Pimpin Pertemuan Perdamaian Internasional, Menlu Rusia Dikecam Diplomat Barat

Selasa, 25 April 2023 - 17:03 WIB
loading...
A A A
“Invasi Rusia ke Ukraina, yang melanggar Piagam PBB dan hukum internasional, menyebabkan penderitaan dan kehancuran besar-besaran bagi negara dan rakyatnya serta menambah dislokasi ekonomi global yang dipicu oleh pandemi Covid-19,” katanya sambil duduk di sebelah kanan Lavrov.

Diplomat Rusia sebagian besar terputus dari berbagai konferensi internasional sejak Moskow meluncurkan invasi besar-besaran ke Ukraina tahun lalu. Namun, kepemimpinan Dewan Keamanan, badan PBB yang paling kuat, digilir menurut abjad di antara 15 negara anggotanya. Lima negara – Cina, Prancis, Rusia, Inggris, dan AS – memiliki kursi permanen di dewan tersebut. 10 anggota yang tersisa dipilih untuk masa jabatan dua tahun oleh Majelis Umum PBB.

Rusia mengambil alih kursi kepresidenan pada 1 April, sebuah peristiwa yang digambarkan oleh banyak diplomat sebagai "lelucon April Mop."

Sebelum pertemuan, negara-negara Uni Eropa mengeluarkan pernyataan bersama yang mengutuk tindakan Rusia di Ukraina dan mengkritik penampilan Lavrov di pertemuan tersebut.

“Rusia mencoba menggambarkan dirinya sebagai pembela piagam PBB dan multilateralisme. Tidak ada yang bisa lebih jauh dari kebenaran. Ini sinis,” kata Olaf Skoog, perwakilan Uni Eropa untuk PBB.

“Kita semua tahu bahwa saat Rusia menghancurkan, kita sedang membangun. Sementara mereka melanggar, kami melindungi,” sambungnya.

Baca Juga: Rusia Fokus Kembangkan Drone Militer dan Peperangan Elektronik
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
Keluarga Peter Crouch...
Keluarga Peter Crouch Cerita Susahnya Masuk AS saat Piala Dunia 2026
WHO: Wabah Ebola Telah...
WHO: Wabah Ebola Telah Tewaskan Lebih dari 1.000 Orang di RD Kongo dan Uganda
Rekomendasi
Lokasi PFII Belum Final,...
Lokasi PFII Belum Final, Purbaya: Nanti yang Nentuin Menteri Keuangan
Dokter Tifa Sudah Pelajari...
Dokter Tifa Sudah Pelajari 10 Ribu Halaman Dokumen BAP sebelum Eksepsi Dikabulkan
Sebut Ada 3 Kancil Politik...
Sebut Ada 3 Kancil Politik Indonesia, Prabowo: Kalau Berkumpul, Bahaya
Berita Terkini
Wali Kota New York Mamdani...
Wali Kota New York Mamdani dan Istrinya Terima Ancaman Pembunuhan
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved