Ukraina Kesal 6 Pemimpin Asing Hadiri Parade Hari Kemenangan Rusia

Rabu, 10 Mei 2023 - 04:58 WIB
loading...
Ukraina Kesal 6 Pemimpin...
Para pemimpin asing yang hadiri parade Hari Kemenangan di Rusia. Foto/Alexei Danichev /Pool/ TASS
A A A
KIEV - Ukraina kesal dan mengecam enam pemimpin asing dari negara-negara pecahan Soviet karena menghadiri parade Hari Kemenangan di Moskow, Rusia , pada Selasa.

Rusia setiap 9 Mei menggelar parade Hari Kemenangan atau Victory Day untuk memperingati kemenangan Soviet atas Nazi Jerman dalam Perang Dunia II.

Kementerian Luar Negeri Ukraina menganggp enam pemimpin asing tersebut berperilaku "tidak bermoral dan tidak ramah" dan dimanfaatkan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk "tindakan palsu" yang tidak terkait dengan kemenangan dalam Perang Dunia II.

Enam pemimpin asing itu adalah Perdana Menteri (PM) Armenia Nikol Pashinyan, Presiden Belarusia Alexander Lukashenko, Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev, Presiden Krygyzstan Sadyr Japarov, Presiden Tajikistan Emomali Rahmon, Presiden Turkmenistan Serdar Berdymuhamedov, dan Presiden Uzbekistan Shavkat Mirziyoyev.

Baca Juga: Ukraina Tawarkan Rp7,9 M bagi Operator Drone yang Serang Parade Hari Kemenangan Rusia

Sesuai tradisi, upacara hari Selasa dibuka dengan garda kehormatan membawa bendera pertempuran Divisi Infanteri ke-150, yang dikibarkan di atas Reichstag pada 2 Mei 1945.

Kiev menggambarkan perayaan itu sebagai "acara di Lapangan Merah", dan mengatakan partisipasi tujuh pemimpin merupakan tindakan tidak bermoral dan tidak ramah terhadap Ukraina, menunjukkan penghinaan terhadap rakyat Ukraina yang berjuang untuk kelangsungan hidup dan kebebasannya.

Kementerian Luar Negeri Ukraina menuduh Putin sebagai penjahat perang dan mengeklaim bahwa dalam pidatonya, presiden Rusia itu membenarkan pembunuhan warga Ukraina, penghancuran kota dan desa Ukraina, penculikan anak-anak Ukraina dan penindasan terhadap penduduk di wilayah yang diduduki pasukan Moskow.

"Parade tersebut menampilkan peralatan militer Rusia yang telah digunakan selama sepuluh tahun dalam perang agresi Rusia yang tidak beralasan melawan Ukraina," kata kementerian itu merujuk pada awal mula konflik di Ukraina timur pada 2014, seperti dikutip The New Voice of Ukraine.

Putin mengatakan kepada para tamu yang berkumpul bahwa Rusia tidak memiliki niat buruk untuk rakyat Ukraina, yang dia gambarkan sebagai “sandera” kudeta yang didukung Amerika Serikat tahun 2014 di Kiev yang digunakan sebagai pion oleh Barat dalam “rencana egois yang kejam”.

Kementerian Luar Negeri Ukraina berpendapat bahwa orang-orang Kaukasus dan Asia Tengah memberikan kontribusi yang tak ternilai bagi kemenangan atas Nazisme 78 tahun yang lalu. "Dan tidak pantas untuk dimanfaatkan sekarang oleh Kremlin yang mengambil bagian dalam aksi palsu yang tidak berkaitan dengan prestasi para pemenang atas Nazisme," katanya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
China Hadapi “Epidemi”...
China Hadapi “Epidemi” Baru, Lonjakan Kematian Usia Muda Picu Kekhawatiran Publik
Ini Penyebab Dasar Laut...
Ini Penyebab Dasar Laut Filipina Terangkat 2 Meter akibat Gempa Dahsyat M7,8
Rekomendasi
Dikhianati Suami, Shiena...
Dikhianati Suami, Shiena Bangkit Bongkar Perselingkuhan di Microdrama V+Short Replaceable
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
Pegadaian Kanwil IX...
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis di Dua Lokasi
Berita Terkini
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Infografis
Rusia Akui Kerahkan...
Rusia Akui Kerahkan Tentara Korut dalam Perang Lawan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved