TV Kremlin: Jika Kalah Perang di Ukraina, Rusia Hilang seperti Suku Asli Amerika
Kamis, 18 Mei 2023 - 08:07 WIB
loading...
A
A
A
Orang Rusia kontemporer, dalam pandangannya, telah tumbuh dengan mengonsumsi budaya Amerika dan dia mengatakan ada perpecahan internal di Rusia dan kurangnya orang muda, yang berarti warga yang lebih tua bertugas di garis depan.
"Perang sangat menentukan bagi kami," kata Shakhnazarov. "Elite politik kami harus menyadari hal ini. Kami harus mulai mengakui bahwa ini bukan sekadar operasi militer khusus tetapi perang. Jika kami kalah dalam perang ini, kami akan menghilang seperti beberapa suku asli Amerika yang lenyap begitu saja."
Dia melanjutkan dengan menyatakan bahwa kekalahan pasukan Moskow di Ukraina akan mengarah pada buku-buku yang ditulis tentang "bagaimana Rusia kehilangan dirinya sendiri dan Eurasia."
Solovyov menimpali dengan mengatakan dia berharap Ukraina mengerti; "Bahwa jika kami kalah, kami membawa seluruh dunia bersama kami."
"Izinkan saya mengingatkan Anda apa yang Panglima Tertinggi katakan, 'siapa yang butuh dunia jika Rusia tidak ada di dalamnya?'" kata Solovyov, mengacu pada kutipan Presiden Vladimir Putin.
Pembawa acara televisi itu kemudian melanjutkan dengan mengatakan bahwa Rusia harus menggunakan senjata nuklirnya. "Melepaskan batasan terhadap pengujian dan secara meyakinkan menunjukkan apa yang kita miliki," katanya.
Sejak dimulainya invasi Putin, Solovyov telah berulang kali mengatakan bahwa Rusia harus memanfaatkan kemampuan senjata nuklirnya untuk menyerang negara-negara Barat yang mendukung Ukraina.
"Perang sangat menentukan bagi kami," kata Shakhnazarov. "Elite politik kami harus menyadari hal ini. Kami harus mulai mengakui bahwa ini bukan sekadar operasi militer khusus tetapi perang. Jika kami kalah dalam perang ini, kami akan menghilang seperti beberapa suku asli Amerika yang lenyap begitu saja."
Dia melanjutkan dengan menyatakan bahwa kekalahan pasukan Moskow di Ukraina akan mengarah pada buku-buku yang ditulis tentang "bagaimana Rusia kehilangan dirinya sendiri dan Eurasia."
Solovyov menimpali dengan mengatakan dia berharap Ukraina mengerti; "Bahwa jika kami kalah, kami membawa seluruh dunia bersama kami."
"Izinkan saya mengingatkan Anda apa yang Panglima Tertinggi katakan, 'siapa yang butuh dunia jika Rusia tidak ada di dalamnya?'" kata Solovyov, mengacu pada kutipan Presiden Vladimir Putin.
Pembawa acara televisi itu kemudian melanjutkan dengan mengatakan bahwa Rusia harus menggunakan senjata nuklirnya. "Melepaskan batasan terhadap pengujian dan secara meyakinkan menunjukkan apa yang kita miliki," katanya.
Sejak dimulainya invasi Putin, Solovyov telah berulang kali mengatakan bahwa Rusia harus memanfaatkan kemampuan senjata nuklirnya untuk menyerang negara-negara Barat yang mendukung Ukraina.
Lihat Juga :