatat bahwa data PDB per kapita hanya memberikan gambaran umum tentang tingkat kemakmuran suatu negara dan tidak mencerminkan distribusi pendapatan yang adil di dalamnya.

Faktor-faktor sosial, politik, dan lingkungan juga dapat berdampak signifikan terhadap perkembangan ekonomi suatu negara.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Venezuela Diguncang...
Venezuela Diguncang Gempa M7,2 Berturut-turut, Korban Tewas Diperkirakan Ribuan Orang
AS Habisi Bos Geng Tren...
AS Habisi Bos Geng Tren de Aragua, Markasnya di Venezuela Dibom hingga Berkeping-keping
Alex Saab, Eks Menteri...
Alex Saab, Eks Menteri Venezuela Sekutu Maduro, Diusir ke AS untuk Kedua Kalinya
Venezuela Tolak Tawaran...
Venezuela Tolak Tawaran Trump untuk Jadi Negara Bagian ke-51 AS
AS Rebut 13,5 Kg Uranium...
AS Rebut 13,5 Kg Uranium Venezuela, Akan Digunakan Membuat Bom Nuklir?
Pasukan Khusus AS Ditangkap...
Pasukan Khusus AS Ditangkap karena Bertaruh dan Menang Rp7 Miliar dalam Penculikan Maduro
BNPP Perkuat Pengawasan...
BNPP Perkuat Pengawasan Perbatasan RI-Timor Leste via Survei Pengendalian Jalur Tak Resmi di Belu
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Umumkan Pengunduran Diri
AS Tak Akan Usik Program...
AS Tak Akan Usik Program Rudal Balistik Iran dalam Perundingan
Rekomendasi
Dokter Tifa: Dakwaan...
Dokter Tifa: Dakwaan Jaksa Penuntut Umum Berisi Pasal Lemah
PAMA Group Tanam 2.000...
PAMA Group Tanam 2.000 Bibit Mangrove di Pesisir Semarang: 'Jadi Benteng Alami dari Perubahan Iklim'
Qatar Tersingkir dari...
Qatar Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Bosnia-Herzegovina Jaga Kans Lolos ke 32 Besar
Berita Terkini
Venezuela Diguncang...
Venezuela Diguncang Gempa M7,2 Berturut-turut, Korban Tewas Diperkirakan Ribuan Orang
AS dan Israel Jadi Sumber...
AS dan Israel Jadi Sumber Kerusakan, Iran Serukan Tatanan Baru Negara Islam
Eropa Terasa Dipanggang!...
Eropa Terasa Dipanggang! Suhu Mencapai 44 Derajat Celsius
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
Infografis
Waspada! Ini Gejala...
Waspada! Ini Gejala Super Flu yang Masuk ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved