Jelang Serangan Balik Ukraina, Jurnalis Ekspos Fasilitas Militer Rusia di Crimea

Kamis, 11 Mei 2023 - 19:10 WIB
loading...
Jelang Serangan Balik...
Jelang serangan balik Ukraina, jurnalis ekspos fasilitas militer Rusia di Crimea. Foto/Ilustrasi
A A A
KIEV - Jurnalis Ukraina merilis peta interaktif yang terperinci, berisi lebih dari 200 fasilitas militer Rusia di Crimea jelang dilancarkannya serangan balik. Semenanjung Laut Hitam itu dianeksasi secara ilegal oleh Rusia pada tahun 2014.

Peta tersebut — dibuat oleh jurnalis di Krym.realii, proyek Crimea dari layanan Radio Liberty di Ukraina - menunjukkan lokasi 223 fasilitas militer di semenanjung tersebut. Ini termasuk tempat pelatihan, stasiun bahan bakar, depot amunisi, situs radar dan sistem pertahanan udara dan lokasi markas. Rincian lebih lanjut pada peta menunjukkan unit dari berbagai cabang militer, lapangan terbang, dan pangkalan Armada Laut Hitam Rusia.

Pembuat peta, Igor Tokar, menyoroti pentingnya Radio Liberty, yang didanai oleh pemerintah AS, untuk memberi tahu para pendengarnya tentang tingkat militerisasi semenanjung Crimea.

"Kami ingin memperingatkan warga Krimea tentang bahaya yang terkait dengan tempat-tempat ini. Lagi pula, banyak orang tinggal di dekat fasilitas militer Federasi Rusia," kata Tokar.

Baca Juga: Putin Teken Dekrit yang Akhiri Perjanjian Senjata dengan NATO

"Dan dengan mempertimbangkan operasi militer berskala besar yang dilakukan Rusia terhadap Ukraina, tempat-tempat ini sangat berbahaya bagi orang lain," tambahnya seperti dikutip dari Newsweek, Kamis (11/5/2023).

Publikasinya muncul beberapa hari setelah juru bicara direktorat intelijen militer Ukraina, Andriy Yusov, mendesak warga Crimea untuk menjauh dari fasilitas militer di semenanjung, menjelang serangan balasan oleh Kyiv untuk merebut kembali wilayah pendudukannya.

Yusov pada 29 April mengatakan disarankan bagi semua penduduk Crimea yang diduduki sementara untuk tidak berada di dekat fasilitas militer dan fasilitas yang mendukung tentara agresor dalam waktu dekat.

Ia mengatakan hal itu tak lama setelah kebakaran depot minyak Sevastopol.

Baca Juga: Ukraina: Pasukan Rusia Kabur dari Bakhmut Tinggalkan 500 Mayat Tentara

Sementara itu penasihat presiden Ukraina Mikhail Podolyak mengatakan kepada outlet berita bulan lalu bahwa dia yakin pasukan negaranya akan berada di Crimea dalam waktu lima bulan.

Pada musim panas 2022, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berjanji akan membatalkan aneksasi Crimea oleh Rusia. Saat Rusia bersiap untuk menghadapi serangan balasan dari Ukraina, telah terjadi perubahan penting dalam narasi tentang bagaimana negara yang dilanda perang itu dapat memperoleh kembali kendali atas wilayah yang dianeksasi tersebut.

Tingkat ancaman teror telah terjadi di beberapa bagian Crimea sejak 11 April 2022, beberapa minggu setelah invasi besar-besaran Presiden Vladimir Putin ke Ukraina dimulai. Sementara itu, laporan ledakan di semenanjung itu semakin sering terjadi.

Ukraina sendiri membantah terlibat dalam ledakan yang terjadi di Crimea, termasuk ledakan Oktober 2022 di jembatan Kerch yang menghubungkan semenanjung itu dengan Rusia, dan kebakaran di depot minyak di Sevastopol akhir bulan lalu.

Baca Juga: Bos Wagner: Para Jenderal di Moskow Coba Menipu Putin
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Burkina Faso Putuskan...
Burkina Faso Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Prancis
Viral! Pesawat Boeing...
Viral! Pesawat Boeing 777-200 Qatar Airways Terbang Sangat Rendah, ternyata...
Rekomendasi
Ketum PB WI Airlangga...
Ketum PB WI Airlangga Hartarto: Pendanaan Pelatnas Jangka Panjang Kunci Ciptakan Generasi Juara
Ketum PB Akuatik Optimistis...
Ketum PB Akuatik Optimistis Skema Anggaran Pelatnas Multiyears Lahirkan Atlet Berprestasi
Kepercayaan Publik terhadap...
Kepercayaan Publik terhadap Polri Meningkat Jadi Modal Sosial yang Harus Diperkuat
Berita Terkini
5 Fakta Kim Jong-un...
5 Fakta Kim Jong-un Enggan Berbicara tentang Ibunya, Dijuluki Anak Haram dari Seorang Selir
Ancaman Nyata Zionis...
Ancaman Nyata Zionis Bukan Iran, Industri Militer Israel Berlomba Melawan Drone Hizbullah
3 Alasan Iran Serang...
3 Alasan Iran Serang Kuwait dan Bahrain, Ada Pergerakan Membantu Militer AS
7 Pemimpin yang Mengubah...
7 Pemimpin yang Mengubah Dunia, Fatima al Fihri yang Mendirikan Kampus Pertama di Dunia
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved