Inggris Suplai Peluru Depleted Uranium, Rusia: Tanda Eskalasi Habis-habisan

Rabu, 26 April 2023 - 20:21 WIB
loading...
Inggris Suplai Peluru...
Inggris telah mengirimkan peluru depleted uranium sebagai amunisi tank Changllenger 2 yang dikirim ke Ukraina. Foto/Ilustrasi
A A A
LONDON - Rusia mengutuk keputusan Inggris untuk mengirim peluru depleted uranium (DU) ke Ukraina . Rusia mengatakan langkah itu menandai "eskalasi habis-habisan" setelah Kementerian Pertahanan Inggris mengonfirmasi bahwa senjata radioaktif sudah berada di tangan Kiev.

Kedutaan Besar (Kedubes) Rusia di London mengeluarkan pernyataan setelah pejabat senior Inggris James Heappey mengakui bahwa amunisi DU negara itu telah tiba di medan perang, untuk ditembakkan dari tank Challenger 2 yang juga dipasok ke Ukraina.

"Komentar James Heappey adalah bukti suram atas kekejaman kebijakan Anglo-Saxon dari eskalasi habis-habisan 'konflik proksi' yang mereka sendiri keluarkan di Ukraina," kata Kedubes dalam pernyataannya.

“Dia dengan sinis menyatakan bahwa London tidak memantau penyebaran senjata-senjata ini dan tidak memiliki kewajiban untuk menghilangkan konsekuensi penggunaannya setelah konflik berakhir,” sambung pernyataan itu.

Baca Juga: Tentara Ukraina Selesaikan Pelatihan Penggunaan Peluru Depleted Uranium

"Sekarang telah terbukti dengan sendirinya bahwa Barat menginginkan negara ini tidak hanya menjadi 'tempat tembak' militer anti-Rusia, tetapi juga tempat pembuangan sampah radioaktif - dengan semua konsekuensi serius berikutnya bagi kesehatan penduduk lokal dan lingkungan," begitu bunyi pernyataan itu seperti dikutip dari RT, Rabu (26/4/2023).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
Tugas Berat PM Inggris...
Tugas Berat PM Inggris Baru, Memutuskan Apa yang Terjadi jika Ada Perang Nuklir
Makin Kewalahan, Rusia...
Makin Kewalahan, Rusia Pilih Buru Operator Drone Ukraina
Mengapa Inggris Tolak...
Mengapa Inggris Tolak Serahkan 31 Ton Emas Venezuela? Padahal Maduro Sudah Lengser
Jenderal Ini Klaim Ukraina...
Jenderal Ini Klaim Ukraina Akan Mengalami Kekalahan, Ini 4 Pemicunya
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
Kebakaran Panti Asuhan...
Kebakaran Panti Asuhan Tewaskan Setidaknya 11 Orang, Termasuk Anak-Anak
Houthi Bakal Blokade...
Houthi Bakal Blokade Pelabuhan Saudi, Apa Dampaknya bagi Pasokan Energi Global?
Rekomendasi
Alasan KPK Kembalikan...
Alasan KPK Kembalikan Mobil Noel Ebenezer
Bahlil Ramal 10 Tahun...
Bahlil Ramal 10 Tahun Lagi Kendaraan Listrik Bakal Digantikan Hidrogen
Aktivis Pemuda Apresiasi...
Aktivis Pemuda Apresiasi Upaya Sinergi Komdigi Berantas Judol
Berita Terkini
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Waspada! AS Rencanakan...
Waspada! AS Rencanakan Perang yang Lebih Luas dengan Iran
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Khalil al-Hayya Jadi...
Khalil al-Hayya Jadi Pemimpin Hamas, Perjuangan Gaza Makin Konfrontatif atau Pragmatis?
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved