alexametrics

Turki-Mesir di Ambang Perang di Libya, Ini Perbandingan Militernya

loading...
Turki-Mesir di Ambang Perang di Libya, Ini Perbandingan Militernya
Milisi sekutu pasukan pemerintah Libya yang diakui PBB saat terlibat pertempuran di Sirte. Foto/REUTERS/Goran Tomasevic/File Photo
A+ A-
KAIRO - Parlemen Mesir pada hari Senin memberi izin pengerahan pasukanke Libya. Langkah Parlemen ini dapat meningkatkan perang spiral di Libya setelah Presiden Abdel Fattah el-Sissi mengancam aksi militer terhadap pasukan yang didukung Turki di negara kaya minyak itu.

Pengerahan pasukan itu juga akan menyeret Mesir ke ambang perang dengan Turki, di mana kedua negara mendukung pihak yang saling berseteru di Libya.

Presiden el-Sissi telah menyebut kota pantai strategis Sirte sebagai "garis merah" dan memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap kota itu, yang berada di dekat terminal dan ladang ekspor minyak utama Libya, akan mendorong Mesir untuk campur tangan guna melindungi wilayah perbatasan baratnya. (Baca: Parlemen Mesir Gelar Pemungutan Suara Soal Pengerahan Tentara ke Libya)

Pasukan yang didukung Turki, yakni pasukan Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang diakui PBB dan berbasis di Tripoli telah dimobilisasi di tepi Sirte dan telah berjanji untuk merebut kembali kota di Mediterania itu, bersama dengan pangkalan udara Jufra, dari pasukan rival yang dikomandoi oleh Khalifa Haftar dan berbasis di Libya Timur.



Setelah sesi tertutup di Kairo, Parlemen atau Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Mesir, yang jumlah kursinya dikuasai para pendukung el-Sissi, menyetujui rencana untuk mengirim pasukan ke luar Mesir. Dalihnya, "untuk membela keamanan nasional Mesir di wilayah barat yang strategis melawan aksi milisi kriminal bersenjata dan teroris asing."

Jumlah dan sifat penyebaran pasukan militer Mesir belum jelas. (Baca juga: Erdogan Tuding Aksi Mesir dan Uni Emirat Arab di Libya Ilegal)



Turki sendiri dilaporkan sudah mengerahkan pasukan ke Libya. Menurut laporan Pentagon atau Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) ada sekitar 3.800 petempur yang dikerahkan pemerintah Presiden Recep Tayyip Erdogan ke Libya.

Baik Turki maupun Mesir sama-sama bersikeras membela kepentingannya di Libya sehingga potensi konflik kedua pihak bisa pecah setiap saat. Jika kedua negara ini terperosok ke dalam perang, berikut perbandingan kekuatan militer kedua negara yang dikutip SINDOnews.com dari Global Fire Power:

Indeks Kekuatan

Ranking Kekuatan Militer

Mesir: Ranking 9 dari 138 negara
Turki: Ranking 11 dari 138 negara
Populasi
Mesir: 99.413.317 jiwa
Turki: 81.257.239 jiwa
Tentara Aktif
Mesir: 440.000 personel
Turki: 355.000
Tentara Cadangan
Mesir: 480.000 personel
Turki: 380.000 personel
Anggaran Pertahanan
Mesir: USD11.200.000.000
Turki: USD19.000.000.000
Daya Beli
Mesir: USD1.252.000.000.000
Turki: USD2.300.000.000.000

Kekuatan Udara

Total Pesawat
Mesir: 1.054 unit
Turki: 1.055 unit
Pesawat Tempur
Mesir: 215 unit
Turki: 206 unit
Pesawat Serangan Khusus (Dedicated Attack)
Mesir: 88 unit
Turki: 0 unit
Pesawat Angkut
Mesir: 59 unit
Turki: 80 unit
Pesawat Latih
Mesir: 387 unit
Turki: 276 unit
Pesawat Misi Khusus (Special-Mission)
Mesir: 11 unit
Turki: 18 unit
Helikopter
Mesir: 294 unit
Turki: 497 unit
Helikopter Serang
Mesir: 81 unit
Turki: 100 unit

Kekuatan Darat

Tank Tempur
Mesir: 4.295 unit
Turki: 2.622 unit
Kendaraan Lapis Baja
Mesir: 11.700 unit
Turki: 8.777 unit
Artileri yang Digerakkan Sendiri (Self-Propelled Artillery)
Mesir: 1.139 unit
Turki: 1.278 unit
Artileri Lapangan (Field Artillery)
Mesir: 2.189 unit
Turki: 1.260 unit
Proyektor Roket
Mesir: 1.084 unit
Turki: 438 unit

Kekuatan Laut

Kekuatan Armada

Mesir: 316
Turki: 149
Kapal Induk
Mesir: 2 unit
Turki: 0 unit
Kapal Selam
Mesir: 8 unit
Turki: 12 unit
Kapal Perusak (Destroyer)
Mesir: 0 unit
Turki: 0 unit
Frigate
Mesir: 7 unit
Turki: 16 unit
Korvet
Mesir: 7 unit
Turki: 10 unit
Kapal Patroli Pantai
Mesir: 45 unit
Turki: 35 unit
Kapal Perang Ranjau (Mine Warfare)
Mesir: 31 unit
Turki: 11 unit

Logistik

Bandara
Mesir: 83
Turki: 98
Armada Niaga
Mesir: 389
Turki: 1.277
Pelabuhan dan Terminal
Mesir: 11
Turki: 10

Libya jatuh ke dalam kekacauan ketika pemberontakan yang didukung NATO pada 2011 menggulingkan diktator lama Moammar Gadhafi, yang kemudian terbunuh.
halaman ke-1 dari 2
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak