Rusia Fokus Kembangkan Drone Militer dan Peperangan Elektronik

Senin, 24 April 2023 - 15:06 WIB
loading...
Rusia Fokus Kembangkan...
Seseorang berdiri di atas drone Okhotnik di Rusia. Foto/kemhan rusia
A A A
MOSKOW - Pertemuan pemerintah tentang pengembangan pesawat tak berawak (drone) yang melibatkan Presiden Rusia Vladimir Putin kemungkinan diadakan pada 25 April, menurut beberapa laporan.

Apa yang ada di balik fokus khusus Kremlin pada teknologi drone dan peperangan elektronik?

“Dalam konflik Ukraina, kendaraan udara tak berawak (UAV) telah dikerahkan secara luas (oleh Rusia) dalam berbagai kombinasi,” ungkap Viktor Litvinenko, pakar militer, kolonel, artileri, calon ilmu militer, peserta operasi tempur di Afghanistan, dan profesor di Departemen Pasukan Rudal dan Artileri, kepada Sputnik.

Dia menjelaskan, "Pertama, mereka digunakan untuk tujuan taktis, untuk tujuan pengintaian. Kedua, yang paling kuat digunakan untuk operasi penyerangan. Dan ketiga, inilah yang disebut drone multiguna.”

“Dan saya ingin mencatat bahwa arah menuju pengembangan pesawat tak berawak sekarang menjadi salah satu yang mendasar. Mengapa? Karena drone telah menjadi bagian dari sarana daya tembak," papar dia.

Pada 25 April, pertemuan tentang pengembangan teknologi drone yang diketuai Presiden Rusia Vladimir Putin mungkin akan berlangsung.

Sebelumnya, pada Desember 2022, Putin menginstruksikan pemerintah Rusia meluncurkan produksi massal UAV di negara tersebut.

Pada Juni 2023, pemerintah harus menyiapkan strategi pengembangan pesawat nirawak hingga 2030.

UAV dan Sistem Drone Swarm


“Pemimpin terkuat dalam pengembangan pesawat tak berawak adalah AS, Israel, dan Turki,” lanjut Litvinenko.

Dia menjelaskan, “Tapi sekarang kita telah menciptakan sistem drone yang cukup kuat, seperti Orlan-10 tingkat menengah dan Orion-30. Kemudian, drone yang lebih berat sudah muncul, misalnya Okhotnik-1.”

“UAV yang paling menarik adalah multiguna drone, misalnya ada drone yang membawa senjata misalnya granat, dan lain sebagainya, sedangkan drone seperti ZALA Lancet atau Geran-2 bekerja pada jenis target khusus, yaitu lebih berat, objek lapis baja, seperti tank, peluncur senjata, kendaraan tempur infanteri dan sejumlah objek lainnya. Dan drone, seperti Orlan-30, menghantam objek, termasuk yang bergerak, dengan senjata berpemandu laser berpresisi tinggi," ujar dia.

Namun, produksi drone saja tidak cukup, menurut pakar militer itu. Operator kendaraan udara tak berawak adalah profesi penting yang membutuhkan perhatian, pelatihan, dan pendidikan, menurut Litvinenko.

“Dapat dikatakan bahwa produksi drone dan pemindahannya ke garis depan, pelatihan personel yang tepat, dan kerja tim yang terkoordinasi dengan baik di lapangan adalah kunci kemenangan,” ungkap pakar tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia, China dan Rusia Bersaing Ketat
Perlombaan Senjata Nuklir...
Perlombaan Senjata Nuklir Baru Telah Tiba, AS dan China Paling Ugal-ugalan
Inggris Makin Tak Berdaya!...
Inggris Makin Tak Berdaya! Seluruh Armada Kapal Selam Serang Tak Bisa Beroperasi
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
Amankan Piala Dunia...
Amankan Piala Dunia 2026, AS Kerahkan Sistem Pertahanan Anti-drone
Serangan di SPBU dan...
Serangan di SPBU dan Permukiman Israel, Satu Orang Tewas
Trump Tuduh Iran Mengulur...
Trump Tuduh Iran Mengulur Waktu Kesepakatan Damai: Mereka Harus Bayar Mahal!
Rekomendasi
Dirjen Imigrasi Ungkap...
Dirjen Imigrasi Ungkap Alasan Tyo Nugros Dicekal ke Malaysia
Seperempat Laga Piala...
Seperempat Laga Piala Dunia 2026 Berisiko Tinggi
Nanik S Deyang Merapat...
Nanik S Deyang Merapat ke Istana, Mau Lapor Efisiensi Anggaran MBG
Berita Terkini
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved