Ada Video Dugaan Penyiksaan Muslim Uighur, China Masih Berkelit

Rabu, 22 Juli 2020 - 04:47 WIB
loading...
Ada Video Dugaan Penyiksaan...
Gambar dari video dugaan penyiksaan aparat China terhadap kelompok etnik Uighur di Xinjiang. Foto/ABC.net.au
A A A
LONDON - China dibuat malu setelah Duta Besar-nya untuk Inggris dibuat terpojok dalam wawancara televisi dan dipaksa untuk mengomentari video dugaan penyiksaan terhadap kelompok minoritas Muslim Uighur .

Duta Besar Liu Xiaoming diwawancarai oleh BBC pada hari Minggu waktu Inggris. Wartawan kawakan Andrew Marr "memanggang" sang dubes tentang tindakan China terhadap kelompok entik Uighur di Xinjiang.

China selama ini dilaporkan telah menargetkan kelompok Muslim Uighur dan kelompok minoritas lain secara sistematis, termasuk memenjarakan mereka secara massal di kamp-kamp pendidikan ulang yang oleh Beijing digambarkan sebagai "pusat pelatihan kejuruan". Para aktivis menyebut kamp-kamp itu menjadi tempat penyiksaan dan pelanggaran hak asasi manusia lainnya.

Marr mengkonfrontasi Liu dengan rekaman drone yang diambil dari atas Xinjiang. Rekaman video itu menunjukkan para tahanan yang ditutup matanya dan diborgol ditahan di stasiun kereta.

Video tersebut telah diverifikasi oleh Nathan Ruser, pakar dari Australian Strategic Policy Institute. Ketika video itu muncul tahun lalu, Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne menyebutnya "sangat mengganggu".

Marr juga menggambarkan rekaman itu sebagai video yang "sangat mengganggu". Selain ditutup matanya, para tahanan juga dicukur kepalanya. (Baca: China Dilaporkan Berlakukan Wajib Aborsi untuk Muslim Uighur )

Berikut rentetan wawancara ketika diplomat China yang terpojok oleh rekaman video itu masih berkelit.

Marr: "Bisakah Anda memberi tahu kami apa yang terjadi di sini?".

Liu: “Saya tidak bisa melihat pemandangan ini. Ini bukan pertama kalinya Anda menunjukkan kepada saya. Saya masih ingat tahun lalu, Anda telah menunjukkan kepada saya apa yang terjadi di Xinjiang. Biarkan saya memberi tahu Anda ini. Xinjiang, apakah Anda pernah ke Xinjiang sendiri?"

Marr: "Tidak, saya tidak pernah."

Liu: "Anda tahu, Xinjiang dianggap sebagai tempat paling indah di (China). Ada pepatah China, ‘Anda tidak tahu seberapa besar China'."

Marr: "Duta Besar, itu bukan liputan yang indah, bukan?" (sembari menampilkan rekaman video penyiksaan)

Liu: "Anda tahu, Xinjiang—ini yang akan saya sampaikan kepada Anda. Sejak 1990, Xinjiang telah sepenuhnya berubah, karena ribuan serangan teroris."

Marr: “Itu 10 tahun yang lalu. Dapatkah saya bertanya kepada Anda mengapa orang berlutut, ditutup matanya dan dicukur, dan dituntun ke kereta, di China modern. Mengapa? Apa yang terjadi disana?"

Liu: "Saya tidak tahu dari mana Anda mendapatkan rekaman video ini. Anda tahu, kadang-kadang Anda memiliki transfer tahanan. Anda tahu, di negara mana pun."

Marr: "Tapi hanya (video ini)—apa yang terjadi di sini, Duta Besar?."

Liu: "Saya tidak tahu dari mana Anda mendapatkan video klip ini."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Aroma Match Fixing Rugikan...
Aroma Match Fixing Rugikan Timnas Iran di Piala Dunia 2026, Kenapa FIFA Tolak Investigasi?
Laporan Media: Iran...
Laporan Media: Iran - AS Sepakat Hentikan Serangan, Gelar Pertemuan Darurat di Qatar
Acuhkan Trump, Iran...
Acuhkan Trump, Iran Tak Kirim Delegasi ke Qatar untuk Berunding
Rekomendasi
Berjasa Besar bagi Bahasa...
Berjasa Besar bagi Bahasa dan Budaya, Sutan Takdir Alisjahbana Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
Hari Anti Narkotika...
Hari Anti Narkotika Internasional, YAKITA Dorong Sinergi Penegakan Hukum, Rehabilitasi, dan Peran Keluarga
Program ParenTRING,...
Program ParenTRING, Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal
Berita Terkini
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved