Kremlin: Ukraina Secara De-facto Menjadi Negara Sponsor Terorisme

Senin, 15 Mei 2023 - 13:31 WIB
loading...
Kremlin: Ukraina Secara...
Kremlin sebut Ukraina secara de-facto sudah berubah menjadi negara sponsor terorisme. Foto/REUTERS
A A A
MOSKOW - Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Ukraina secara de-facto telah berubah menjadi negara sponsor terorisme.

Komentar Peskov itu disampaikan dalam sebuah wawancara dengan jurnalis Pavel Zarubin yang disiarkan pada hari Minggu.

Juru bicara Presiden Rusia Vladimir Putin itu dimintai komentar tentang pernyataan kepala intelijen militer Ukraina Kyrylo Budanov yang bersumpah untuk terus membunuh orang Rusia di mana saja di seluruh dunia.

Terlepas dari sifatnya yang eksplosif, kata Peskov, pernyataan Budanov tersebut tidak mendapat kritik dari negara-negara Barat sponsor Kiev.

“Pernyataan itu belum pernah terjadi sebelumnya pada intinya. Dan tentu saja, akan aneh jika tidak mendengar kata-kata kecaman dari ibu kota Eropa dan dari Washington. Logika mengatakan itu tidak mungkin dilakukan tanpa penghukuman,” kata Peskov.

Baca Juga: Ukraina Bersumpah Terus Bunuh Orang Rusia di Seluruh Dunia

Pengakuan Budanov, lanjut Peskov, adalah bukti lebih lanjut bahwa Kiev secara langsung mendalangi serangan teroris terhadap orang-orang Rusia.

"Dinas khusus Rusia tahu apa yang harus dilakukan setelah pernyataan seperti itu," ujarnya tanpa merinci potensi tindakan pencegahan terhadap kegiatan semacam itu.

"Jelas bahwa rezim Kiev berada di balik pembunuhan tersebut, tidak hanya mensponsori mereka, tetapi juga mengatur, menghasut, dan melaksanakannya. Secara de-facto, kita berbicara tentang negara sponsor terorisme," kata Peskov, yang dilansir Russia Today, Senin (15/5/2023).

Pernyataan kontroversial itu dibuat pekan lalu oleh Budanov, bos Direktorat Utama Intelijen Kementerian Pertahanan Ukraina (GUR) dalam sebuah wawancara dengan Yahoo News.

"Kami telah membunuh orang Rusia dan akan terus membunuh orang Rusia di mana pun di muka dunia ini sampai kemenangan penuh Ukraina," kata Budanov.

Pernyataan itu muncul sebagai jawaban atas pertanyaan apakah GUR ada hubungannya dengan pembunuhan Darya Dugina, seorang jurnalis dan putri filsuf terkemuka Rusia Aleksandr Dugin, tahun lalu.

Budanov menolak tuduhan terlibat dalam terorisme, dengan menyatakan: "Apa yang disebut Rusia sebagai terorisme, kami sebut pembebasan."

Kegiatan teroris yang dikaitkan Moskow dengan Kiev telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir.

Pada bulan April, misalnya, blogger militer Rusia Vladlen Tatarsky terbunuh di St Petersburg dengan alat peledak improvisasi yang disembunyikan di patung yang diserahkan kepadanya selama acara.

Ledakan itu membunuh blogger tersebut di tempat kejadian dan melukai lebih dari selusin lainnya.

Dinas Keamanan Rusia (FSB) menyalahkan ledakan itu pada dinas khusus Ukraina dan agen-agennya, termasuk buronan anggota oposisi Rusia.

Pekan lalu, penulis Rusia dan aktivis politik Zakhar Prilepin menjadi sasaran serangan bom mobil di dekat kota Nizhny Novgorod. Ledakan itu membuat Prilepin terluka parah, dan membunuh rekan dekatnya, yang berada di dalam kendaraan pada saat penyerangan.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Meningkat, Perang Hadir di Depan Rumah Warga Rusia
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Putin: Serangan Rudal...
Putin: Serangan Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia terhadap Ukraina Hanya Tes, Belum Skala Penuh
PM Inggris: Rusia Akan...
PM Inggris: Rusia Akan Serang NATO 4 Tahun Lagi
Drone Ukraina Meledak...
Drone Ukraina Meledak Sendiri di Pelabuhan Negara NATO, Kyiv Tuduh Rusia Kerjai Sinyalnya
Zelensky Tantang Putin...
Zelensky Tantang Putin Bertemu Tatap Muka, Kremlin: Datanglah ke Moskow!
Kamuflase Kendaraan...
Kamuflase Kendaraan Perang Rusia Bisa Mengecoh Drone Berteknologi AI
Hizbullah Tolak Pembaruan...
Hizbullah Tolak Pembaruan Gencatan Senjata Antara Israel dan Lebanon
Korban Tewas Gempa M7,8...
Korban Tewas Gempa M7,8 Filipina Jadi 37 Orang, 400 Lebih Luka
Rekomendasi
Akulaku Finance Kantongi...
Akulaku Finance Kantongi Fasilitas Pendanaan Rp500 Miliar dari Danamon
Confeti Love hingga...
Confeti Love hingga Moonlit Blush, Ini Makna di Balik Pendant Koleksi Baru Nagita Slavina x ISAGO
Dari Suara Tawa hingga...
Dari Suara Tawa hingga Sosok di Atas Pohon, Ini Pengalaman Paling membekas bagi Angga ABK!
Berita Terkini
Hizbullah Puji Aksi...
Hizbullah Puji Aksi Iran dan Houthi Hadapi Israel untuk Bela Rakyat Lebanon
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Diskors karena Tuduhan Pelanggaran Etika
Iran akan Bangun PLTN...
Iran akan Bangun PLTN di 5 Lokasi Pesisir
Iran Ungkap Sabuk Keamanan...
Iran Ungkap Sabuk Keamanan Perlawanan Baru Membentang dari Selat Hormuz hingga Bab al-Mandab
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
AS Tidak Cegat Rudal...
AS Tidak Cegat Rudal Iran yang Ditembakkan ke Israel
Infografis
10 Negara dengan Tingkat...
10 Negara dengan Tingkat Pendidikan Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved